Liputan6.com, Jakarta - Arsenal dan PSG resmi memastikan tempat di final Liga Champions 2025/2026 setelah melewati semifinal yang berlangsung ketat. Namun jelang duel puncak di Budapest pada 30 Mei mendatang, superkomputer Opta sudah lebih dulu memberikan prediksinya.
Berdasarkan simulasi yang dilakukan Opta, Arsenal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mengangkat trofi Liga Champions musim ini. The Gunners bahkan disebut lebih difavoritkan dibanding PSG yang datang dengan status juara bertahan.
Advertisement
Arsenal melaju ke final usai menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. Pada leg kedua di Emirates Stadium, pasukan Mikel Arteta menang 1-0 berkat gol Bukayo Saka.
Keberhasilan tersebut membawa Arsenal kembali tampil di final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006. Momentum positif dan konsistensi permainan menjadi faktor yang membuat klub asal London Utara itu semakin diperhitungkan.
Arsenal Diunggulkan Superkomputer Opta
Menurut hasil simulasi superkomputer Opta, Arsenal memiliki peluang sebesar 55,76 persen untuk menjadi juara Liga Champions musim ini. Angka itu lebih tinggi dibanding PSG yang hanya berada di kisaran 44,24 persen.
Prediksi tersebut cukup menarik karena PSG datang sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi di kompetisi. Klub asal Prancis itu tercatat sudah mencetak 44 gol sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions 2025/2026.
Meski demikian, Opta tampaknya lebih memberi nilai pada keseimbangan permainan Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta dinilai memiliki pertahanan yang jauh lebih konsisten dibanding mayoritas kontestan lainnya.
Duet Gabriel Magalhães dan William Saliba menjadi salah satu fondasi utama kekuatan Arsenal musim ini. Selain itu, The Gunners juga berpeluang mencatat rekor spesial apabila mampu menjuarai Liga Champions tanpa sekalipun menelan kekalahan sepanjang turnamen.
PSG Tetap Berbahaya Meski Tak Dijagokan
Di sisi lain, PSG tetap memiliki modal kuat untuk mempertahankan gelar juara Eropa mereka. Tim racikan Luis Enrique sudah beberapa kali menunjukkan kemampuan bangkit dalam situasi sulit.
PSG harus melewati semifinal dramatis melawan Bayern Munchen untuk mencapai final. Setelah unggul dalam duel penuh gol pada leg pertama, Les Parisiens bermain lebih disiplin pada leg kedua dan memastikan tiket final lewat agregat 6-5.
Mental bertanding menjadi salah satu kekuatan terbesar PSG dalam dua musim terakhir. Mereka juga sudah terbukti mampu menjawab keraguan sejak ditinggal Kylian Mbappé pada musim sebelumnya.
Musim ini, PSG bahkan harus melewati jalur playoff fase gugur sebelum kembali mencapai final Liga Champions. Pengalaman bermain di laga besar dan kualitas lini depan membuat mereka tetap menjadi ancaman serius bagi Arsenal, meski prediksi statistik belum sepenuhnya memihak.