Real Madrid yang Sedang Terpuruk

Real Madrid menghadapi krisis usai gagal juara Liga Spanyol dan kalah dari Barcelona. Masa depan Mbappe, Vinicius, dan kursi pelatih jadi perhatian.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 11 Mei 2026, 14:16 WIB
Pemain Barcelona, Ferran Torres terjatuh saat berebut bola dengan gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouameni dalam pertandingan sepak bola liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona pada 10 Mei 2026. (Josep LAGO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Musim 2025/2026 menjadi periode yang pahit bagi Real Madrid. Kekalahan 0-2 dari Barcelona di Camp Nou memastikan Los Blancos menutup musim tanpa gelar.

Hasil itu terasa lebih menyakitkan karena terjadi saat Barcelona mengunci gelar Liga Spanyol. Real Madrid sebenarnya masih menjaga peluang tipis dalam perebutan trofi, tetapi gagal memberi perlawanan berarti di laga penentuan.

Kondisi tersebut memunculkan banyak pertanyaan di Santiago Bernabeu. Mulai dari masa depan Kylian Mbappe hingga kandidat pelatih baru, semua kini menjadi pembahasan utama jelang musim depan.

Mbappe Belum Menjawab Ekspektasi

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa (ke-2 kanan), dan Kylian Mbappe (ke-2 kiri) terlihat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, pada 15 April 2026. (AFP/Karl-Josef HILDENBRAND)

Kedatangan Kylian Mbappe dua musim lalu awalnya dianggap sebagai proyek galacticos baru Real Madrid. Klub berharap kehadiran bintang Prancis itu mampu mempertahankan dominasi di Spanyol dan Eropa.

Namun, perubahan sistem permainan justru mengganggu keseimbangan tim. Posisi Jude Bellingham dan Vinicius Junior ikut berubah demi mengakomodasi gaya bermain Mbappe.

Meski mencetak 24 gol dan memimpin daftar top skor Liga Spanyol, Mbappe tetap mendapat tekanan besar dari suporter. Bahkan, petisi “Mbappe Out” dikabarkan memperoleh lebih dari 33 juta dukungan sepanjang musim.

Vinicius Junior Kehilangan Dukungan Fans

Ekspresi kesal pemain Real Madrid, Vinicius Jr dalam laga lanjutan Liga Spanyol saat melawan Osasuna di El Sadar Stadium, Pamplona, Spanyol, Sabtu (21/02/2026) waktu setempat. (AP Photo/Miguel Oses)

Situasi sulit juga dialami Vinicius Junior sepanjang musim ini. Penyerang Brasil itu sempat menjalani 19 pertandingan tanpa gol untuk klub dan tim nasional.

Performa tersebut memicu kekecewaan pendukung Real Madrid di Bernabeu. Hubungan Vinicius dengan fans mulai retak setelah kegagalan klub di Liga Champions.

Rumor transfer pun bermunculan menjelang bursa musim panas. Manchester United menjadi salah satu klub yang dikaitkan dengan Vinicius apabila Real Madrid memutuskan melakukan perombakan skuad.

Keributan Valverde dan Tchouameni Tambah Masalah

Pemain Real Madrid, Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni menyaksikan pemain Mallorca, Vedat Muriqi mencetak gol dalam pertandingan La Liga 2024/2025, Senin (19/8/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Francisco Ubilla)

Masalah internal Real Madrid tidak berhenti di lapangan pertandingan. Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat pertengkaran saat sesi latihan beberapa hari sebelum El Clasico.

Insiden itu membuat Valverde mengalami cedera kepala hingga harus mendapat perawatan rumah sakit. Pihak klub kemudian menjatuhkan denda kepada kedua pemain demi meredam situasi ruang ganti.

Ketegangan tersebut memperlihatkan kondisi skuad yang sedang tidak stabil. Real Madrid kini menghadapi risiko kehilangan harmoni di dalam tim apabila konflik terus berlanjut.

Mourinho Masuk Kandidat Pelatih

Benfica menciptakan salah satu malam paling bersejarah di Liga Champions musim ini setelah menundukkan Real Madrid dengan skor 4-2, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan dramatis itu memastikan langkah klub Portugal tersebut ke fase play-off, sekaligus menorehkan cerita yang akan dikenang lama di Estadio da Luz. (AP Photo/Armando Franca)

Nama Jose Mourinho kembali muncul sebagai kandidat pelatih Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu dinilai memiliki pengalaman dan karakter kuat untuk menangani situasi sulit.

Mourinho pernah melatih Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013. Selama periode tersebut, ia mempersembahkan satu gelar Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.

Gaya bermain Mourinho memang pernah menuai kritik karena dianggap terlalu defensif. Namun, sebagian fans mulai melihat pendekatan pragmatis sebagai solusi untuk mengembalikan daya saing Real Madrid.

Klopp dan Zidane Jadi Alternatif

Pelatih Real Madird, Zinedine Zidane menyaksikan pemainnya bertanding melawan Manchester City pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Etihad Stadium, Inggris (7/8/2020). City menang tipis 2-1 dan melaju ke perempat final unggul agregat 4-2 atas Madrid. (Peter Powell/Pool Photo via AP)

Selain Mourinho, nama Jurgen Klopp ikut masuk radar manajemen. Mantan pelatih Liverpool itu terkenal mampu membangun hubungan kuat antara pemain dan suporter.

Ada pula opsi Zinedine Zidane yang pernah membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions beruntun. Sosok asal Prancis tersebut dianggap memahami kultur klub dan tekanan besar di Bernabeu.

Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, juga masuk dalam daftar kandidat. Sementara itu, Massimiliano Allegri dan Didier Deschamps terus dikaitkan dengan proyek baru Real Madrid.

Musim tanpa trofi membuat Real Madrid berada di titik krusial. Klub kini harus menentukan arah baru agar mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di level tertinggi.

Sumber: Al Jazeera

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya