John Herdman Soroti 2 Hal di TC Timnas Indonesia, Jadi Bekal Positif

Usai TC tahap pertama di Bali, John Herdman menilai nuansa kekeluargaan dan karakter pemain menjadi modal awal jelang Piala AFF 2026.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 22:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gianyar - John Herdman menilai pemusatan latihan tahap pertama Timnas Indonesia di Bali meninggalkan kesan kuat pada aspek kebersamaan dan karakter skuad jelang Piala AFF 2026, dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia.

Pelatih asal Inggris itu menyebut para pemain yang dipanggil menunjukkan kualitas sangat baik, dengan ikatan yang terasa kuat selama menjalani training camp.

Selain performa di lapangan, Herdman menempatkan karakter sebagai tolok ukur penting dalam evaluasi kemajuan tim.

Nuansa Kekeluargaan Jadi Modal Awal

Menurut Herdman, atmosfer yang tercipta saat para pemain lokal berkumpul membawa kedekatan yang memengaruhi cara tim bekerja.

"Kami memiliki kelompok pemain yang sangat kuat. Hal yang selalu menonjol ketika para pemain lokal berkumpul adalah adanya nuansa kekeluargaan," ujar John Herdman.

Ia menggambarkan suasana itu sebagai energi yang menyatukan, mendorong para pemain untuk bekerja bersama menuju tujuan yang sama.

"Rasanya seperti sebuah persaudaraan. Mereka ingin bekerja untuk dan bersama satu sama lain. Setiap hari mereka saling membantu untuk terus berkembang dan saling mendorong. Jadi, ini merupakan pekan yang baik dan awal yang positif," jelasnya.

Herdman menilai kekompakan tersebut membantu jalannya program latihan dan memberi dampak positif terhadap perkembangan setiap pemain yang terlibat.

Karakter Pemain Diuji Saat Tekanan Latihan

Di sisi lain, ia menegaskan penilaian utama berangkat dari ketangguhan karakter saat menghadapi tekanan dalam sesi latihan.

"Hal pertama yang selalu saya lihat adalah karakter. Apakah para pemain memiliki karakter yang tepat untuk terus bertahan dan berjuang ketika mereka mengalami kelelahan, baik secara fisik, mental, maupun emosional," ucap Herdman.

Herdman menyebut para pemain melalui sesi setiap hari dengan pembebanan yang diatur, termasuk momen-momen yang menuntut daya juang maksimal.

"Mereka berlatih setiap hari selama pekan ini. Kami mengatur beban latihan dengan baik, tetapi sesi hari ini sangat penting karena mereka harus terus berjuang dan mendorong diri hingga batas maksimal," paparnya.

Menurutnya, fase tekanan itu menjadi kesempatan untuk membaca daya juang tiap individu selama pemusatan latihan.