PBSI Tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026, Ini Alasannya

PBSI menarik dua pasangan ganda putra terbaik Indonesia dari Australian Open 2026.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 09 Juni 2026, 11:00 WIB
Ganda putra indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juara Australian Open 2025 setelah menang atas seniornya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pada laga final di Quaycentre, Minggu (23/11). (foto: PBSI)

Liputan6.com, Jakarta - Tim pelatih ganda putra Pelatnas PBSI mengambil keputusan mengejutkan jelang Australian Open 2026. Dua pasangan terbaik, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ditarik dari keikutsertaan turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.

Pengumuman penarikan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin disampaikan PBSI sehari jelang turnamen bergulir pada Senin (8/6/2026). Keduanya dipastikan tak jadi berkompetisi di Australian Open 2026 yang berlangsung pada 9-14 Juni 2026.

"PBSI dan jajaran pelatih ganda putra memutuskan menarik Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari Australian Open 2026," tulis pernyataan resmi PBSI.

Antonius Budi Ariantho selaku pelatih ganda putra utama Pelatnas PBSI, memberikan penjelasan dan alasan di balik keputusan tersebut. Ia mengatakan penarikan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin diambil setelah melalui diskusi dengan tim pendukung.

Evaluasi untuk Fajar/Fikri

Ekspresi kecewa pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Sohibul Fikri setelah gagal mencetak poin dalam laga 32 besar Indonesia Open 2026 melawan wakil China, Chen Bo Yang dan Liu Yi di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (03/06/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Fajar/Fikri, kata Antonius, ditarik sebagai bentuk evaluasi terhadap kegagalan mereka di Indonesia Open 2026. Duet ganda putra terbaik Tanah Air saat ini tersebut memang gagal total karena terhenti pada babak pertama.

"Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fajar/Fikri masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan kedepannya," kata Antonius.

"Sementara itu, turnamen Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen utama mereka pada periode ini," tambahnya dalam keterangan resmi PBSI, dipetik Selasa (9/6/2026). 

Karena itu, Antonius ingin memfokuskan Fajar/Fikri untuk ajang bergengsi lain yang akan hadir dalam waktu dekat. Kejuaraan Dunia 2026 pada Agustus dan Asian Games 2026 pada September-Oktober.

"Fokus mereka saat ini akan diarahkan pada persiapan yang lebih optimal untuk menghadapi turnamen-turnamen prioritas mereka berikutnya seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games," jelasnya.

Pemulihan untuk Raymond/Joaquin

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus puas menjadi runner-up Indonesia Open 2026 setelah kalah 21-13, 18-21 dan 10-21 dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, Minggu (7/6/2026). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Sementara untuk Raymond/Joaquin, Antonius memilih menarik pasangan tersebut karena alasan kesehatan. Menurutnya, duet muda tersebut perlu waktu istirahat lebih setelah Indonesia Open 2026.

Pada Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin memang jadi salah satu wakil tuan rumah yang bertarung hingga akhir pekan. Mereka bertanding sampai Minggu dalam laga final, meski akhirnya gagal juara.

Nah di Australian Open 2026, Raymond/Joaquin dijadwalkan memainkan partai pertamanya pada Rabu (10/6) jika jadi ikut serta. Menurut Antonius jarak waktu tersebut tak ideal sehingga keputusan menarik mereka harus diambil. 

"Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open," katanya.

"Apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh," tutup Antonius.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya