Chris Paul Dirumorkan Masuk Kepengurusan LA Lakers di Bawah Kepemilikan Baru Bob Iger

Los Angeles Lakers resmi diakuisisi Bob Iger dan Joshua Kushner senilai $12,5 miliar. Chris Paul, yang baru pensiun, berpeluang gabung manajemen.

OlehThomas
Diterbitkan 17 Agustus 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Akuisisi fantastis Los Angeles Lakers oleh Bob Iger dan Joshua Kushner senilai $12,5 miliar memicu spekulasi baru di kancah NBA. Di tengah perubahan kepemilikan ini, nama legenda bola basket Chris Paul mencuat sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi di jajaran manajemen tim, dilansir dari Los Angeles Times dan Forbes.

Penjualan waralaba ikonik ini kepada mantan CEO Disney, Bob Iger, dan kapitalis ventura Joshua Kushner, tercatat sebagai rekor harga tertinggi untuk waralaba olahraga di Amerika Serikat. Akuisisi senilai $12,5 miliar ini terjadi kurang dari setahun setelah Mark Walter membeli Lakers dari keluarga Buss seharga $10 miliar.

Meskipun kepemilikan telah berpindah tangan, kesepakatan ini masih menanti persetujuan dari Dewan Gubernur NBA. Jeanie Buss, yang merupakan bagian dari keluarga pemilik sebelumnya, akan tetap menjabat sebagai gubernur tim setidaknya selama lima tahun ke depan, memastikan pengaruh keluarga Buss tetap ada dalam struktur Lakers.

Kedekatan Personal Chris Paul dan Bob Iger

Potensi bergabungnya Chris Paul ke dalam manajemen Lakers tak lepas dari kedekatannya dengan pemilik baru, Bob Iger. Beberapa sumber di liga mengindikasikan bahwa Paul, yang baru saja pensiun, berpeluang besar menduduki posisi front office.

Dave McMenamin dari ESPN melaporkan bahwa hubungan Paul dengan Iger berpotensi membawanya ke jajaran manajemen Lakers. "Beberapa sumber di liga menyarankan kepada ESPN bahwa Chris Paul yang baru pensiun dapat memiliki peran," ujar McMenamin.

Ramona Shelburne dari ESPN juga sebelumnya telah mengidentifikasi Paul sebagai nama yang patut diperhatikan dalam rencana kepengurusan Lakers setelah pengambilalihan oleh Iger dan Josh Kushner.

Kedekatan Iger dan Paul telah terjalin sejak lama. Iger diketahui merupakan pemegang tiket musiman untuk LA Clippers dan mengembangkan hubungan erat dengan Paul saat sang pebasket bermain untuk waralaba tersebut.

Hubungan mereka semakin kuat seiring waktu, bahkan Iger sempat menjadi tuan rumah acara peluncuran buku memoar Paul, "Sixty-One," pada tahun 2023. Paul juga mengunjungi Iger di kantor Disney pada bulan Maret untuk mendukung temannya saat membereskan barang-barangnya setelah 52 tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Peran Potensial Paul dalam Manajemen Lakers

Meskipun belum ada diskusi formal yang dilaporkan, spekulasi menunjukkan bahwa Chris Paul dapat menjabat sebagai konsultan atau dalam kapasitas front-office. Pengalaman NBA Paul yang luas dan kecerdasan basketnya yang tinggi dinilai sangat berharga. Salah satu anggota manajemen tim Wilayah Timur bahkan menyebut Paul dapat memulai perannya sebagai konsultan, menjadi suara basket terpercaya bagi pemilik, eksekutif, pelatih, dan pemain.

Paul secara luas dianggap sebagai salah satu pemain dengan kecerdasan dan IQ basket tertinggi yang pernah ada di NBA. Kemampuannya untuk membaca permainan dan meminta pertanggungjawaban rekan setimnya selama 21 musim karier NBA-nya, yang berakhir dengan pensiun pada Februari lalu, menjadi modal kuat untuk peran manajerial.

Bob Iger diperkirakan akan lebih aktif terlibat dalam kepemilikan Lakers dibandingkan Joshua Kushner, yang cenderung akan berada di balik layar. Keterlibatan aktif Iger ini kemungkinan besar akan semakin memfasilitasi potensi masuknya Paul ke dalam jajaran kepengurusan Los Angeles Lakers.

Pernah Hampir Gabung Lakers

Bergabung ke Lakers di tahun 2026 akan menjadi sebuah ironi bagi Paul. CP3 baru bisa mewujudkan membela Lakers usai pensiun.

15 tahun lalu saat masih main di NBA, Paul hampir bergabung dengan Lakers. Ketika itu Lakers sudah menyetujui pertukaran dengan New Orleans Pelicans. Paul akan pindah dari Pelicans ke Lakers guna main bareng almarhum Kobe Bryant.

Namun trade ini batal terjadi karena diveto oleh komisaris NBA saat itu, David Stern.