Nasib Mohamed Salah Bakal Buruk Andai yang Jadi Pelatih Liverpool adalah Sir Alex Ferguson

Paul Scholes melontarkan kritik tajam kepada Mohamed Salah usai pernyataan kontroversial sang bintang Liverpool.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 19 Mei 2026, 23:33 WIB
(Dari kiri ke kanan, baris belakang) Kiper Liverpool asal Georgia #25, Giorgi Mamardashvili, striker Liverpool asal Prancis #22, Hugo Ekitike, bek Liverpool asal Belanda #04, Virgil van Dijk, bek Liverpool asal Prancis #05, Ibrahima Konate, gelandang Liverpool asal Hungaria #08, Dominik Szoboszlai, dan gelandang Liverpool asal Belanda #38, Ryan Gravenberch, (Dari kiri ke kanan, baris depan) bek Liverpool asal Irlandia Utara #12, Conor Bradley, bek Liverpool asal Skotlandia #26, Andrew Robertson, gelandang Liverpool asal Argentina #10, Alexis Mac Allister, gelandang Liverpool asal Jerman #07, Florian Wirtz, dan striker Liverpool asal Mesir #11, Mohamed Salah, berpose untuk foto tim menjelang kick-off pertandingan League Phase Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 5 November 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan kritik tajam kepada Mohamed Salah usai pernyataan kontroversial sang bintang Liverpool yang dianggap menyerang pelatih Arne Slot secara terbuka.

Komentar itu muncul setelah Salah mengunggah pesan di media sosial X yang meminta Liverpool kembali memainkan “heavy metal football”, istilah yang identik dengan era sepak bola agresif ala Jurgen Klopp. Pernyataan tersebut dianggap sebagai sindiran langsung kepada Slot di tengah performa buruk The Reds musim ini.

Dalam podcast The Good The Bad & The Football, Scholes mengaku yakin mantan manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, tidak akan mentoleransi sikap seperti itu dari pemainnya.

“Sir Alex pasti sudah menendangnya keluar kalau ada pemain yang bertindak seperti itu,” ujar Scholes. Ia bahkan menilai Salah tak akan pernah berani membuat komentar serupa bila bermain di bawah asuhan Ferguson yang dikenal disiplin dan tegas terhadap pemain.

Salah Cari Kambing Hitam

Mohamed Salah berhasil mencatatkan rekor baru sekaligus memperbaiki catatan Liverpool di Liga Inggris saat bersua Aston Villa pada Minggu (02/11/2025) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Scholes juga menilai Salah sedang berusaha mengalihkan sorotan dari performanya sendiri yang menurun drastis musim ini. Menurutnya, pemain top kerap mencari kambing hitam ketika situasi tim sedang memburuk.

“Salah adalah pemain hebat dan semua orang menyukainya. Tapi melakukan hal seperti itu ketika manajer sedang berada dalam tekanan besar jelas tidak tepat,” kata Scholes.

“Musimnya buruk, jadi yang dilakukan pemain besar kadang adalah mengalihkan kesalahan. Mereka tidak mau mengakui performanya sendiri menurun dan akhirnya menyalahkan orang lain.”

Periode Buruk Liverpool

Mohamed Salah merayakan gol kedua Liverpool dalam laga Premier League melawan Fulham, Sabtu (11/4/2026). (AP Photo/Jon Super)

Musim ini memang menjadi salah satu periode terburuk Salah bersama Liverpool. Penyerang asal Mesir itu baru mencetak tujuh gol di semua kompetisi, jumlah terendahnya sejak bergabung ke Anfield.

Mantan gelandang Manchester United lainnya, Nicky Butt, ikut memberikan pendapat serupa. Ia menduga Salah memang sudah tidak lagi cocok dengan Slot dan ingin sang pelatih meninggalkan klub.

“Ada alasan kenapa dia melakukan itu. Saya rasa dia tidak menyukai Slot dan ingin dia pergi dari Liverpool,” ucap Butt.

Kritik terhadap Salah juga datang dari Gary Neville. Menurut Neville, unggahan Salah sama seperti melempar granat ke ruang ganti Liverpool yang saat ini sudah berada dalam tekanan besar.

“Dia seperti mencabut pin granat lalu melemparkannya ke tengah ruangan,” ujar Neville.

“Dan sepertinya dia juga sudah bersiap pergi meninggalkan semuanya.”

Slot Diminta Coret Salah

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot, memeluk striker Mesir nomor punggung 11, Mohamed Salah, setelah pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Bournemouth di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 15 Agustus 2025. Liverpool menang dengan skor 4-2. (Paul ELLIS/AFP)

Sementara itu, legenda Manchester United lainnya, Wayne Rooney, bahkan meminta Slot mencoret Salah dari laga terakhir Liverpool musim ini.

“Kalau saya Arne Slot, saya tidak akan membiarkannya mendekati stadion pada pertandingan terakhir,” kata Rooney.

Situasi di Liverpool sendiri memang sedang tidak ideal. Sebelumnya Salah telah mengumumkan akan meninggalkan klub lewat video emosional pada Maret lalu. Kekalahan 2-4 dari Aston Villa semakin memperbesar tekanan kepada Slot dan skuadnya.

Dengan satu pertandingan tersisa, Liverpool bahkan masih belum sepenuhnya aman untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya