Timnas Iran ke Turki untuk Bersiap Piala Dunia 2026, Belum Kantongi Visa AS

Timnas Iran memulai persiapan mengikuti Piala Dunia 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 19 Mei 2026, 18:30 WIB
Timnas Iran memutuskan untuk melakukan pemusatan latihan menjelang Piala Dunia 2026 di Turki. (AFP/Iranian Football Federation)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Iran tiba di Antalya, Turki, Senin (18/5/2026) malam waktu setempat untuk memulai pemusatan latihan menjelang Piala Dunia 2026. Meskipun persiapan untuk turnamen ini telah dimulai, Iran masih menghadapi terkait ketidakpastian visa Amerika Serikat (AS).

Selama beberapa pekan ke depan, Iran akan berada di Turki, di mana mereka juga akan mengurus visa untuk bisa memasuki AS sebagai salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026. Piala Dunia kali ini memang berbeda karena diwarnai dengan berbagai kontroversi, termasuk isu visa yang menyelimuti tim.

Rombongan yang terdiri dari 22 pemain dan staf pelatih Iran tiba di kota resor Mediterania dengan mengenakan tracksuit berwarna biru tua. Sampai saat ini, mereka belum mendapatkan visa untuk memasuki Amerika Serikat, sementara hubungan antara Iran dan negara tuan rumah Piala Dunia tersebut masih dalam status jeda akibat konflik yang berkepanjangan.

Tim yang dikenal dengan nama Team Melli ini diperkirakan akan tinggal di Antalya selama beberapa pekan sebelum berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan secara bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko.

Sejak Iran dan Amerika Serikat memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 1980, skuad Iran tidak memiliki kedutaan besar AS di negara mereka, yang menyulitkan proses pengurusan dokumen perjalanan. Oleh karena itu, persinggahan di Turki menjadi sangat penting sebagai kebutuhan logistik bagi tim.

Aspek Dasar Perselisihan

Timnas sepak bola Iran berfoto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A melawan Uzbekistan, yang berlangsung pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Turkiye Today pada Selasa, 10 Mei 2026, pelatih tim nasional Iran Amir Ghalenoei menyebut pengurusan visa menjadi salah satu prioritas utama dalam pemusatan latihan mereka. Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj juga mengungkapkan kepada media bahwa hingga saat ini belum ada visa yang diterbitkan untuk skuad.

Keberangkatan tim Iran ini terjadi di tengah situasi konflik yang sedang berlangsung, meskipun ada gencatan senjata yang telah diberlakukan sejak 8 April. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan pengeboman pertama yang membawa kedua negara ke dalam perang terbuka. Meskipun gencatan senjata telah diterapkan, serangan drone baru-baru ini di kawasan Teluk dan ancaman baru dari Presiden AS Donald Trump menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik bisa kembali meletus sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.

Di tengah kondisi ini, FIFA menolak permintaan Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan fase grup mereka ke Meksiko atau Kanada. Iran tergabung dalam Grup G dan dijadwalkan untuk melaksanakan semua pertandingan grup di wilayah Amerika Serikat, dimulai dengan laga pembuka melawan Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles, diikuti dengan pertandingan kedua melawan Belgia di kota yang sama, dan laga terakhir grup melawan Mesir di Seattle. Base camp mereka direncanakan berada di Tucson.

Saat ditanyakan tentang partisipasi Iran pada akhir April, Donald Trump memberikan tanggapan yang singkat namun jelas: "Biarkan mereka bermain."

Acara Perpisahan Timnas Iran

Iran mengikuti jejak Jepang untuk berpartisipasi dalam ajang sepak bola besar tersebut. Tiket lolos berhasil diraih Iran setelah bermain imbang 2-2 melawan Uzbekistan di Stadion Azadi, Selasa malam (25/3/2025).

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan pendapatnya dengan lebih hati-hati. Ia menyatakan bahwa kekhawatiran tidak terfokus pada para pemain, melainkan pada "beberapa orang lain yang ingin mereka bawa bersama," menunjukkan adanya kemungkinan pemeriksaan ketat terhadap anggota delegasi yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai siapa saja yang akan diperiksa lebih lanjut.

Mehdi Taj, yang merupakan pemimpin Federasi Sepak Bola Iran dan turut serta dalam perjalanan bersama skuad, diketahui memiliki latar belakang sebagai mantan anggota Garda Revolusi. Selain itu, aturan yang sama juga diterapkan di Kanada. Bulan lalu, federasi Iran membatalkan rencana perjalanan mereka ke Kongres FIFA di Kanada setelah mengaku "dihina" oleh petugas imigrasi setibanya di negara tersebut. Kejadian ini menunjukkan betapa rumitnya situasi yang dihadapi oleh delegasi Iran.

Di Istanbul pada hari Sabtu, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengadakan pertemuan dengan Taj dan federasi Iran, yang ia gambarkan sebagai diskusi yang konstruktif. Sebelum keberangkatan mereka, Timnas Iran diantar dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Enghelab Square, Tehran. Tayangan di televisi pemerintah memperlihatkan para pendukung yang mengibarkan bendera dan memberikan dukungan penuh kepada para pemain. Ini menunjukkan betapa pentingnya momen tersebut bagi masyarakat Iran.

 

Sumber: Yus Mei Sawitri (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya