Barcelona dan Keputusan Cerdas Hansi Flick yang Antar Joan Garcia Raih Zamora

Barcelona menutup musim dengan kekalahan dari Valencia, tetapi keputusan Hansi Flick membantu Joan Garcia mengamankan trofi Zamora.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 Mei 2026, 20:34 WIB
Kiper Barcelona, Joan Garcia, melakukan lima penyelamatan saat timnya bersua Villarreal pada laga pekan ke-17 La Liga di Estadio de la Ceramica, Minggu (21/12/2025) malam WIB. Berkat kontribusi Garcia, Barca menang 2-0 atas Villarreal. (AFP/Jose Jordan)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona menutup musim 2025/2026 La Liga dengan hasil mengecewakan usai kalah 1-3 dari Valencia di Mestalla. Meski gagal mengakhiri musim dengan kemenangan, klub asal Catalunya itu tetap membawa kabar positif dari pertandingan terakhir.

Barcelona masih memiliki momen penting lewat gol Robert Lewandowski pada laga penutup musim tersebut. Selain itu, Joan Garcia resmi mengamankan trofi Zamora sebagai kiper dengan rasio kebobolan terbaik di La Liga.

Keberhasilan Garcia ternyata tidak lepas dari keputusan taktis pelatih Hansi Flick. Sang pelatih memilih mencadangkan Garcia dan memainkan Wojciech Szczesny demi menjaga peluang sang kiper memenangkan penghargaan individu tersebut.

Keputusan Hansi Flick Jadi Penyelamat

Pelatih kepala Barcelona, Hansi Flick, mengangkat trofinya ke langit sambil merayakan kemenangan setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 untuk menjuarai liga sepak bola Spanyol (La Liga) dengan tiga pertandingan tersisa, di Barcelona, Spanyol, Minggu, 10 Mei 2026. (AP Photo/Joan Mateu Parra)

Menurut laporan Diario SPORT, Flick sengaja tidak memainkan Garcia saat menghadapi Valencia. Langkah itu diambil karena Barcelona tampil tanpa tekanan dan berpotensi kebobolan banyak gol di Mestalla.

Keputusan tersebut terbukti tepat setelah Barcelona kemasukan tiga gol sepanjang pertandingan. Jika Garcia tampil sebagai starter, catatan kebobolannya bisa memburuk dan peluang meraih trofi Zamora terancam gagal.

Garcia sebenarnya sudah memenuhi syarat minimum tampil dalam 28 pertandingan La Liga sebelum laga terakhir berlangsung. Situasi itu membuat Flick bebas mengistirahatkan kiper asal Spanyol tersebut tanpa konsekuensi administratif.

Szczesny akhirnya turun sejak menit awal dalam laga terakhir musim ini. Barcelona pun terlihat kurang solid sepanjang pertandingan dan gagal mengendalikan permainan di kandang Valencia.

Statistik Joan Garcia Tak Terkejar

Kiper Barcelona, Joan Garcia (atas), menyapu bola pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Espanyol vs Barcelona di Barcelona, Spanyol, Sabtu, 3 Januari 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Joan Garcia menutup musim dengan 30 pertandingan di La Liga dan hanya kebobolan 21 gol. Ia juga mencatatkan rasio kebobolan 0,70 per laga serta mengoleksi 15 clean sheet.

Pesaing terdekat Garcia adalah Thibaut Courtois dari Real Madrid. Kiper asal Belgia itu mengakhiri musim dengan 26 gol kebobolan dalam 31 pertandingan dan rasio 0,84 per laga.

Courtois sebenarnya masih memiliki peluang merebut trofi Zamora pada pekan terakhir. Namun, ia wajib mencatat clean sheet sementara Garcia harus kebobolan minimal empat gol jika tampil melawan Valencia.

Skenario tersebut akhirnya tidak terjadi hingga akhir musim. Garcia tidak dimainkan oleh Barcelona, sedangkan Courtois justru kebobolan dua gol saat Real Madrid menang 4-2 atas Athletic Club.

Keputusan Flick kini dianggap sebagai salah satu langkah paling efektif Barcelona pada penghujung musim. Meski gagal menang di Mestalla, Blaugrana tetap pulang dengan penghargaan individu bergengsi untuk Joan Garcia.

Sumber: Barca Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya