5 Pengurangan Poin Terbesar: Manchester City Bisa Turun Kasta

Manchester City terancam pemotongan poin. Daily Mail menyebut skenario degradasi jika banding gagal.

oleh Wiwig PrayugiDiterbitkan 23 Oktober 2026, 18:30 WIB
Penggemar Liverpool memegang poster yang mengejek skandal keuangan Manchester City saat kru televisi bekerja di tepi lapangan menjelang pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 11 Oktober 2026. Manchester City menghadapi Anfield yang bermusuhan pada hari Minggu ketika pemimpin Premier League itu menghadapi rival sengitnya Liverpool dalam pertandingan pertama mereka sejak dinyatakan bersalah karena melanggar lebih dari 100 aturan keuangan. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City berhadapan dengan ancaman pengurangan poin dalam jumlah besar yang bisa menyeret mereka ke Championship apabila upaya banding tidak membuahkan hasil. Sanksi akhir belum ditetapkan oleh otoritas Premier League.

Komisi independen sebelumnya menyatakan Manchester City bersalah dalam perkara pelanggaran aturan liga, sementara klub tetap membantah dan menempuh jalur banding.

Menurut Daily Mail, skenario pengurangan poin yang berujung degradasi menjadi salah satu kemungkinan. Adapun Daily Express merangkum lima hukuman pengurangan poin terbesar dalam sejarah yang kerap dijadikan rujukan skala sanksi.

1. FC Dnipro, Pengurangan 24 Poin

FC Dnipro menerima serangkaian sanksi pengurangan poin di Liga Ukraina pada musim 2016/2017 akibat pelanggaran berulang, terutama tunggakan gaji kepada mantan pelatih Juande Ramos beserta stafnya.

Setelah awalnya kehilangan enam poin karena persoalan pembayaran tersebut, hukuman tambahan dijatuhkan imbas tunggakan kepada pemain serta pelanggaran disiplin lain. Akumulasi sanksi mencapai 24 poin.

Konsekuensinya, Dnipro terdegradasi pada 2017 dan kemudian dinyatakan bangkrut pada 2018.

2. Derby County, Minus 21 Poin

Derby County dilanda krisis finansial pada 2021. Tim yang saat itu ditangani Wayne Rooney mendapat pengurangan 12 poin usai masuk administrasi pada September.

Dua bulan kemudian, mereka kembali dipotong sembilan poin karena melanggar aturan profitabilitas dan keberlanjutan keuangan.

Total 21 poin yang menguap membuat Derby turun ke League One, tertinggal tujuh poin dari zona aman.

3. Arminia Bielefeld, Dikurangi 19 Poin

Arminia Bielefeld terseret skandal pengaturan pertandingan di Jerman pada 1971. Kasus tersebut berbuntut sanksi berat dari otoritas setempat.

Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mencabut 19 poin milik Bielefeld pada musim 1971/1972 setelah klub dinyatakan terlibat manipulasi sejumlah laga.

Hukuman itu berujung pada turunnya Bielefeld ke kasta kedua sepak bola Jerman.

4. Genoa, Minus 18 Poin

Genoa dijatuhi pengurangan poin pada musim 1959/1960 setelah tersangkut kasus suap. Pada periode tersebut, kemenangan masih bernilai dua poin, sehingga dampak sanksi kian terasa.

Usai dikurangi 18 angka, Genoa menutup musim dengan nol poin dan terdegradasi dari Serie A.

Pada musim berikutnya, klub itu semula diganjar hukuman minus 10 poin yang kemudian direduksi menjadi tujuh poin.

5. Manchester City

Manchester City kini menghadapi ancaman sanksi terkait 115 dakwaan pelanggaran aturan Premier League. Besaran dan bentuk hukuman masih menunggu hasil proses yang tengah berjalan.

Laporan Daily Mail menyebut pengurangan poin yang bisa berujung degradasi ke Championship termasuk skenario yang mungkin terjadi apabila banding klub ditolak.

Pihak City membantah telah melakukan pelanggaran dan tetap menempuh banding, sehingga dampak final terhadap posisi mereka di klasemen belum dapat dipastikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya