Formula 1 2026 Berpotensi Kembali ke Malaysia, Gantikan Bahrain

Malaysia dikabarkan akan kembali menjadi tuan rumah Formula 1 pada Oktober 2026, menggantikan Grand Prix Bahrain yang dibatalkan akibat konflik Timur Tengah.

OlehThomas
Diterbitkan 26 Juli 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Grand Prix Formula 1 berpotensi kembali digelar di Malaysia pada Oktober 2026, mengisi slot yang ditinggalkan oleh pembatalan balapan di Bahrain. Sirkuit Internasional Sepang, dekat Kuala Lumpur, disebut-sebut akan menjadi tuan rumah ajang balap jet darat tersebut pada akhir pekan 2-4 Oktober. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengisyaratkan pengumuman resmi akan dilakukan pada 26 Juli terkait kembalinya F1 ke negaranya.

Pembatalan Grand Prix Bahrain 2026, yang semula dijadwalkan pada 12 April, terjadi pada 14 Maret lalu akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya perang Iran. Situasi serupa juga menyebabkan Grand Prix Arab Saudi 2026, yang seharusnya berlangsung pada 19 April, turut dibatalkan. Formula 1 dan FIA menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi cermat terhadap situasi yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Awalnya, ada harapan balapan Bahrain dapat dijadwal ulang pada awal Oktober, namun konflik yang berlanjut membuat rencana tersebut tidak mungkin dilakukan. Pembatalan dua seri ini mengurangi kalender F1 2026 dari 24 menjadi 22 balapan, padahal Formula 1 memiliki perjanjian komersial yang mengharuskan kalender tidak kurang dari 22 acara.

Meskipun akan diadakan di Sepang, balapan ini secara resmi akan menyandang nama "Bahrain Grand Prix" karena Bahrain bersedia membiayai acara tersebut dan ingin namanya tetap tertera.

Sepang Kembali Jadi Sorotan F1

Malaysia sendiri pernah menjadi tuan rumah Formula 1 dari tahun 1999 hingga 2017, sebelum balapan tersebut dihapus dari kalender karena biaya yang meningkat dan penjualan tiket yang menurun. Namun, Sirkuit Sepang tetap beroperasi sejak saat itu, menjadi tuan rumah putaran MotoGP dan mempertahankan standar teknis yang diperlukan untuk acara yang disetujui FIA.

Lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur dan kurang dari satu jam penerbangan dari Singapura menjadikannya salah satu alternatif paling praktis secara logistik.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Taufiq Johari, pada 24 Juli mengkonfirmasi bahwa negaranya secara resmi dipertimbangkan sebagai tuan rumah pengganti. "Kementerian pemerintah terkait sedang dalam diskusi rinci dengan Perdana Menteri," kata Taufiq Johari.

Laporan dari tahun 2024 juga menunjukkan bahwa Petronas, perusahaan minyak negara Malaysia dan mitra Mercedes F1, telah berupaya untuk mengembalikan Grand Prix pada tahun 2026. Malaysia dilaporkan tidak memiliki dana untuk menyelenggarakan Grand Prix sendiri, sehingga tawaran pendanaan dari Bahrain diterima dengan antusias.

Dampak Konflik dan Opsi Pengganti Lain

Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah juga menimbulkan keraguan tentang Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi di akhir musim 2026. Ini berarti ada kemungkinan lebih banyak perubahan pada kalender F1 mendatang.

Imola di Italia telah muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi tuan rumah balapan penutup musim jika balapan di Qatar dan Abu Dhabi juga harus dibatalkan. Sirkuit Suzuka Jepang juga sempat disebutkan sebagai kemungkinan alternatif, meskipun tim-tim dilaporkan kurang antusias untuk kembali ke Jepang untuk balapan kedua dalam satu musim.

Selain itu, Portimão di Portugal dan Istanbul Park di Turki juga telah disebutkan sebagai kemungkinan pengganti. Namun, kedua sirkuit ini dianggap kurang memungkinkan karena adanya pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.