Liverpool Bayar Mahal untuk Pecat Arne Slot, Berapa Nilainya?

Liverpool harus mengeluarkan dana besar untuk memecat Arne Slot. Simak rincian kompensasi yang dibayar klub kepada pelatih asal Belanda itu.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 03 Juni 2026, 11:53 WIB
Hasil imbang tersebut membuat tim Liverpool racikan pelatih Arne Slot itu menutup Liga Premier Inggris musim 2024/2025 dengan raihan 84 poin dari 38 pertandingan. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool harus merogoh kocek cukup dalam setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot sebelum kontraknya berakhir. Keputusan itu diambil hanya setahun setelah sang pelatih membawa klub meraih gelar Liga Inggris.

Arne Slot diberhentikan dari kursi pelatih Liverpool sepekan setelah tim memastikan tiket Liga Champions pada pekan terakhir musim 2025/2026. The Reds mengakhiri kompetisi di posisi kelima, jauh di bawah ekspektasi setelah sebelumnya menjadi juara liga.

Sebelum pemecatan terjadi, Slot masih yakin akan tetap menangani Liverpool pada musim berikutnya. Namun, manajemen akhirnya memilih arah baru untuk proyek tim di Anfield.

Liverpool Keluarkan Kompensasi Miliaran Rupiah

Meski kalah, Arne Slot mencoba tetap optimis. Skor 0-2 dianggapnya masih dalam batas aman untuk dikejar saat mereka bermain di hadapan publik sendiri pada leg kedua nanti. (AP Photo/Aurelien Morissard)

Menurut laporan The Athletic, Liverpool harus membayar sekitar 9,4 juta dolar AS kepada Slot untuk memenuhi sisa satu tahun kontraknya. Dengan kurs sekitar Rp17.878 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp168,1 miliar.

Jumlah itu memang tidak sebesar kompensasi yang pernah dibayarkan klub-klub papan atas Liga Inggris lainnya. Sebagai perbandingan, Manchester United dikabarkan mengeluarkan 22,5 juta dolar AS untuk mengakhiri kontrak Ruben Amorim yang masih tersisa 18 bulan.

Meski demikian, pengeluaran tambahan ini menambah beban finansial Liverpool dalam beberapa musim terakhir. Klub juga diketahui menggelontorkan dana besar pada bursa transfer musim panas sebelumnya untuk memperkuat skuad.

Nama-nama seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Hugo Ekitike datang dengan harapan membawa tim tetap bersaing di papan atas. Akan tetapi, Liverpool justru mengalami penurunan performa dengan hanya mengumpulkan 60 poin di Liga Inggris.

Akhir Musim Buruk Jadi Faktor Penting

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot, memeluk striker Mesir nomor punggung 11, Mohamed Salah, setelah pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Bournemouth di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 15 Agustus 2025. Liverpool menang dengan skor 4-2. (Paul ELLIS/AFP)

Kinerja Liverpool pada fase akhir musim menjadi salah satu faktor yang memperlemah posisi Slot. Tim hanya meraih tiga kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Liverpool bahkan menutup musim tanpa kemenangan dalam empat laga terakhir. Mereka kalah dari Manchester United dan Aston Villa, lalu bermain imbang melawan Chelsea serta Brentford.

Laporan yang sama mengungkap bahwa Slot tidak memperkirakan dirinya akan kehilangan pekerjaan. Ia masih terlibat dalam pembahasan pramusim dan rencana perekrutan pemain ketika keputusan pemecatan dibuat.

Kini, Liverpool mulai mencari sosok baru untuk memimpin tim pada musim depan. Nama mantan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, masuk dalam daftar kandidat terkuat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Slot.

Bagi Slot, akhir kisahnya di Anfield terbilang kontras dengan pencapaian setahun sebelumnya. Dari seorang pelatih juara Liga Inggris, ia kini harus menerima kompensasi besar setelah kehilangan pekerjaannya di Liverpool.

Sumber: Sports Illustrated

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya