Gregoria Mariska Tunjung Putuskan Mundur dari Pelatnas PBSI setelah 12 Tahun

Gregoria Mariska Tunjung telah menjadi bagian dari Pelatnas PBSI sejak masih junior pada 2014.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 15 Mei 2026, 14:00 WIB
Aksi tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, pada perempat final Indonesia Open 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (7/6/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari salah satu pebulu tangkis nasional Gregoria Mariska Tunjung. Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu memutuskan mundur dari Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) PP PBSI 2026.

Kabar pengunduran diri Gregoria Mariska ini diumumkan oleh PP PBSI pada Jumat (15/5). Federasi pun menerima dan menghormati keputusan sang atlet.

"Keputusan tersebut disampaikan Gregoria setelah melalui komunikasi dan pembicaraan bersama Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI Imam Tohari," tulis PP PBSI dalam keterangan resminya.

Gregoria Mariska telah berada di Pelatnas PBSI sejak 2014, saat dirinya masih belia dan berusia 15 tahun. Artinya dia sudah menjadi atlet tim nasional kebanggaan Indonesia selama 12 tahun terakhir.

"Dalam surat yang disampaikannya, disebut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI," tulis PBSI.

Karena Kondisi Kesehatan

Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung langsung tersingkir di babak 32 besar Denmark Open 2025 setelah dikalahkan Kirsty Gilmour dari Skotlandia 7-21 dan 14-21 di Jyske Bank Arena, Selasa (14/10). (foto: PBSI)

PBSI mengungkapkan, Gregoria Mariska Tunjung memutuskan mundur karena alasan kesehatan. Pebulu tangkis asal Wonogiri itu memang terakhir mengalami sakit vertigo yang tak kunjung pulih.

PP PBSI pun memahami keputusan yang diambil oleh Gregoria Mariska, yang hingga kini masih dalam proses pemulihan dari vertigo. 

"Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding," tulis PBSI.

Kiprah Gregoria Mariska

Pebulu tangkis Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung memberi aplaus kepada penonton dari atas podium untuk menerima pengalungan medali perunggu nomor tunggal putri cabor bulu tangkis Olimpiade Paris 2024 saat upacara penyerahan medali di Porte de La Chapelle Arena, Paris, Senin (5/8/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Selama menjadi bagian dari Pelatnas PBSI, Gregoria Mariska menunjukkan perkembangan signifikan dari atlet muda berbakat hingga pemain elite dunia. Dia mulai mencuri perhatian saat merebut medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2017.

Setelah itu, Gregoria terus menjelma sebagai atlet top dunia. Puncaknya adalah dia pernah menempati ranking 5 dunia dan menyabet medali perunggu Olimpiade Paris 2024.

“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya