Liputan6.com, Jakarta - Arsenal akhirnya memastikan diri melangkah ke final Liga Champions setelah melewati drama penuh tensi di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Pasukan Mikel Arteta berhasil menjinakkan perlawanan sengit Atletico Madrid dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan di leg kedua semifinal Liga Champions ini membuat Meriam London unggul agregat 2-1 atas wakil Spanyol tersebut. Bukayo Saka menjadi pembeda lewat gol tunggalnya yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang.
Advertisement
Sepanjang laga, Arsenal dipaksa bekerja ekstra keras untuk membendung serangan balik kilat tim tamu. Disiplin tinggi di lini belakang menjadi kunci keberhasilan mereka menjaga keunggulan hingga peluit panjang.
Secara keseluruhan, kolektivitas tim menjadi kunci keberhasilan Arsenal dalam meredam provokasi dan taktik pragmatis tim tamu. Berikut adalah rapor lengkap para penggawa Arsenal dalam laga bersejarah yang membawa mereka terbang menuju final Liga Champions di Budapest akhir bulan nanti.
Kiper dan Bek
David Raya (6): Meski sempat beberapa kali terlihat gugup saat ditekan lawan, ia tetap waspada menghalau peluang emas Griezmann. Beruntung baginya, lini pertahanan tampil sangat sigap menutupi celah saat ia keluar dari posisinya.
Ben White (8): Menampilkan performa defensif yang luar biasa solid untuk mematikan pergerakan berbahaya dari Ademola Lookman. Kerjasamanya dengan Saka di sisi kanan kembali menjadi senjata mematikan bagi skema penyerangan tim.
William Saliba (7): Bek asal Prancis ini tampil tenang dan menunjukkan kelasnya sebagai salah satu bek tengah terbaik dunia saat ini. Umpan terobosan akuratnya menjadi awal mula terciptanya gol kemenangan yang dicetak oleh Saka.
Gabriel Magalhaes (9): Menjadi tembok raksasa yang tidak tertembus dengan serangkaian blok krusial untuk menyelamatkan gawang dari kebobolan. Kepemimpinannya di lini belakang sangat vital dalam menjaga mentalitas rekan-rekannya selama tekanan meningkat.
Riccardo Calafiori (5): Malam yang cukup sulit baginya karena sering kewalahan menghadapi overlap cepat dari Llorente di sisi kiri. Ia juga tampak kurang memberikan kontribusi berarti saat membantu serangan sebelum akhirnya ditarik keluar.
Lini Tengah
Declan Rice (9): Menunjukkan mengapa dirinya layak dihargai mahal dengan dominasi total di lini tengah melalui intersep dan blok krusial. Ia menjadi mesin penggerak utama yang menjaga keseimbangan transisi tim dari bertahan ke menyerang dengan sangat sempurna.
Myles Lewis-Skelly (8): Pemain muda ini tampil sangat berani dan membuktikan bahwa kepercayaan Arteta kepadanya bukanlah sebuah perjudian yang salah. Transformasinya dari seorang bek kiri menjadi gelandang tengah di laga sebesar ini sungguh luar biasa mengagumkan.
Eberechi Eze (5): Performa yang kurang maksimal karena sering kehilangan penguasaan bola saat berada dalam posisi yang sebenarnya cukup menguntungkan. Ia gagal memberikan dampak kreatif yang diharapkan dan harus rela digantikan demi menjaga stabilitas pertahanan.
Lini Depan
Bukayo Saka (8): Menjadi pahlawan kemenangan lewat penempatan posisi yang sangat cerdik untuk menyambar bola liar di area kotak penalti. Meskipun terus dijaga ketat oleh tiga pemain lawan sekaligus, ia tetap mampu memberikan momen magis bagi tim.
Leandro Trossard (7): Bekerja keras di lini depan dan menjadi kreator tidak langsung lewat tembakan kerasnya yang gagal diamankan sempurna oleh Oblak. Ketenangannya dalam memegang bola sangat membantu Arsenal untuk meredam tempo permainan saat lawan mulai agresif.
Viktor Gyokeres (8): Walaupun gagal memaksimalkan satu peluang emas, pergerakan tanpa bolanya benar-benar membuat barisan pertahanan Atletico merasa tidak nyaman. Ia terus berlari menyisir lebar lapangan untuk membuka ruang yang akhirnya berujung pada gol penentu kemenangan.
Pemain Pengganti dan Pelatih
Piero Hincapie (8): Masuk menggantikan Calafiori dan langsung memberikan dampak instan dengan pertahanan yang jauh lebih solid di sisi sayap. Ia tampil sangat disiplin dan kokoh di sisa laga.
Martin Odegaard (6): Kehadirannya memberikan sedikit ketenangan di lini tengah meski tidak terlalu banyak mendapatkan kesempatan untuk melepaskan umpan kunci. Ia bermain cukup rapi untuk memastikan aliran bola tetap berada dalam kendali Arsenal di menit-menit krusial.
Noni Madueke (5): Sayangnya, ia tidak memberikan dampak yang diharapkan setelah masuk menggantikan Saka karena beberapa kali kalah dalam duel fisik. Kontribusinya tergolong minim dan terlihat kurang berani dalam mengambil risiko saat mendapatkan peluang melakukan penetrasi.
Martin Zubimendi (6): Masuk untuk memperkuat lini tengah dan menjalankan tugasnya dengan baik melalui tekel-tekel bersih untuk memutus serangan lawan. Energi yang ia bawa sangat membantu tim dalam mempertahankan keunggulan tipis hingga pertandingan berakhir.
Mikel Arteta (8): Kecerdikannya dalam meramu strategi pertahanan dan pemilihan pemain muda seperti Lewis-Skelly terbukti menjadi kunci sukses di laga ini. Ia berhasil menjaga mentalitas tim agar tetap tenang menghadapi provokasi lawan dan membawa Arsenal ke final.