Gagal Juara Liga Champions, Arsenal Raup Bonus Tertinggi Sepanjang Sejarah

Arsenal tercatat sudah mengamankan dana sekitar £125,18 juta, sebelum laga final digulirkan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 31 Mei 2026, 11:26 WIB
Para pemain Paris Saint-Germain memberi aplaus untuk para pemain Arsenal yang akan menerima medali runner up Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. (Attila Kisbenedek/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah gagal meraih gelar Liga Champions musim 2025/2026. Dalam partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, The Gunners takluk 3-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir babak perpanjangan waktu.

Meski gagal mengangkat trofi, perjalanan Arsenal di kompetisi elite Eropa musim ini tetap menghadirkan keuntungan besar dari sisi finansial. Tim asuhan Mikel Arteta berhasil mencatat rekor pendapatan tertinggi klub dari keikutsertaan mereka di Liga Champions.

Peningkatan pendapatan tersebut tidak lepas dari kebijakan terbaru UEFA yang menaikkan total hadiah Liga Champions musim 2025/2026. Dengan total dana hadiah mencapai £2,13 miliar, setiap pencapaian di berbagai fase kompetisi memberikan nilai ekonomi yang semakin besar bagi klub peserta.

Sebagai salah satu finalis, Arsenal menjadi klub yang memperoleh manfaat signifikan dari skema distribusi dana terbaru tersebut. Langkah mereka hingga partai puncak membuat pemasukan klub melonjak tajam dan mencapai angka yang sangat mengesankan, meskipun trofi juara akhirnya gagal dibawa pulang ke London.

Aneka Pos Pendapatan Liga Champions

Sebelum laga final digulirkan, Arsenal tercatat sudah mengamankan dana sekitar £125,18 juta yang bersumber dari aneka pos pendapatan Liga Champions. Nominal tersebut dihimpun dari bonus performa di lapangan, hak komersial siaran televisi, hingga peringkat mereka pada fase liga.

Hasil minor kontra PSG pun tidak membuat pundi-pundi uang Arsenal mandek. Sebagai tim peringkat kedua atau runner-up, mereka tetap berhak atas kucuran dana tambahan senilai £16 juta dari UEFA. 

Secara keseluruhan, total hadiah yang sukses dikantongi Arsenal pada musim ini menyentuh £141,18 juta. Bila dikonversikan dengan estimasi nilai kurs Rp22.000 per poundsterling, nominal fantastis itu setara dengan kurang lebih Rp3,1 triliun.

Jumlah pendapatan ini bahkan sukses melewati total hadiah yang dikoleksi PSG sewaktu mengunci gelar juara Liga Champions pada musim sebelumnya. Ditinjau dari sudut pandang bisnis, musim ini menjelma sebagai salah satu periode paling menguntungkan dalam sejarah sepak bola Eropa Arsenal.

Grafik Mengkilap

Ekspresi gelandang Arsenal Eberechi Eze (kiri) dan rekan-rekannya setelah kalah dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. (Nicolas Tucat/AFP)

Arsenal mengawali pundi-pundi pendapatan mereka dengan mengantongi £85,3 juta dari sektor pembagian hak siar serta penilaian ranking awal kompetisi. Sektor ini menjadi instrumen mendasar bagi pemasukan kas mereka sejak kompetisi baru dimulai.

Grafik performa yang mengilap di fase liga turut menyumbang bonus yang masif. Arsenal sukses menyapu bersih kemenangan di seluruh delapan laga fase liga, yang menghasilkan pundi-pundi uang sekitar £15,8 juta.

Keberhasilan menduduki posisi puncak di klasemen akhir fase liga mendatangkan bonus ekstra sebesar £8,6 juta. Di samping itu, kelolosan langsung menuju fase 16 besar turut mengamankan dana segar senilai £11,3 juta.

Langkah mantap Arsenal menuju partai puncak terus menggelembungkan isi dompet klub. Keberhasilan melaju ke fase 16 besar, perempat final, semifinal, hingga laga final secara kontinu menyuplai bonus puluhan juta poundsterling yang mendongkrak akumulasi pendapatan mereka.

Pencapaian Mengagumkan

Bek Paris Saint-Germain asal Ekuador, Willian Pacho (#51), mengoper bola di depan gelandang Arsenal FC asal Norwegia, Martin Odegaard (#8), dalam pertandingan final Liga Champions antara PSG dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. (Foto: NICOLAS TUCAT / AFP.)

Keberhasilan Arsenal menembus partai final musim ini merupakan pencapaian perdana mereka sejak tahun 2006 silam. Realitas tersebut memberikan nilai historis yang amat kental bagi kesebelasan yang bermarkas di London Utara itu.

Secara teknis di arena pertandingan, Arsenal memang belum berhasil mewujudkan cita-cita merengkuh trofi Liga Champions pertama sepanjang berdirinya klub. Namun dari aspek tata kelola bisnis dan omzet kompetisi, mereka menorehkan pencapaian yang sangat mengagumkan.

Keberhasilan menjejakkan kaki di partai puncak memperlihatkan progres yang signifikan dari proyek jangka panjang yang dirancang Mikel Arteta dalam beberapa musim belakangan. Arsenal kini resmi kembali diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan utama di kancah sepak bola Eropa. Walau piala juara jatuh ke pelukan PSG, profit yang menyentuh angka Rp3,1 triliun menjadi indikator sahih bahwa sepak terjang Arsenal di Liga Champions 2025/2026 tetap menghadirkan keuntungan yang sangat masif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya