Liputan6.com, Jakarta - Dunia sepak bola dihebohkan dengan keputusan mengejutkan dari wonderkid Eli Junior Kroupi. Penyerang muda berbakat ini secara resmi menolak panggilan untuk memperkuat Timnas Portugal dalam ajang prestisius Piala Dunia 2026. Keputusan ini sontak menjadi perbincangan hangat, mengingat potensi besar yang dimiliki Kroupi dan kesempatan emas untuk tampil di panggung sepak bola terbesar di dunia.
Penolakan Eli Junior Kroupi ini dikonfirmasi langsung oleh pelatih Timnas Portugal, Roberto Martínez, pada Mei 2026. Martínez mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan intensif kepada Kroupi sebelum pemusatan latihan bulan Maret, namun sang pemain telah memiliki pendirian teguh terkait masa depan internasionalnya. Kroupi, yang baru berusia 19 tahun, memilih untuk mengesampingkan kesempatan membela Seleção das Quinas.
Advertisement
Alasan utama di balik penolakan ini adalah keinginan kuat Kroupi untuk mewakili negara kelahirannya, Prancis, di level senior. Meskipun memiliki kelayakan untuk membela tiga negara berbeda, kesetiaan Kroupi terhadap Les Bleus menjadi prioritas utamanya, bahkan jika itu berarti harus bersabar menanti panggilan dari tim senior Prancis.
Latar Belakang dan Potensi Eli Junior Kroupi
Eli Junior Éric Anatole Rainha Kroupi, lahir pada 23 Juni 2006, adalah seorang pesepakbola profesional Prancis yang kini bermain sebagai penyerang untuk klub Premier League Bournemouth. Musim 2025-2026 menjadi debutnya di Premier League, di mana ia menunjukkan performa impresif dengan mencetak 12 hingga 13 gol dalam 31 hingga 32 penampilan, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak di liga.
Kroupi memiliki latar belakang unik yang membuatnya memenuhi syarat untuk membela tiga negara berbeda. Ia berhak bermain untuk Prancis, negara kelahirannya, Pantai Gading melalui ayahnya, dan Portugal melalui ibu serta neneknya.
Sejak usia muda, Kroupi telah menjadi langganan Timnas Prancis di berbagai level kelompok umur, mulai dari U-16 hingga U-21. Ia dikenal sebagai pencetak gol yang produktif, menunjukkan komitmen dan bakatnya sejak dini.
Penolakan Tegas Panggilan Portugal
Pada Mei 2026, Eli Junior Kroupi secara terang-terangan menolak tawaran dari pelatih Timnas Portugal, Roberto Martínez, untuk bergabung dengan skuad menjelang Piala Dunia 2026. Penolakan ini menandai sebuah keputusan besar dalam karier internasional sang pemain muda.
Roberto Martínez mengonfirmasi bahwa Timnas Portugal memang telah menunjukkan ketertarikan dan melakukan pendekatan kepada Kroupi sebelum pemusatan latihan pada Maret lalu. Namun, Martínez menjelaskan bahwa Kroupi telah membuat pilihannya sendiri.
Martínez menghormati keputusan Kroupi, menyatakan, "Kroupi mau bermain untuk Prancis dan kami menghormatinya. Kasus ini sudah kami tutup." Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada lagi upaya dari pihak Portugal untuk membujuk sang pemain.
Alasan di Balik Kesetiaan Kroupi pada Prancis
Alasan utama di balik penolakan Eli Junior Kroupi terhadap pinangan Portugal adalah hasratnya yang kuat untuk mewakili negara kelahirannya, Prancis, di level senior. Meskipun kesempatan untuk bermain di Piala Dunia 2026 bersama Portugal sangat menggiurkan, Kroupi tetap teguh pada pilihannya.
Meski namanya belum masuk dalam daftar skuad senior Prancis untuk Piala Dunia 2026, Kroupi tetap bersabar dan yakin akan mendapatkan kesempatannya di masa depan. Rekam jejaknya yang konsisten membela timnas Prancis dari U-16 hingga U-21 menjadi bukti komitmennya.
Dukungan penuh juga datang dari ayahnya, Eli Kroupi, yang menyatakan bahwa putranya adalah orang Prancis dan tidak mengenal Pantai Gading. Sang ayah menegaskan tidak ada tekanan dalam keputusan anaknya, dan ia ingin tetap berperan sebagai seorang ayah.