Demi Cetak Grandmaster Baru, Percasi Siapkan Program Catur Masuk Sekolah

Percasi era 2026-2030 bertekad mencetak GM baru. Program Catur Masuk Sekolah jadi salah satu andalan.

OlehThomas
Diterbitkan 28 Juli 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) resmi memasuki babak baru. Kepengurusan masa bakti 2026-2030 yang dipimpin Agustiar Sabran resmi dilantik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (27/7/2026), menggantikan GM Utut Adianto.

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pengurus KONI Pusat, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta seluruh pengurus baru PB Percasi. Momentum ini menjadi awal kepemimpinan Agustiar Sabran dalam membawa arah baru pembinaan olahraga catur nasional selama empat tahun ke depan.

Usai dilantik, Agustiar langsung memaparkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus kepengurusannya, mulai dari memperluas program Catur Masuk Sekolah, mencetak lebih banyak Grandmaster (GM) Indonesia, hingga mengembangkan ekosistem catur digital.

Agustiar mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat soliditas internal organisasi sebelum menjalankan berbagai program pembinaan.

"Olahraga catur itu mengutamakan persatuan di mana setiap gerakan harus selaras dalam mencapai tujuan. Makanya, pada tahap awal, kita akan melakukan konsolidasi dan menyamakan persepsi. Kemudian, kita akan menyusun program jangka pendek, menengah dan panjang," kata Agustiar dilansir Antara.

Menurut dia, kesamaan visi seluruh pengurus menjadi fondasi penting agar target pembinaan prestasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Perluas Program Catur Masuk Sekolah

Salah satu program yang menjadi prioritas dalam jangka pendek adalah memperluas implementasi Catur Masuk Sekolah.

Agustiar menilai pondasi program tersebut sudah dibangun pada kepengurusan sebelumnya melalui kerja sama PB Percasi dengan BPK Penabur yang menjadikan catur sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, BPK Penabur juga telah rutin menggelar kompetisi catur tingkat SD, SMP, dan SMA, baik di level nasional maupun internasional.

"Selama ini PB Percasi telah menggandeng BPK Penabur yang menjadikan catur sebagai olahraga ekstrakurikuler. Tidak hanya itu, BPK Penabur juga telah menggelar kompetisi antar pelajar SD, SMP, dan SMA tingkat nasional dan internasional. Makanya, kita akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang menjadi pemangku kepentingan di sekolah," ujarnya.

Ia berharap program tersebut mampu memperluas pembinaan sejak usia dini sekaligus memperkenalkan catur sebagai olahraga yang membentuk karakter, kemampuan berpikir, dan daya saing generasi muda.

Target Lahirkan Grandmaster Baru

Selain pembinaan di tingkat pelajar, Agustiar juga menaruh perhatian besar terhadap regenerasi pecatur elite Indonesia.

Ia mengakui jumlah Grandmaster Indonesia masih terbatas sehingga PB Percasi akan memperbanyak kejuaraan internasional berstatus FIDE Rated maupun mengirim pecatur muda bertanding ke luar negeri agar mampu meningkatkan elo rating mereka.

"Target jangka panjang kita mencetak Grand Master lebih banyak untuk mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di ajang single maupun multi event internasional," tegasnya.

Menurut Agustiar, proses pencarian bibit atlet juga akan diperluas hingga ke daerah-daerah agar potensi pecatur berbakat tidak hanya berasal dari kota besar.

Perkembangan catur digital yang semakin diminati masyarakat juga menjadi bagian dari agenda kepengurusan baru.

Agustiar memastikan PB Percasi tidak hanya berfokus pada catur konvensional, tetapi juga akan memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet di sektor catur online.

"Catur Online juga akan dapat perhatian," katanya.

 

KONI Minta Tata Kelola Organisasi Diperkuat

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi berbagai prestasi yang telah diraih cabang olahraga catur Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia berhasil meraih satu medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Sementara pada ajang 9th Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di Zhuhai, China, Indonesia membawa pulang empat medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

"Prestasi ini menjadi bukti kerja keras para atlet, pelatih, dan jajaran pengurus PB Percasi, Pengprov Percasi, hingga pengurus kabupaten/kota. KONI Pusat berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan prestasi PB Percasi agar mampu melahirkan atlet-atlet berkelas dunia dan meraih prestasi lebih tinggi pada berbagai kejuaraan internasional," ujar Marciano.

Di sisi lain, Marciano mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional sebagai fondasi peningkatan prestasi.

Ia juga meminta PB Percasi terus menggulirkan kompetisi berjenjang mulai dari tingkat klub, kabupaten/kota hingga provinsi dengan dukungan sport science agar pembinaan atlet berlangsung secara berkesinambungan.

"Pembinaan dapat dilakukan mulai dari klub-klub, kabupaten-kota hingga provinsi dengan melibatkan sport science sehingga menghasilkan prestasi berkelanjutan," tutupnya.