Liputan6.com, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia atau KOI (NOC Indonesia) terus membantu atlet pelajar untuk mendapatkan beasiswa di Amerika Serikat. Kerjasama dengan Kedubes Amerika Serikat terjalin dengan baik. Sudah ada beberapa atlet muda yang dapat beasiswa di negeri Paman Sam.
Dalam rangka membantu beasiswa bagi student athlete Indonesia ke AS, NOC Indonesia rutin menggelar kegiatan diskusi dengan melibatkan universitas ternama Amerika. Kegiatan ini sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi di Amerika Serikat bagi atlet pelajar Indonesia.
Advertisement
Terbaru pada Senin 19 Oktober 2026, KOI menggelar “Unlocking U.S. Education Pathways for Indonesian Student-Athletes with the University of Oregon”.
Acara ini menghadirkan Professor Will Johnson dari University of Oregon sebagai pembicara. Kegiatan ini merupakan kolaborasi NOC Indonesia bersama University of Oregon dan Kedubes AS Jakarta.
Dalam diskusi tersebut, Will Johnson mengungkapkan peluang atlet pelajar Indonesia mendapat beasiswa dari Universitas Oregon terbuka lebar. Pasalnya mereka menyediakan beasiswa hingga 2,5 juta dolar AS per tahunnya.
"Ya, peluangnya sangat besar bagi seluruh mahasiswa internasional kami. Seperti yang saya sampaikan, kami menyalurkan lebih dari 2,5 juta dolar setiap tahun kepada mahasiswa internasional. Dana tersebut diterima oleh kurang dari seribu mahasiswa internasional. Selain itu, distribusinya merata di seluruh kelompok mahasiswa internasional yang kami tangani," tutur Will Johnson kepada wartawan.
Kesempatan Besar ke AS
Universitas Oregon juga memiliki divisi olahraga yang begitu banyak. Mereka memiliki 19 cabang olahraga yang berkompetisi di Divisi Satu kompetisi antarkampus di Amerika Serikat.
"Jadi, ada 19 tim Divisi 1 yang bisa memberikan beasiswa atlet secara penuh," sambung Will Johnson.
Pada kesempatan tersebut, anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia Josephine Tampubolon mengungkapkan pihaknya akan terus membantu atlet pelajar Indonesia mendapatkan beasiswa ke AS. Hal ini dilakukan agar atlet pelajar juga semakin meningkat kemampuannya dengan berlatih dan berkompetisi di Negeri Paman Sam.
"Saat ini yang bisa kita lakukan adalah pendampingan. Jadi kita kolaborasi dengan Kedubes AS, dengan universitas-universitas Amerika. Ada beberapa yang sudah masuk ke kita. Kita mencari tahu berapa scholarship yang bisa mereka terima," terang Josephine.
"Nah, dari situ nanti Kedubes AS akan membantu kita menghubungi sekolah yang akan kita tuju dan NOC akan mengirimkan surat ke sana."
Tiga Atlet Renang Indonesia
Atlet dari cabang olahraga renang dan tenis yang sejauh ini paling banyak mendapatkan beasiswa di Universitas Amerika Serikat. Di renang, ada Liquor Harrison Andoko, Samuel Maxson Septionu dan Michael Xander Samosir.
"Sampai Oktober ini, kita dari renang itu sudah ada Liquor, terus Januari ini Maxson masuk, terus Agustus kemarin juga ada yang masuk ke SMA juga, itu Michael Xander. Nah, memang paling banyak renang. Tenis juga ada. Tenis beberapa," tegas Josephine.