Hansi Flick Mengubah Barcelona Jadi Mesin Kemenangan

Barcelona kembali juara Liga Spanyol usai mengalahkan Real Madrid. Hansi Flick sukses membangun tim agresif dengan dominasi penuh.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 11 Mei 2026, 14:08 WIB
Hasil 2-0 tersebut membuat Barcelona tak terkejar di puncak klasemen sementara dengan raihan 91 poin atau terpaut 14 angka dari Real Madrid dalam tiga laga tersisa. (AFP/Josep Lago)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona memastikan gelar Liga Spanyol lewat kemenangan 2-0 atas Real Madrid dalam El Clasico. Hasil itu membuat klub asal Catalunya unggul 14 poin sekaligus mengunci gelar di depan pendukung sendiri.

Musim ini hampir tanpa drama dalam perebutan gelar juara Spanyol. Barcelona tampil konsisten sejak awal musim dan tidak pernah kehilangan kendali di puncak klasemen.

Pelatih Hansi Flick menjadi figur penting di balik perubahan besar Barca. Dalam dua musim, pelatih asal Jerman itu membawa Barcelona meraih lima trofi domestik dari enam kesempatan.

Rekor Kandang Barcelona Sempurna

Penyerang Barcelona, Ferran Torres, mencetak gol kedua timnya meski mendapat tekanan dari kiper Belgia Real Madrid CF bernomor punggung 01, Thibaut Courtois, dalam pertandingan liga sepak bola Spanyol antara FC Barcelona melawan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 10 Mei 2026. (Lluis GENE / AFP)

Barcelona tampil luar biasa di kandang sepanjang musim Liga Spanyol. Tim asuhan Flick mencatat rekor kemenangan 100 persen saat bermain di markas sendiri.

Sejak Februari, Barcelona juga membukukan 11 kemenangan beruntun di liga. Mereka hanya kalah empat kali sepanjang musim dan mengoleksi 42 kemenangan dari 53 pertandingan di semua kompetisi.

Produktivitas gol Barcelona juga sangat tinggi musim ini. Hanya Bayern Munchen yang mampu mencetak gol lebih banyak dibanding Barca di lima liga top Eropa.

Flick Ubah Identitas Permainan Barca

Ini menjadi gelar Liga Spanyol back-to-back bagi Barcelona dan pelatih Hansi Flick. (AFP/Josep Lago)

Flick langsung melakukan perubahan sejak datang pada Mei 2024. Ia meningkatkan disiplin tim, intensitas fisik, dan gaya menyerang yang lebih langsung.

Perubahan itu berjalan beriringan dengan munculnya generasi baru akademi La Masia. Nama seperti Lamine Yamal menjadi simbol kebangkitan Barcelona musim ini.

Yamal mendapat kepercayaan penuh dalam sistem permainan Flick. Kecepatan dribel dan kreativitasnya membuat sisi kanan Barcelona menjadi area paling berbahaya di Liga Spanyol.

Meski sempat mengalami cedera, pemain berusia 18 tahun itu tetap tampil tajam. Ia membukukan 24 gol dalam 45 pertandingan musim ini.

Pemain Senior dan Muda Sama-sama Bersinar

Robert Lewandowski dari Barcelona (kiri) merayakan gol bersama rekannya, Gerard Martin, dalam laga persahabatan antara Barcelona dan Daegu FC di Stadion Daegu, Daegu, Korea Selatan, Senin, 4 Agustus 2025. (Kim Hyun-tea/Yonhap via AP)

Selain Yamal, Flick juga memaksimalkan potensi pemain muda lain seperti Pau Cubarsi dan Fermin Lopez. Keduanya mampu menyesuaikan diri dengan permainan intens yang diterapkan Barcelona.

Di lini depan, Raphinha tampil lebih konsisten musim ini. Flick memberikan tanggung jawab lebih besar kepada winger asal Brasil tersebut dalam fase menyerang.

Pedri tetap menjadi pusat permainan Barcelona di lini tengah. Sementara itu, Robert Lewandowski kembali menemukan ketajamannya berkat pola serangan yang lebih terstruktur.

Flick juga memberi ruang penting kepada Marcus Rashford. Meski tidak selalu menjadi starter, Rashford kerap tampil efektif dari bangku cadangan.

Rashford mencetak gol pembuka dalam El Clasico lewat tendangan bebas spektakuler. Barcelona memiliki opsi mempermanenkan pemain Inggris itu dari Manchester United dengan nilai 35 juta euro (sekitar Rp647 miliar).

Real Madrid Kehilangan Konsistensi

Pemain Barcelona, Marcus Rashford, merayakan gol pembuka dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Real Madrid di Camp Nou, Spanyol, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Mateu Parra)

Saat Barcelona terus melaju, Real Madrid justru kehilangan stabilitas permainan. Los Blancos mulai banyak kehilangan poin dalam laga yang seharusnya dapat dimenangkan.

Hasil imbang melawan Elche, Rayo Vallecano, dan Girona memberi dampak besar terhadap persaingan gelar. Situasi itu akhirnya membuat posisi Xabi Alonso goyah hingga meninggalkan klub pada Januari.

Posisi Alonso kemudian digantikan Alvaro Arbeloa. Namun, jarak poin dengan Barcelona justru semakin melebar hingga mencapai 14 angka.

Masa Depan Barcelona Masih Sangat Cerah

Barcelona resmi mengunci gelar Liga Spanyol musim 2025/2026 setelah memenangkan laga bertajuk El Clasico melawan Real Madrid pada Minggu (10/10/2026) waktu setempat. (AP Photo/Joan Monfort)

Flick sejak awal ingin membangun Barcelona dengan gaya agresif dan menyerang. Ia juga ingin mempertahankan identitas permainan yang identik dengan era Johan Cruyff dan Pep Guardiola.

Prinsip itu kini mulai terlihat jelas dalam permainan Barcelona. Meski gagal di Liga Champions dan Copa del Rey, Barca tetap tampil stabil di kompetisi domestik.

Barcelona juga mampu bertahan di tengah badai cedera sepanjang musim. Flick berhasil menjaga kekompakan tim meski beberapa kali harus merombak susunan pemain.

Dengan kombinasi pemain muda berkualitas dan sistem permainan yang matang, Barcelona memiliki fondasi kuat untuk mendominasi Liga Spanyol dalam beberapa musim ke depan.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya