Data FIFA Tak Sesuai dengan Pemandangan Tribune Pas Korea Selatan vs Ceko, Kok Bisa?

Data resmi FIFA menyebut jumlah penonton Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026 hampir memenuhi kapasitas stadion.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 13 Juni 2026, 17:00 WIB
Pemain dari Korea Selatan dan Republik Ceko melakukan salaman sebelum pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 di Guadalajar Stadium, Zapopan, dimulai, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. (Ulises Ruiz / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kontras terjadi antara data penonton resmi FIFA dengan kondisi tribune di stadion saat duel Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan vs Republik Ceko. Perbedaan ini menimbulkan pro dan kontra.

Pertandingan kedua Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan vs Republik Cek telah berlangsung. Taegeuk Warriors sukses keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 di Estadio Akron, Zapopan, Meksiko pada Jumat (12/6/2026).

Secara keseluruhan, laga itu berjalan mulus dan sengit. Tak ada bumbu yang menghiasi duel Korea Selatan vs Republik Ceko. Namun kontroversi justru muncul di luar lapangan. Tepatnya terkait jumlah penonton yang hadir di stadion.

Berdasarkan data resmi FIFA, jumlah penonton yang hadir dan terdata dalam duel tersebut sebanyak 44.985 orang. Angka ini berselisih sangat tipis dengan kapasitas Estadio Akron yang mencapai 45.664 kursi.

Tapi, jumlah itu berbeda dengan pemandangan tribune penonton di stadion. Banyak kursi kosong yang terlihat dalam siaran televisi dan foto-foto di Estadio Akron.

Perbedaan itu membuat para penonton mempertanyakan angka tersebut. Pro dan kontra pun terus mengiringi terkait penyelenggaraan dan transparansi duel Korea vs Ceko. 

Klarifikasi FIFA

Logo FIFA. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)

FIFA sebagai induk sepak bola dunia angkat bicara. Melalui juru bicaranya, FIFA bersikeras bahwa data resmi terkait penonton valid dan sesuai dengan tiket yang terjual berdasarkan kapasitas Estadio Akron.

"Angka kehadiran resmi mencerminkan jumlah tiket yang dipindai dan penonton yang hadir di dalam area stadion," kata jubir FIFA, dipetik dari ESPN, Sabtu (13/6).

"Jadi bukan penilaian visual tentang okupansi tempat duduk pada saat tertentu selama pertandingan," tambahnya.

Banyak Penonton di Lorong

Para pemain Korea Selatan melambaikan tangan kepada para suporternya menyusul kemenangan dalam laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan vs Ceko di Zapopan, dekat Guadalajara, Meksiko, Kamis, 11 Juni 2026. (AP Photo/Matias Delacroix)

FIFA menambahkan, penonton yang memiliki tiket lebih banyak memilih untuk berada di bagian lorong stadion ketimbang tribune. Sehingga tidak ada tindak manipulasi atau rakayasa terkait jumlah penonton.

"FIFA bekerja sama erat dengan otoritas stadion dan tim penjualan tiket untuk memastikan semua angka yang dipublikasikan didasarkan pada data operasional yang terverifikasi," tutur jubir FIFA tanpa nama tersebut.

"Harap dicatat bahwa, selama pertandingan [Kamis] di Guadalajara, beberapa penggemar yang memiliki tiket terlihat berdiri di lorong-lorong daripada tetap berada di tempat duduk yang telah ditentukan sepanjang pertandingan," sambungnya.

Tiket Mahal

Namun, pro dan kontra terus bermunculan terkait hal tersebut. Tak sedikit yang berspekulasi banyaknya kursi kosong dalam laga Piala Dunia 2026 disebabkan oleh mahalnya harga tiket turnamen ini.

Diketahui tiket tribune bawah Estadio Akron dalam duel Korea kontra Ceko dihargai sebrsar US$ 500 atau setara dengan Rp 8,8 juta. Sementara tribune atas diberi harga US$ 400 (setara Rp7,1 juta), sedangkan tribune VIP memiliki harga fantastis Rp 88,8 juta

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya