Liputan6.com, Jakarta - Situasi internal Real Madrid kembali memanas menjelang akhir musim. Manajemen klub kini mulai menyiapkan langkah besar demi mengembalikan ketertiban di ruang ganti.
Beberapa persoalan muncul dalam beberapa pekan terakhir dan memicu kekhawatiran di level direksi. Kondisi itu membuat petinggi klub merasa perlu mengambil tindakan lebih keras.
Advertisement
Konflik terbaru melibatkan penyerang bintang Kylian Mbappe dan pelatih Alvaro Arbeloa. Sebelumnya, ketegangan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni bahkan berujung adu fisik hingga Valverde harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Ruang Ganti Dinilai Kehilangan Kendali
Laporan media Spanyol, AS, mengabarkan bahwa petinggi klub mulai fokus membangun kembali struktur internal tim. Prioritas utama berada pada pemulihan disiplin, hierarki, dan identitas kompetitif skuad.
Manajemen Real Madrid memandang nilai-nilai dasar tim mulai melemah sepanjang musim ini. Oleh karena itu, klub siap mengambil keputusan sulit demi mengembalikan kontrol di ruang ganti.
Situasi tersebut juga memperlihatkan adanya retakan hubungan antarpemain dan staf pelatih. Kondisi itu dinilai memengaruhi performa tim baik di dalam maupun luar lapangan.
Jose Mourinho Masuk Kandidat Utama
Nama Jose Mourinho kini muncul sebagai kandidat kuat pelatih baru Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu dianggap memiliki karakter kuat untuk mengendalikan ruang ganti.
Mourinho, yang kini melatih Benfica, memiliki pengalaman panjang menangani skuad bertabur bintang di level tertinggi Eropa. Faktor itu membuat manajemen percaya ia mampu mengembalikan disiplin tim.
Jika tidak ada perubahan situasi dalam waktu dekat, peluang Mourinho kembali ke Santiago Bernabeu semakin terbuka. Klub ingin menghadirkan figur yang mampu membangun kembali persatuan skuad.
Florentino Perez Turun Tangan
Presiden klub Florentino Perez juga dikabarkan akan terlibat langsung dalam penyelesaian masalah internal tim. Ia dijadwalkan melakukan pertemuan tatap muka dengan Mbappe dalam waktu dekat.
Pertemuan itu bertujuan membahas beberapa persoalan yang memicu ketegangan di ruang ganti selama beberapa bulan terakhir. Direksi klub ingin memastikan seluruh pemain kembali memiliki komitmen kolektif yang sama.
Pesan dari manajemen klub cukup jelas untuk seluruh anggota tim. Disiplin dan rasa tanggung jawab bersama harus kembali menjadi fondasi utama Real Madrid.
Sumber: Madrid Universal