Jadi Penyebab Persib Bandung Masuk Daftar Banned FIFA, Daisuke Sato Ungkap Kronologinya

Persib Bandung masuk dalam daftar banned FIFA karena masalah penyelesaian kontrak dengan Daisuke Sato.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 31 Mei 2026, 15:30 WIB
Pemain Persib Bandung, Daisuke Sato merayakan kemenangan atas Bhayangkara FC pada laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (24/03/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan pemain asing Persib Bandung, Daisuke Sato, buka suara terkait tudingan dirinya jadi penyebab Pangeran Biru terdaftar dalam larangan pendaftaran pemain (transfer ban) yang dijatuhkan FIFA. Ia memberikan klarifikasi sekaligus kronologi permasalahan tersebut.

Persib Bandung resmi mendapatkan hukuman dari FIFA setelah nama klub kebanggaan Bobotoh itu ada dalam daftar larangan untuk mendaftarkan pemain baru, atau yang lebih dikenal dengan FIFA Registration Ban List. Sanksi itu mulai berlaku sejak Jumat (29/5/2026).

Dalam laman FIFA, hukuman kepada Persib Bandung itu terulis 'Until Lifted', yang berarti tanpa batas waktu tertentu. Sanksi baru akan hilang jika pihak terlapor meminta pencabutan kepada FIFA. 

FIFA tak menjelaskan kasus yang menimpa Persib. Tapi, manajemen Pangeran Biru sudah memberikan pernyataan bahwa masalah itu muncul berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain asingnya, Daisuke Sato pada 2023.

Daisuke Sato pun langsung jadi sorotan. Akun Instagram pribadinya, @daisukesato ramai karena dianggap sebagai biang kerok hukuman yang diterima Persib. Pemain asal Jepang itu pun langsung angkat bicara dan menegaskan bahwa hukuman yang diterima Maung Bandung bukanlah hasil dari laporan baru yang ia layangkan.

​"Saya ingin memberikan klarifikasi terkait perbincangan yang belakangan ini muncul mengenai larangan pendaftaran pemain yang dijatuhkan kepada Persib Bandung," ujar Sato dalam keterangan resminya dipetik Minggu (31/5/2026).

Kronologi Versi Sato

Pemain baru Persib Bandung asal Filipina, Daisuke Sato saat ikut berlatih, Senin (4/7/2022). (Bola.com/Erwin Snaz)

Sato menjelaskan bahwa akar permasalahan dirinya dengan Persib Bandung berawal dari sengketa pemutusan kerja sama sepihak yang terjadi beberapa tahun lalu. Pemain berusia 31 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya selalu mengedepankan profesionalisme dalam menyelesaikan konflik. 

Namun, karena tidak adanya titik temu yang adil saat proses pemutusan kontrak pada tahun 2023, Sato terpaksa menempuh jalur hukum demi menyelamatkan hak-haknya sebagai pesepak bola profesional.

"Masalah ini bukan merupakan hasil dari laporan baru ataupun tindakan terbaru dari pihak saya. Perkara ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Caumanday Sato, setelah kontrak saya diakhiri pada tahun 2023," kata Sato.

​"Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya. Namun, karena cara situasi kontraktual saya ditangani saat itu serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang wajar selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum," tuturnya menambahkan.

Persib Minta Dirahasiakan

Pemain Persib Bandung, Daisuke Sato melakukan selebrasi setelah mencetak gol pertama timnya ke gawang Bhayangkara FC pada laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (24/03/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sengketa tersebut, kata Sato, kemudian bergulir ke badan hukum internasional yang berwenang. Ia mengungkap bahwa manajemen Pangeran Biru sempat mengajukan keberatan dan melakukan upaya hukum, keputusan akhir dari otoritas sepak bola tetap memenangkan posisi Daisuke Sato.

​Pemain yang kini memperkuat One Taguig itu juga membeberkan fakta bahwa pihak Persib sempat meminta agar hasil putusan sengketa ini dirahasiakan dari publik demi menjaga nama baik klub.

​"Persib meminta agar putusan tersebut tidak dipublikasikan dengan mencantumkan nama pemain dan klub, dengan alasan adanya kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa perkara ini seharusnya ditangani secara transparan," ungkapnya.

​Lebih jauh Sato menegaskan bahwa sanksi banned dari FIFA yang diterima Persib murni karena kelalaian manajemen dalam mematuhi tenggat waktu pembayaran atau eksekusi putusan, bukan karena dirinya baru mengadu ke FIFA saat ini.

​"Oleh karena itu, larangan pendaftaran pemain yang saat ini dijatuhkan oleh FIFA bukanlah karena saya baru melaporkan klub sekarang. Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari kegagalan untuk mematuhi putusan akhir dalam batas waktu yang telah ditentukan," tegas Sato.

Pesan kepada Bobotoh

Pemain Persib Bandung, Daisuke Sato melakukan selebrasi setelah mencetak gol pertama timnya ke gawang Bhayangkara FC pada laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (24/03/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

​Di akhir klarifikasinya, Sato turut menyampaikan pesan menyentuh kepada Bobotoh. Ia memastikan tidak ada dendam personal kepada klub maupun suporter.

Langkah hukum ini diambil murni sebagai bagian dari hubungan industrial antara pekerja dan pemberi kerja. Ia juga meminta publik untuk bijak dan melihat kronologi kasus ini secara utuh sebelum melayangkan kritik atau menghujat dirinya di media sosial.

​"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib maupun dengan klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, serta sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi," tulis Sato.

​"Saya tetap bersyukur atas waktu yang saya habiskan di Indonesia dan akan terus menghormati Persib Bandung, Bobotoh, serta sepak bola Indonesia," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya