Kai Havertz Masuk Daftar Elite! 9 Pemain yang Pernah Cetak Gol di Beberapa Final Liga Champions

Kai Havertz masuk daftar eksklusif pemain yang mencetak gol di lebih dari satu final Liga Champions. Hanya sembilan pemain yang pernah melakukannya.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 02 Juni 2026, 17:54 WIB
Kai Havertz berhasil membungkam kritik setelah kepindahan dari Chelsea dengan harga mahal. Havertz kini sudah dianggap sebagai pemain penting bagi tim asuhan Mikel Arteta. Setelah menjadi pemain inti reguler, Havertz sangat pantas untuk mengenakan nomor punggung 10 di Arsenal. (Glyn KIRK / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Liga Champions selalu menghadirkan panggung terbesar bagi para pemain terbaik dunia. Namun, tidak banyak pesepak bola yang mampu meninggalkan jejak abadi di partai final kompetisi tersebut.

Mencetak gol di final Liga Champions sudah merupakan pencapaian luar biasa. Hanya segelintir pemain yang mampu mengulanginya dalam lebih dari satu kesempatan.

Keberhasilan itu membutuhkan kualitas, mentalitas, dan kemampuan tampil maksimal saat tekanan berada di titik tertinggi. Karena alasan itulah daftar pemain yang mampu melakukannya sangat eksklusif.

Kai Havertz menjadi nama terbaru yang masuk ke kelompok elite tersebut. Gelandang serang Arsenal itu kembali mencetak gol di final Liga Champions setelah sebelumnya melakukannya bersama Chelsea.

Meski Arsenal akhirnya kalah melalui adu penalti dari PSG pada final 2026, gol Havertz membuat namanya sejajar dengan sejumlah legenda sepak bola dunia. Berikut sembilan pemain yang berhasil mencetak gol dalam lebih dari satu final Liga Champions.

1. Kai Havertz

Gelandang Arsenal asal Jerman, nomor punggung 29 Kai Havertz, merayakan gol pembuka dalam pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Burnley di Stadion Emirates di London pada 18 Mei 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Kai Havertz beberapa kali diragukan sepanjang kariernya, tetapi ia kembali membuktikan kemampuannya di panggung terbesar. Pemain asal Jerman itu memiliki catatan impresif ketika tampil di final Liga Champions.

Pada final 2021, Havertz menjadi penentu kemenangan Chelsea atas Manchester City. Gol tunggalnya membawa The Blues meraih gelar juara Eropa.

Lima tahun kemudian, Havertz kembali mencatatkan namanya di papan skor saat membela Arsenal melawan PSG. Ia menjadi pemain ketiga di era Liga Champions yang mampu mencetak gol final bersama dua klub berbeda.

2. Vinicius Junior

Vinicius Junior dari Real Madrid merayakan setelah memberi assist kepada rekannya, Kylian Mbappe, untuk mencetak gol dalam laga La Liga antara Real Oviedo dan Real Madrid di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Spanyol, Minggu, 24 Agustus 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Vinicius Junior memainkan peran penting dalam kesuksesan Real Madrid di Eropa. Penyerang Brasil itu mencetak gol penentu kemenangan atas Liverpool pada final 2022.

Dua tahun berselang, Vinicius kembali mencetak gol di partai puncak. Kali ini ia membantu Real Madrid mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 2-0.

Produktivitas Vinicius di Liga Champions menjadi salah satu senjata utama Los Blancos. Sebagian besar gol pentingnya lahir di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.

3. Cristiano Ronaldo

Penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo menggendong trofi sambil menunjukkan lima jarinya usai menjadi juara Liga Champions di Stadion NSK Olimpiyskiy, Ukraina (26/5). (AP/Pavel Golovkin)

Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain paling sukses dalam sejarah Liga Champions. Bintang Portugal itu mencetak gol di tiga final berbeda bersama dua klub berbeda.

Ronaldo membuka keunggulan Manchester United saat menghadapi Chelsea pada final 2008. Meski sempat gagal mengeksekusi penalti, timnya tetap keluar sebagai juara.

Bersama Real Madrid, ia kembali mencetak gol pada final 2014 dan 2017. Penampilannya semakin mengukuhkan status sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

4. Lionel Messi

Lionel Messi, mesin gol Barcelona. (c) AFP

Lionel Messi meraih empat gelar Liga Champions sepanjang kariernya bersama Barcelona. Dua dari empat trofi tersebut diraih dengan kontribusi gol di partai final.

Messi mencetak gol saat Barcelona mengalahkan Manchester United pada final 2009. Dua tahun kemudian, ia kembali membobol gawang lawan yang sama dalam kemenangan di Wembley.

Penampilannya membuat Manchester United kesulitan sepanjang laga. Bahkan Sir Alex Ferguson kemudian mengakui bahwa Messi menjadi faktor utama kekalahan timnya.

5. Raul Gonzalez

Raul Gonzalez (c) AFP

Raul Gonzalez merupakan salah satu ikon terbesar dalam sejarah Real Madrid. Penyerang asal Spanyol itu mencetak gol pada final 2000 dan 2002.

Golnya membantu Real Madrid mengalahkan Valencia dengan skor 3-0 pada final 2000. Dua tahun kemudian, Raul kembali membuka keunggulan saat menghadapi Bayer Leverkusen.

Kontribusinya menjadi bagian penting dari era kejayaan Real Madrid di awal tahun 2000-an. Raul juga dikenal sebagai salah satu pencetak gol paling konsisten di kompetisi Eropa.

6. Mario Mandzukic

Pemain Juventus, Mario Mandzukic merayakan golnya ke gawang Fiorentina pada lanjutan Serie A di Allianz Stadium, Turin, (20/9/2017). Juventus menang 1-0. (Alessandro Di Marco/ANSA via AP)

Mario Mandzukic dikenal sebagai pemain yang selalu tampil besar di laga besar. Striker Kroasia itu mencetak gol saat Bayern Munchen mengalahkan Borussia Dortmund pada final 2013.

Empat tahun kemudian, ia kembali mencetak gol ketika membela Juventus melawan Real Madrid. Gol salto spektakulernya hingga kini masih dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah final Liga Champions.

Mandzukic kemudian juga mencetak gol pada final Piala Dunia 2018. Catatan tersebut semakin menegaskan reputasinya sebagai spesialis pertandingan besar.

7. Sergio Ramos

Selebrasi bek Real Madrid, Sergio Ramos setelah menjebol gawang Inter Milan pada laga fase Grup B Liga Champions 2020/2021 di Alfredo di Stefano Stadium, Madrid (3/11/2020). Setelah membela Real Madrid selama hampir 16 tahun sejak 2005/2006 dan tampil dalam 671 laga dengan torehan 101 gol dan 45 assist, Sergio Ramos yang sukses mempersembahkan 5 gelar La Liga dan 4 trofi Liga Champions harus angkat kaki secara cuma-cuma menuju PSG pada awal musim 2021/2022. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Sergio Ramos memiliki kemampuan luar biasa untuk muncul pada momen penting. Bek asal Spanyol itu mencetak gol krusial pada dua final Liga Champions berbeda.

Gol sundulannya pada masa tambahan waktu final 2014 menyelamatkan Real Madrid dari kekalahan melawan Atletico Madrid. Gol tersebut membuka jalan menuju gelar La Decima yang sangat dinantikan.

Dua tahun kemudian, Ramos kembali mencetak gol saat Real Madrid menghadapi Atletico Madrid. Los Blancos akhirnya kembali menjadi juara setelah memenangkan adu penalti.

8. Gareth Bale

Gareth Bale. Pemain sayap Wales berusia 32 tahun yang telah berseragam Real Madrid selama 8 musim sejak 2013/2014 ini telah mencetak 16 gol di Liga Champions bersama Los Blancos. Jumlah gol tersebut dicetaknya dari total 56 laga. (AFP/Franck Fife)

Gareth Bale menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam era sukses Real Madrid di Eropa. Ia mencetak gol penting pada final 2014 saat menghadapi Atletico Madrid.

Puncak penampilannya terjadi pada final 2018 melawan Liverpool. Bale mencetak gol salto luar biasa yang menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Liga Champions.

Ia juga menambah satu gol lagi dari luar kotak penalti pada laga tersebut. Kontribusinya memastikan Real Madrid mempertahankan dominasi di Eropa.

9. Samuel Eto'o

2. Samuel Eto'o (Barcelona) – Tidak menjadi pilihan utama di Real Madrid membuat striker Kamerun ini tersingkir. Hijrah dari Los Blancos, karier pemain bernomor sembilan ini meningkat pesat dan meraih banyak gelar di Barcelona. (EPA/Daniel Dalzennar)

Samuel Eto'o merupakan salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Afrika. Ia sukses mencetak gol pada dua final Liga Champions bersama Barcelona.

Gol pertama lahir saat menghadapi Arsenal pada final 2006. Barcelona kemudian membalikkan keadaan dan mengangkat trofi juara.

Tiga tahun kemudian, Eto'o kembali mencetak gol ketika Barcelona mengalahkan Manchester United. Setelah itu, ia juga meraih gelar Liga Champions bersama Inter Milan dan mengukuhkan statusnya sebagai legenda sepak bola dunia.

Sumber: Planet Football

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya