Mengapa Ousmane Dembele Mengeksekusi Penalti dengan Kaki Kanan di Laga PSG vs Arsenal?

PSG sempat berada dalam tekanan sebelum Dembele berhasil menyamakan skor lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 31 Mei 2026, 22:41 WIB
Ousmane Dembele dari PSG mencetak gol dari titik penalti yang menjadi gol pembuka timnya selama pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest, Hongaria, Sabtu, 30 Mei 2026. (AP Photo/Andreea Alexandru)

Liputan6.com, Jakarta - PSG sukses mempertahankan mahkota Liga Champions usai menundukkan Arsenal pada laga final yang digelar di Budapest, Sabtu (30/5/2026). Salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam pertandingan tersebut adalah gol penalti yang dicetak Ousmane Dembele.

Tim asal Paris itu sempat berada dalam tekanan sebelum Dembele berhasil menyamakan skor lewat eksekusi dari titik putih. Menariknya, sang penyerang Prancis memilih menggunakan kaki kanan saat mengeksekusi penalti tersebut.

Pilihan itu cukup mengejutkan banyak penggemar karena Dembele selama ini lebih dikenal sebagai pemain yang identik dengan kaki kiri. Namun, keputusan tersebut sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari karakter permainannya.

Mengapa Dembele Memilih Kaki Kanan?

Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Ousmane Dembele, mencetak gol penyeimbang kedudukan dari titik putih ke gawang Arsenal dalam laga final Liga Champions 2025/2026, Sabtu (30/5/2026). (FRANCK FIFE / AFP)

Kebiasaan Dembele mengambil penalti dengan kaki kanan sudah terlihat sejak dirinya masih memperkuat Stade Rennais. Ketika mendapat pertanyaan mengenai alasan di balik pilihannya itu, ia memberikan penjelasan yang sederhana.

Menurut Dembele, tendangan menggunakan kaki kanan terasa lebih bertenaga dibandingkan kaki kirinya. Karena itu, ia merasa lebih percaya diri memakai kaki kanan saat menghadapi situasi penting di depan gawang.

Saat resmi bergabung dengan Barcelona pada tahun 2017, Dembele kembali membahas kemampuan unik yang dimilikinya. Kala itu ia mengatakan, "Saya ambidextrous. Saya lebih suka menggiring bola dengan kaki kiri, tetapi saya senang menembak dengan kaki kanan."

Istilah ambidextrous merujuk pada kemampuan seseorang menggunakan sisi kanan dan kiri tubuh dengan kualitas yang hampir sama baiknya. Kemampuan tersebut tergolong jarang dimiliki atlet dan bisa muncul secara alami maupun berkembang melalui latihan yang panjang.

Kelebihan yang Menjadi Mimpi Buruk Bek Lawan

Ousmane Dembele (kanan) mengeksekusi penalti pada final Liga Champions Paris Saint-Germain vs Arsenal di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AFP/Nicolas Tucat)

Kemampuan memainkan kedua kaki menjadikan Dembele sebagai pemain yang sangat sulit ditebak. Ia mampu melakukan penetrasi dari sisi kiri maupun kanan tanpa kehilangan efektivitas dalam penyelesaian akhir.

Keunggulan itu memberinya banyak variasi ketika berhadapan langsung dengan pemain bertahan. Lawan sering kali kesulitan menebak apakah ia akan menggiring bola, mengumpan, atau melepaskan tembakan ke gawang.

Hal tersebut kembali terlihat pada final Liga Champions. Dembele sempat memperlihatkan gerakan yang seolah akan diakhiri dengan kaki kiri, sebelum akhirnya melepaskan tendangan keras menggunakan kaki kanan yang tak mampu dibendung David Raya.

Kans Besar Kembali Menyabet Ballon d'Or

Ousmane Dembele merayakan gol pembuka untuk Paris Saint-Germain di Anfield saat laga leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan Liverpool, 14 April 2026. (AFP/FRANK FIFE).

Keberhasilan PSG mempertahankan gelar Liga Champions turut memperkuat posisi Dembele dalam perburuan Ballon d'Or 2026. Kontribusinya sepanjang musim menjadi salah satu alasan utama namanya kembali masuk daftar kandidat terkuat.

Sepanjang musim ini, Dembele membukukan 20 gol serta 11 assist dalam 40 pertandingan di berbagai ajang. Catatan tersebut menegaskan betapa penting perannya dalam kesuksesan PSG.

Meski demikian, peluangnya meraih penghargaan individu bergengsi itu juga akan dipengaruhi penampilannya bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Apabila mampu tampil impresif dan membawa Les Bleus meraih prestasi tinggi, peluang Dembele untuk mempertahankan gelar pemain terbaik dunia akan semakin terbuka.

Bagi PSG, keberhasilan mempertahankan trofi Liga Champions menjadi bukti bahwa mereka mampu menjaga standar tertinggi di sepak bola Eropa. Sementara bagi Dembele, laga final tersebut kembali menegaskan bahwa kemampuan bermain sama baiknya dengan kedua kaki merupakan senjata utama yang membuatnya begitu istimewa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya