PBVSI Resmi Tetapkan Salary Cap Mulai Proliga 2027, Harap Peserta Bertambah

Kebijakan pembatasan gaji (salary cap) akan mulai diberlakukan PBVSI pada Proliga 2027.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 02 Juni 2026, 21:30 WIB
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo mengumumkan kebijakan pembatasan gaji (salary cap) akan mulai diberlakukan PBVSI pada Proliga 2027. (Liputan6.com/Dimas Ramadhan)

Liputan6.com, Jakarta - Terobosan baru akhirnya dilakukan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) terkait kompetisi Proliga. Federasi resmi mengumumkan akan menerapkan kebijakan pembatasan gaji (salary cap) bagi seluruh tim peserta Proliga 2027.

Pengumuman penetapan salary cap untuk Proliga 2027 tersebut diumumkan secara langsung oleh Ketua Umum PP PBVSI, Komjen Pol (Purn) Drs. Imam Sudjarwo pada Selasa (2/6). Kebijakan ini berlaku untuk pemain lokal maupun asing.

BACA JUGA: Imam Sudjarwo Ungkap Alasan PBVSI Terapkan Salary Cap di Proliga

Sesuai Surat Keputusan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Nomor 24/SK/PP.PBVSI/V/2026 tentang Peraturan Peminjaman Pemain dan Batas Maksimum Gaji (Salary Cap) Kompetisi Proliga, ditetapkan bahwa gaji setiap tim yang memiliki 12 pemain lokal maksimal Rp600 juta per bulan.

Kemudian untuk pemain asing, batas gajinya US$ 40.000 per bulan dalam satu tim untuk dua pemain asing, dengan pemain asing maksimal bergaji US$ 20.000 atau sekitar Rp 357 juta lebih (kurs Rp 17.859).

Pengawasan Ketat

Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo memberikan sambutan pada upacara pelepasan untuk kejuaraan AVC Women's Volleyball Cup yang dilakukan di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Selasa (2/6/2026).

Imam menjelaskan, penerapan batas gaji tersebut akan disertai sistem pengawasan yang ketat untuk mencegah terjadinya pelanggaran maupun praktik kontrak yang tidak transparan.

PBVSI akan melibatkan Dewan Pengawas serta auditor independen untuk melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak pemain asing yang didaftarkan klub.

Jadi setiap klub wajib menyerahkan data pemain asing kepada PP PBVSI paling lambat satu bulan sebelum kompetisi bergulir. Seluruh dokumen tersebut kemudian akan diaudit oleh tim pengawas yang terdiri atas dua perwakilan PBVSI dan satu auditor eksternal. 

Langkah itu dilakukan untuk meminimalisir penyimpangan yang berpotensi terjadi dalam proses perekrutan pemain asing, termasuk praktik pembayaran di luar kontrak resmi yang selama ini kerap menjadi perhatian pengelola kompetisi.

Tim Khusus Urus Pemain Asing

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Imam Sudjarwo (ketiga kiri) saat menghadiri upacara pelepasan Timnas voli putri Indonesia di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Jawa Barat, Selasa (2/6/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Selain itu, PBVSI disebut Imam juga berencana membentuk tim khusus yang bertugas menghimpun data pemain asing dari berbagai negara. 

Nantinya, kata Imam, seluruh nama pemain yang masuk dalam daftar tersebut akan diverifikasi, termasuk nilai kontrak yang sesuai dengan ketentuan salary cap yang telah ditetapkan PBVSI untuk musim 2027.

Menurut purnawirawan jenderal bintang tiga polisi itu, mekanisme tersebut memungkinkan federasi mengetahui kisaran nilai kontrak pemain asing, sehingga dapat mengontrol kemungkinan adanya kesepakatan di luar aturan yang berlaku.

"Ya nanti PBVSI juga menunjuk semacam dewan yang akan mengumpulkan nama-nama pemain di dunia ke dalam daftar pemain asing yang dicatat atau masuk list, tentu nilainya yang tidak lebih dari US$ 20.000 per orang," ujar dia.

Penggodokan 2-3 Tahun

Jakarta Bhayangkara Presisi memimpin klasemen sementara putra putran pertama final four Proliga 2026 dengan 6 poin dan dua kemenangan. (foto: PBVSI)

Imam menjelaskan, kebijakan ini ditetapkan oleh PBVSI setelah melalui berbagai tahapan pertimbangan. Bahkan proses penggodokannya sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

"Ini sudah lama ya, kita bahas sudah cukup lama, 2 sampai 3 tahun yang lalu kita bahas. Nah, baru hari ini saya declare," kata Imam dalam keterangan pers di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor.

"Pasti timbul pertanyaan, kenapa harus menjadi ada peraturan tentang peminjaman atlet dan juga tentang salary cap? Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi selama ini, maka jumlah pemain dalam Proliga itu selalu menurun setiap tahun," tambahnya.

Jumlah Peserta Bertambah

Sementara itu, Bhayangkara Presisi memberikan perlawanan sengit lewat Rendy Tamamilang, Martin Atanasov, hingga Bardia Saadat. (Dok. PBVSI)

Karena itu, Imam berharap adanya kebijakan pembatasan gaji dapat membuat kontestan Proliga 2027 semakin bertambah. Sehingga kualitas kompetisi nasional Proliga akan meningkat dan juga bisa mendukung pembentukan tim nasional yang lebih kuat.

"Harapannya dengan ada pengaturan transfer pemain dan salary cap ini, supaya eksistensi daripada Proliga itu tetap masih bisa berjalan ke depan, tidak berhenti," kata Imam.

"Ya, harapannya dengan peraturan ini, maka pemainnya yang kelompok menengah ini bisa ikut, bisa ikut bermain, ya, bisa ikut bertanding, diberikan kesempatan yang sama. Ya, sehingga pesertanya baik putra maupun putri itu akan lebih banyak lagi. Itu dalam rangka juga upaya pembinaan prestasi kita," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya