Liputan6.com, Jakarta - Kylian Mbappe kembali berada di bawah sorotan usai melewati musim yang sarat tekanan bersama Real Madrid. Walaupun tetap tampil tajam sepanjang kompetisi, striker asal Prancis tersebut terus menerima kritik akibat performa Los Blancos yang dinilai tidak stabil sepanjang musim ini.
Keadaan itu membuat eks pelatih Real Madrid, Jorge Valdano, ikut memberikan pendapat. Sosok legendaris Argentina tersebut merasa Mbappe menerima kritik yang terlalu berlebihan sejak datang ke Santiago Bernabeu.
Advertisement
Menurut Valdano, kemampuan Mbappe sebenarnya sudah tidak perlu lagi diperdebatkan. Ia menilai perjalanan karier sang pemain bersama tim nasional Prancis telah menjadi bukti kuat bahwa dirinya termasuk salah satu pesepak bola terbaik dunia saat ini.
Valdano Nilai Mbappe Jadi Korban Kritik Tidak Adil
Dalam wawancaranya bersama Movistar, Valdano secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada Mbappe. Ia menegaskan bahwa kualitas penyerang Real Madrid itu tidak layak dipertanyakan.
“Dia pernah menjuarai Piala Dunia lalu menjadi runner-up di edisi berikutnya sambil mencetak hattrick di final. Kita tidak sedang membicarakan pemain palsu,” kata Valdano.
“Kita sedang berbicara tentang mungkin pemain terbaik dunia saat ini.”
Perdebatan soal Mbappe memang semakin memanas setelah Paris Saint-Germain justru tampil impresif di Liga Champions tanpa dirinya. Sementara itu, Real Madrid mengalami musim yang naik turun dan gagal membawa pulang trofi utama.
Valdano menilai terlalu banyak kesalahan tim yang akhirnya diarahkan kepada Mbappe seorang diri. Padahal, menurutnya, sang pemain tetap menjadi figur paling tajam di kompetisi domestik musim ini.
Florentino Perez Turut Beri Dukungan
Valdano bahkan menganggap situasi yang dihadapi Mbappe sudah melewati batas kewajaran. Ia merasa kritik yang diarahkan kepada pemain berusia 27 tahun tersebut terlalu berlebihan.
“Menyalahkan pemain ini atas semua keberhasilan PSG dan seluruh kegagalan Real Madrid terasa sangat tidak adil bagi saya,” ujarnya.
“Padahal dia adalah pencetak gol terbanyak liga.”
Sebelumnya, presiden Real Madrid Florentino Perez juga sempat memberikan pembelaan kepada Mbappe. Ia menolak menjadikan sang striker sebagai kambing hitam atas kegagalan Madrid meraih gelar musim ini.
“Kylian adalah pemain terbaik yang dimiliki Madrid saat ini,” ujar Perez kepada La Sexta.
Perez menilai jadwal pertandingan yang terlalu padat menjadi salah satu alasan utama sulitnya musim Real Madrid, bukan karena performa Mbappe.
Mbappe Tetap Akhiri Musim Sebagai Top Skor
Meski Real Madrid gagal menutup musim dengan trofi, Mbappe tetap berhasil meraih penghargaan Pichichi Trophy 2025/2026. Kepastian itu didapat setelah dirinya mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Athletic Club pada pertandingan terakhir musim.
Gol tersebut membuat Kylian Mbappe menutup musim La Liga dengan koleksi 25 gol. Ia unggul dari striker Mallorca, Vedat Muriqi, yang menyelesaikan musim dengan torehan 23 gol.
Selain menjadi pencetak gol terbanyak, Mbappe juga memimpin statistik jumlah tembakan di La Liga dengan total 63 percobaan sepanjang musim. Statistik itu menunjukkan betapa besarnya kontribusi sang penyerang dalam permainan Real Madrid.
Catatan tersebut sekaligus membuat Mbappe menjadi pemain pertama sejak Cristiano Ronaldo pada 2014 dan 2015 yang mampu memenangkan gelar top skor La Liga secara beruntun bersama Real Madrid.