MotoGP 2026: Jorge Martin Akui Kewalahan Ladeni Marc Marquez

Jorge Martin akui berat lawan Marc Marquez pada persaingan gelar MotoGP 2026.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tekanan menuju paruh kedua musim MotoGP 2026 kian terasa bagi Jorge Martin. Pembalap Aprilia itu kini ditempel ketat Marc Marquez yang menipiskan jarak klasemen menjadi 18 poin berkat kemenangan di Sprint Race dan balapan utama MotoGP Jerman di Sachsenring, dikutip dari Crash.

Martin, juara dunia MotoGP 2024, menegaskan ambisinya mempertahankan peluang merebut gelar bersama Aprilia di tengah performa menanjak Marquez. Ia menyadari persaingan memasuki fase penting jelang jeda musim panas.

Di tengah tren positif sang rival, Martin menyebut fokusnya adalah terus mengeluarkan kemampuan terbaik agar tetap berada di jalur perebutan titel.

Level Marc Marquez Berbeda

Martin tidak menutupi kekagumannya terhadap Marquez yang tengah tampil impresif. Pernyataan ini disampaikannya saat dimintai tanggapan mengenai peluang duel memperebutkan gelar.

"Tentu saja tantangan yang saya hadapi adalah mengalahkan pembalap terbaik dalam sejarah. Jadi, bisa bersaing dengannya saja sudah merupakan sesuatu yang luar biasa," ujar Martin, seperti dikutip dari Crash.

"Saya akan terus memberikan 100 persen kemampuan saya, terus berkembang setiap hari, dan jika saya bisa bertarung dengannya, itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa, apalagi jika bisa bersaing hingga akhir musim."

Ia juga menilai level performa lawannya saat ini masih selangkah di depan, sembari percaya diri bisa menutup gap ketika sudah sepenuhnya padu dengan motor.

"Untuk saat ini dia berada di level yang jauh lebih baik daripada kami. Tetapi saya yakin ketika saya sudah 100 persen menyatu dengan motor, saya bisa bertarung dengannya."

"Saat ini kami masih cukup jauh dari level tersebut," kata Martin.

Peta Klasemen: Martin 14 Poin Di Depan Ogura

Menjelang jeda musim panas, Martin masih memimpin klasemen MotoGP 2026. Ia unggul 14 poin atas rekan setimnya di Aprilia, Ai Ogura.

Di sisi lain, kebangkitan Marquez berlangsung signifikan. Empat seri lalu, pembalap Ducati itu tertinggal lebih dari 100 poin dari pucuk klasemen. Rentetan hasil kuat membuatnya kembali menjadi salah satu kandidat utama dalam perebutan gelar.

Adapun konsistensi Martin belum sepenuhnya stabil. Sejak memenangi MotoGP Prancis di Le Mans pada Mei, ia baru mengoleksi dua podium di balapan utama.

Musim ini juga bisa menjadi momen spesial bagi Martin. Jika sukses menghadirkan gelar dunia perdana Aprilia di kelas MotoGP, pelat nomor 1 akan ia bawa ke Yamaha pada musim depan, seiring kepindahannya ke tim pabrikan asal Jepang tersebut.