Liputan6.com, Jakarta - Karateka muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante, berhasil mengharumkan nama bangsa setelah meraih medali perunggu pada ajang Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026 atau 14th WKF Cadet, Junior & U21 World Championships 2026 di Bielsko-Biała, Polandia.
Zaskia meraih medali perunggu dari nomor kata perorangan putri junior setelah mengalahkan karateka Spanyol, Rocío Castro López, dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, Sabtu (17/10/2026).
Advertisement
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa karateka muda Indonesia mampu bersaing di level dunia. Lebih dari itu, keberhasilan Zaskia merupakan buah dari proses pembinaan jangka panjang dan pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan internasional.
Perjalanan Zaskia menuju podium dunia tidak berlangsung mudah. Ia mengawali perjuangannya pada babak eliminasi, Kamis (15/10/2026), dengan menampilkan kata Kanku Sho.
Karateka yang akrab disapa Keong itu tampil meyakinkan dengan menaklukkan Aurelija Ivanova dari Latvia dan Isabella Sanchez asal Amerika Serikat dengan skor identik 5-0.
Zaskia kemudian melanjutkan tren positif dengan mengalahkan Chiara Brandauer dari Portugal dan Belen Guzman Vergara asal Republik Dominika, masing-masing dengan skor 4-1.
Langkah Zaskia sempat terhenti pada semifinal setelah kalah 0-5 dari karateka Jepang, Wakana Ito. Namun, ia mampu bangkit pada perebutan medali perunggu untuk mengalahkan Rocío Castro López sekaligus memastikan tempat di podium kejuaraan dunia.
Tiga Emas WKF Youth League Jadi Modal Berharga
Medali perunggu di Polandia bukanlah prestasi yang datang secara instan. Sebelum mencapai podium Kejuaraan Dunia Junior 2026, Zaskia telah mengumpulkan pengalaman dan prestasi melalui rangkaian kompetisi internasional yang diselenggarakan World Karate Federation (WKF).
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) Bidang Luar Negeri, Ricky Muchtar, menegaskan keberhasilan Zaskia merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara konsisten selama beberapa tahun.
"Prestasi hari ini tidak terjadi dalam semalam. Ini adalah hasil dari proses pembinaan yang panjang. Kami sudah beberapa kali memberikan kesempatan kepada Keong untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional yang diselenggarakan World Karate Federation," ujar Ricky.
Kesempatan bertanding secara berkelanjutan itu kemudian membuahkan hasil. Zaskia berhasil meraih tiga medali emas dalam rangkaian WKF Youth League, kompetisi internasional bergengsi bagi karateka usia muda.
Tiga medali emas tersebut diraih di Fujairah, Uni Emirat Arab, pada 2025 dalam kategori Cadet Kata Female. Setahun kemudian, ia kembali menjadi yang terbaik di Fujairah pada kategori Junior Kata Female.
Zaskia kemudian melengkapi koleksi emasnya pada 2026 melalui WKF Youth League Manila, Filipina, juga di kategori Junior Kata Female.
Rentetan prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Zaskia untuk meningkatkan kualitas penampilan, konsistensi teknik, dan kepercayaan diri saat menghadapi kejuaraan dunia.
Ricky menegaskan, keberhasilan atlet tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari keluarga, pelatih, perguruan, hingga pihak-pihak yang memberikan kesempatan dan dukungan terhadap perjalanan kariernya.
Indonesia Turunkan 11 Karateka di Polandia
Pada Kejuaraan Dunia Karate Kadet, Junior, dan U21 2026, Indonesia mengirimkan 11 atlet untuk bersaing di berbagai nomor pertandingan.
Selain Zaskia Putri Salurante di nomor kata putri junior, kontingen Indonesia diperkuat Muhammad Abimeyzhar Nugraha pada kata putra U21.
Di nomor kumite U21, Indonesia menurunkan Luvena Milano Setiyaka di kelas -61 kg putri, Tiara Sandi Almahyra di kelas -68 kg putri, serta Variel Alexandro Putra Irawan di kelas -84 kg putra.
Sementara itu, kategori kadet diwakili Zahadiah Al Muhammadi pada kata putri dan I Putu Gustin Mahesa di kumite putra kelas -57 kg.
Untuk kategori junior, selain Zaskia, Indonesia mengandalkan Farras Ijlal Khairy di kata putra, Felicx Parlindungan Sinaga di kumite putra kelas -55 kg, Muhammad Ghathaf Aria Suwardi di kumite putra kelas -68 kg, serta Raisa Syahmina Qistina Rahadian di kumite putri kelas -53 kg.
Manajer Tim Nasional Karate Indonesia sekaligus Head of Delegation, Harmen Saputra, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah membawa nama Indonesia di kejuaraan tersebut.
Ia mengaku bersyukur karena tim Merah Putih tetap mampu membawa pulang medali dunia meskipun persiapan menuju kejuaraan relatif singkat.
"Ini merupakan hasil yang sangat berarti bagi kontingen Indonesia. Dengan persiapan TC yang relatif singkat, sekitar dua minggu, kami tentu sangat bersyukur masih bisa membawa pulang medali dari kejuaraan dunia," kata Harmen.
Tim nasional Indonesia dalam kejuaraan tersebut didampingi pelatih Jintar Simanjuntak, Srunita Sari, dan Aswar.