Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) telah menyampaikan peringatan tegas kepada Republik Demokratik Kongo (DRC) terkait partisipasi tim nasional sepak bolanya di Piala Dunia FIFA 2026. Peringatan ini berpusat pada kewajiban karantina ketat yang harus dipatuhi oleh tim DRC sebelum memasuki wilayah AS.
Kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap wabah virus Ebola jenis Bundibugyo yang sedang melanda DRC dan Uganda, serta telah dinyatakan sebagai “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Advertisement
Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, secara langsung menyampaikan pesan ini kepada FIFA, pemerintah Kongo, dan federasi sepak bola setempat. Timnas DRC diwajibkan menjalani masa isolasi terkontrol selama 21 hari, yang dikenal sebagai “bubble” atau “gelembung”, sebelum diizinkan masuk ke Amerika Serikat. Tanpa kepatuhan terhadap protokol ini, partisipasi mereka di turnamen akbar tersebut terancam batal.
Hingga 22 Mei 2026, wabah Ebola ini telah menyebabkan lebih dari 130 kematian dan hampir 600 kasus suspek, memicu kekhawatiran serius akan potensi penyebaran internasional. Oleh karena itu, AS mengambil langkah pencegahan ekstrem untuk menjaga integritas kesehatan dan keselamatan selama Piala Dunia berlangsung.
Peringatan keras ke Kongo ini menunjukkan komitmen untuk tidak berkompromi demi memastikan tidak ada risiko penularan yang masuk ke wilayah mereka.
Protokol Karantina Ketat dan Konsekuensi Pelanggaran
Tim nasional DRC saat ini sedang menjalani persiapan dan dua pertandingan uji coba di Belgia, di mana mereka harus mempertahankan “bubble” ketat tersebut. Kebijakan isolasi 21 hari ini diberlakukan untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim bebas dari potensi paparan virus Ebola sebelum menginjakkan kaki di tanah Amerika.
Andrew Giuliani menegaskan bahwa kegagalan tim Kongo dalam menjaga integritas “bubble” selama 21 hari akan berakibat fatal. Mereka berisiko tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat dan secara otomatis tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Peringatan keras ini bertujuan untuk menekankan keseriusan situasi dan pentingnya kepatuhan terhadap standar kesehatan global.
Meskipun sebagian besar pemain dan pelatih kepala tim, Sébastien Desabre, berbasis di luar Kongo, beberapa staf tim yang berasal dari Kongo dilaporkan baru meninggalkan negara tersebut pada pekan ini. Giuliani memperingatkan bahwa kedatangan anggota baru di luar “bubble” perjalanan dapat membahayakan partisipasi Kongo di Piala Dunia. Tim telah membatalkan kamp pelatihan pra-Piala Dunia di Kinshasa dan memindahkannya ke Belgia sebagai upaya mitigasi.
Dampak pada Penggemar dan Perjalanan Umum
Pemerintah AS tidak hanya memberlakukan aturan ketat untuk tim sepak bola, tetapi juga telah memberlakukan larangan masuk sementara bagi warga negara asing yang telah mengunjungi Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam tiga minggu terakhir. Larangan ini berlaku selama 30 hari sebagai langkah antisipasi penyebaran Ebola lebih lanjut.
Kedutaan Besar AS di DRC juga telah menangguhkan sementara semua layanan visa, yang secara signifikan akan menyulitkan penggemar untuk datang mendukung tim mereka. Penggemar yang sudah memiliki visa harus membuktikan telah menghabiskan 21 hari di luar negara yang terdampak wabah.
Meskipun ada larangan masuk umum, AS akan memastikan tim DRC dapat melakukan perjalanan untuk bermain di Piala Dunia dengan membuat pengecualian. Tim akan menjalani protokol pengujian dan isolasi yang ketat, serupa dengan yang diwajibkan bagi warga negara Amerika yang kembali dari area terdampak, demi menjaga keamanan publik.
Peran FIFA dan Jadwal Pertandingan DRC
FIFA menyadari dan memantau situasi wabah Ebola ini dengan cermat. Federasi sepak bola dunia tersebut berkomunikasi erat dengan Asosiasi Sepak Bola DRC untuk memastikan tim mematuhi semua panduan medis dan keamanan yang telah ditetapkan. Peran FIFA krusial dalam mengkoordinasikan kepatuhan ini agar turnamen dapat berjalan lancar tanpa risiko kesehatan.
Jadwal pertandingan DRC di Piala Dunia 2026 telah ditetapkan. Pertandingan pertama DRC dijadwalkan pada 17 Juni melawan Portugal di Houston. Laga berikutnya pada 23 Juni melawan Kolombia di Guadalajara, Meksiko, dan ditutup pada 27 Juni melawan Uzbekistan di Atlanta. Kepatuhan terhadap protokol karantina menjadi kunci agar tim dapat memenuhi jadwal penting ini.