Aparat AS Geledah Timnas Senegal dan Uzbekistan, Warganet Mengecam

Perlakuan aparat keamanan Amerika Serikat terhadap peserta Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah rekamannya viral di platform media sosial.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 10 Juni 2026, 23:00 WIB
Kantor Manajemen Darurat (OEM) Departemen Kepolisian Transit New Jersey, bersama dengan mitra federal, negara bagian, kabupaten dan lokal, melakukan latihan tanggap darurat di stasiun kereta api dekat Stadion MetLife menjelang Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, pada 18 April 2026. (Leonardo MUNOZ/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Tindakan aparat keamanan Amerika Serikat terhadap beberapa peserta Piala Dunia 2026 mendapatkan sorotan negatif setelah sejumlah video yang beredar di media sosial menjadi viral. Banyak pihak mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap perlakuan yang diterima oleh para peserta tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai laporan mulai bermunculan, mengungkapkan pengalaman kurang menyenangkan yang dialami oleh peserta Piala Dunia 2026 saat memasuki wilayah Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di lapangan tidak seideal yang diharapkan oleh para atlet dan tim.

Sebagai contoh, Timnas Iran dilaporkan hanya diizinkan untuk masuk dan keluar dari Amerika Serikat pada hari pertandingan mereka. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan mengenai perlakuan yang adil terhadap tim yang berpartisipasi dalam turnamen besar tersebut.

Di sisi lain, harga minuman pada laga pemanasan antara Timnas Inggris dan Selandia Baru juga menjadi sorotan, di mana banyak pendukung menganggap harga tersebut sangat tidak wajar. Hal ini menambah daftar keluhan yang dihadapi oleh para penggemar dan peserta selama acara berlangsung.

Kasus lain yang mencolok adalah penyerang Timnas Irak, Aymen Hussein, yang dilaporkan ditahan dan diperiksa hampir tujuh jam di Bandara O'Hare, Chicago, setelah tiba bersama timnya. Insiden ini semakin memperburuk citra penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Pada hari Senin yang lalu, FIFA juga mengumumkan bahwa wasit asal Somalia, Omar Artan, tidak diizinkan untuk memasuki Amerika Serikat, sehingga ia batal bertugas di Piala Dunia 2026. Kejadian-kejadian ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem keamanan dan perlakuan terhadap peserta yang seharusnya dilindungi.

Pemeriksaan Menyeluruh untuk Timnas Senegal

Pemain Senegal berfoto sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup B zona Afrika melawan Mauritania di Stade Abdoulaye Wade, Diamniadio pada tanggal 14.

Baru-baru ini, laporan dari First Post mengungkapkan bahwa keamanan Amerika Serikat dan FIFA kembali menghadapi kritik setelah terungkapnya informasi mengenai pemeriksaan ketat yang dilakukan terhadap pemain Timnas Senegal dan Uzbekistan saat mereka tiba di lokasi markas tim. Delegasi Timnas Senegal dilaporkan harus menjalani pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan mereka di area landasan Bandara San Antonio, yang menimbulkan berbagai reaksi di kalangan penggemar sepak bola.

Rekaman dari proses pemeriksaan ini viral di media sosial, mengundang reaksi keras dari banyak orang. Seorang pengguna X mengekspresikan ketidakpuasannya.

"Delegasi Senegal mendapatkan perlakuan seperti ini saat tiba di Amerika Serikat. Pemeriksaan penuh di landasan, sepatu harus dilepas, isi tas dibongkar seperti penjahat. Ini penghinaan dan memalukan," tulis salah satu pengguna.

Seorang pendukung Timnas Senegal pun turut mengkritik tindakan tersebut. "Pemeriksaan yang dilakukan Amerika terhadap para pemain kami sudah berlebihan dan menurut saya tidak menghormati mereka," tulisnya.

Pakai Anjing Pelacak

Timnas Uzbekistan merayakan sukses mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan kesembilan putaran ketiga Grup A kualifikasi, Uzbekistan berhasil meraih hasil imbang.

Di sisi lain, ketika tiba di New York untuk melakoni pertandingan persahabatan melawan Belanda pada hari Senin, para pemain Uzbekistan dilaporkan harus menjalani pemeriksaan yang melibatkan anjing pelacak narkotika dan detektor logam.

"Amerika memperlakukan tim nasional Uzbekistan seperti sekelompok penjahat. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tulis pengguna X. "Ini bukan cara menyambut dan menghormati tamu. Benar-benar memalukan," balas komentar lain.

Pendapat Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro adalah pelatih Timnas Uzbekistan. (AFP/Damir SENCAR)

Fabio Cannavaro, pelatih Timnas Uzbekistan, memberikan komentarnya setelah timnya menjalani pemeriksaan yang dilakukan. Mantan kapten Timnas Italia yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia pada tahun 2006 tersebut menyatakan bahwa seluruh anggota tim harus mematuhi prosedur keamanan yang menurutnya cukup mencurigakan.

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa itu adalah aturan. Namun, pada akhirnya, pemeriksaan itu hanya dilakukan kepada kami," ungkap Cannavaro kepada para wartawan setelah pertandingan berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Cannavaro juga menjadi salah satu yang diperiksa oleh pihak keamanan. Ia menilai situasi yang dihadapi timnya sebagai sesuatu yang "aneh". "Anda harus menanyakan hal itu kepada mereka," tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan Cannavaro terhadap perlakuan yang diterima oleh timnya, yang seharusnya tidak hanya berlaku untuk mereka saja. Kejadian ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai kebijakan keamanan yang diterapkan dalam acara tersebut.

Jadwal pertandingan Senegal dan Uzbekistan di Piala Dunia 2026.

Gambar Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Tim Senegal dijadwalkan untuk melakoni dua pertandingan awal di Grup I yang berlangsung di Amerika Serikat. Pertandingan pertama mereka adalah melawan Prancis pada tanggal 16 Juni, diikuti dengan pertandingan melawan Norwegia pada 22 Juni. Setelah itu, Senegal akan bertanding melawan Irak di Toronto, Kanada.

Di sisi lain, Uzbekistan akan memulai pertandingan pertamanya dengan menghadapi Kolombia di Mexico City pada 17 Juni. Selanjutnya, mereka akan bertemu dengan Portugal pada 23 Juni dan Republik Demokratik Kongo pada 27 Juni, yang juga akan dilangsungkan di Amerika Serikat.

 

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya