Piala Dunia 2026 Masih Sepi, Mirip 3 Edisi Sebelumnya

Piala Dunia 2026 belum menunjukkan tanda-tanda pemanasan dan menghadapi pola yang serupa dengan edisi-edisi sebelumnya.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 11 Mei 2026, 17:00 WIB
Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 saat ini belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan antusiasme yang signifikan di awal persiapan. Namun, kondisi seperti ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada edisi sebelumnya, yaitu Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022, juga mengalami fase yang serupa sebelum akhirnya acara tersebut berlangsung dengan meriah.

Menjelang pelaksanaan turnamen, narasi yang berkembang cenderung konsisten: infrastruktur dianggap belum memadai, harga tiket dinilai terlalu tinggi, dan ada keraguan mengenai kesiapan dari tuan rumah. Ketidakpastian ini sering kali menjadi sorotan utama sebelum turnamen dimulai.

Namun, ketika kompetisi resmi dimulai, fokus publik segera beralih kepada pertandingan yang berlangsung, dan kekhawatiran tersebut umumnya mereda seiring dengan berlangsungnya acara. Hal yang sama kini terlihat menjelang Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Data awal menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap turnamen ini belum mengalami lonjakan yang signifikan. Meskipun demikian, sejarah menunjukkan bahwa antusiasme dapat meningkat pesat saat kompetisi sudah dimulai.

Pengaju Visa Wisata AS

Gambar paspor dan visa. (Foto oleh Agus Dietrich di Unsplash)

Hingga saat ini, terdapat sekitar 12.000 pemohon visa turis untuk Piala Dunia 2026 yang telah terdaftar dalam sistem percepatan janji temu khusus FIFA, yang dikenal dengan nama FIFA PASS. Angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan target penjualan tiket yang mencapai sekitar 6,5 juta untuk 104 pertandingan yang akan berlangsung.

Ariel Ruiz Soto, seorang analis dari Migration Policy Institute, menyatakan bahwa angka pemohon visa tersebut berada di sisi bawah. Selain itu, data terbaru juga menunjukkan bahwa belum ada peningkatan signifikan.

Departemen Luar Negeri AS mencatat bahwa jumlah permohonan EST, yaitu izin perjalanan elektronik, mencapai 5,1 juta, yang masih sejalan dengan tahun-tahun normal, di mana biasanya mencapai sekitar 15 juta. Dengan kata lain, dampak dari Piala Dunia 2026 belum terlihat dalam jumlah permohonan perjalanan yang masuk.

Industri Perhotelan

Di luar Faneuil Hall Marketplace, sebuah papan iklan yang mengiklankan Piala Dunia 2026 tampak pada 10 Maret 2026 di Boston, Massachusetts. (Maddie Meyer/Getty Images via AFP)

Perspektif yang sama juga muncul dari industri perhotelan. Dalam sebuah konferensi, CEO Hilton, Christopher Nassetta, menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 "belum sekuat yang diharapkan", meskipun ia menekankan bahwa saat ini masih terlalu awal untuk menarik kesimpulan definitif.

Ruiz Soto memberikan penilaian yang lebih tegas dengan mengatakan, "Belum ada bukti signifikan bahwa jumlah pelancong internasional akan meningkat karena Piala Dunia musim panas ini." Hal ini menunjukkan adanya keraguan di kalangan pemimpin industri terkait dampak positif dari acara besar tersebut.

Beberapa faktor memang menjadi penghalang bagi peningkatan kunjungan internasional. Pada tahun lalu, kunjungan ke AS mengalami penurunan sekitar 5,5 persen. Berbagai aspek seperti kebijakan visa yang ketat, pengetatan imigrasi, serta persepsi negatif di pasar utama turut berkontribusi.

Selain itu, tingginya harga tiket pertandingan yang dinyatakan sebagai yang termahal dalam sejarah turnamen juga menjadi salah satu penghambat. Tidak hanya itu, kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang membatasi akses dari empat negara peserta juga menambah lapisan kompleksitas dalam situasi ini.

Suasana Jelang Hari H

Gambar Piala Dunia 2026. (Sumber: fifa.com)

Sejarah mencatat bahwa menjelang hari pertandingan, Piala Dunia sering kali mengalami peningkatan ketegangan. Proses pengajuan ESTA dapat berlangsung dengan sangat cepat, hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit, dan para penggemar dari negara-negara seperti Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, dan Spanyol sering kali tidak merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari sebelumnya.

Dengan adanya format baru yang melibatkan 48 tim, Piala Dunia 2026 diprediksi akan tetap meraih kesuksesan. Pertanyaan yang perlu diajukan bukanlah apakah turnamen ini akan berhasil, tetapi lebih kepada apakah awal yang lambat ini akan menjadi masalah besar atau hanya sekadar catatan kecil saat kompetisi mulai berlangsung dan suasana sepak bola mulai menguasai.

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya