Liputan6.com, Jakarta - Presiden Florentino Perez kembali menjadi sorotan setelah menolak membahas masa depan skuad maupun kursi pelatih Real Madrid dalam konferensi pers terbarunya. Di tengah spekulasi soal perubahan besar di tubuh Los Blancos, Perez justru memilih berbicara panjang lebar mengenai isu kepemilikan klub dan rencana pemilihan presiden baru.
Situasi di internal Madrid memang tengah memanas. Setelah musim tanpa gelar besar dan munculnya rumor pergantian pelatih, nama Jose Mourinho disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih tim apabila perubahan terjadi. Namun Perez menegaskan dirinya belum ingin membahas persoalan teknis sepak bola.
Advertisement
“Saya tidak menyangka akan ditanya soal itu. Kami belum berada di tahap tersebut. Saat ini yang penting adalah memastikan Real Madrid tetap menjadi milik para anggota klub,” ujar Perez.
Florentino Perez Ogah Lengser
Ia juga menyinggung adanya pihak-pihak yang disebut berusaha mengambil alih identitas klub. Menurutnya, fokus utama saat ini bukan membahas pelatih maupun pemain, melainkan mempertahankan struktur kepemilikan Real Madrid yang selama ini berbasis anggota atau socios.
Perez bahkan mengklaim dirinya menjadi sasaran kampanye negatif yang dianggap merugikan klub. Meski begitu, pria berusia 79 tahun tersebut memastikan tidak akan mundur dari jabatannya dan siap kembali maju dalam pemilihan presiden mendatang.
“Mereka ingin saya pergi, tetapi saya tidak akan pergi. Saya akan maju lagi dalam pemilihan karena ingin membela gagasan bahwa Real Madrid harus tetap menjadi milik para anggotanya,” tegasnya.
Florentino Perez Membela Diri
Dalam kesempatan itu, Perez juga membela rekam jejak kepemimpinannya selama lebih dari dua dekade. Ia menyebut era kepemimpinannya sebagai salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub, meski musim ini Madrid gagal memenuhi ekspektasi.
Menurut Perez, dirinya bukan sosok yang bertanggung jawab langsung atas urusan teknis di lapangan. Ia membantah anggapan bahwa dirinya terlalu dominan dalam menentukan keputusan sepak bola, termasuk urusan susunan pemain maupun kebijakan transfer.
“Para pemain adalah bintang utama. Dua tahun lalu kami memenangkan liga dan Liga Champions. Apakah Anda pikir musim ini normal? Saya harus keluar untuk membela klub,” katanya lagi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah kritik yang semakin keras terhadap manajemen Madrid. Musim ini menjadi tahun kedua beruntun Los Blancos gagal meraih trofi mayor, sesuatu yang jarang terjadi di era Perez.
Konferensi pers yang berlangsung panas itu pun mengalihkan perhatian publik dari performa tim di lapangan menuju konflik internal dan arah kepemimpinan klub ke depan. Atmosfer di Santiago Bernabeu diprediksi semakin memanas dalam laga kandang berikutnya saat Real Madrid menjamu Real Oviedo.