Leandro Paredes Pertimbangkan Pensiun Susul Lionel Messi Usai Diskors 10 Laga

Leandro Paredes mempertimbangkan pensiun dari tim nasional Argentina setelah diskors 10 pertandingan oleh FIFA menyusul insiden di final Piala Dunia 2026.

OlehThomas
Diterbitkan 03 September 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang tangguh tim nasional Argentina, Leandro Paredes, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri kariernya di kancah internasional. Keputusan ini muncul setelah ia dijatuhi skorsing 10 pertandingan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan menyusul pensiunnya kapten tim, Lionel Messi.

Sanksi berat tersebut merupakan buntut dari keributan yang terjadi pasca-final Piala Dunia FIFA 2026, di mana Argentina dikalahkan Spanyol. Insiden itu berlangsung pada 19 Juli 2026, di Stadion New York New Jersey, setelah pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Spanyol di perpanjangan waktu.

Paredes, yang kini berusia 32 tahun, merasa larangan bermain yang diterimanya terlalu berlebihan. Ia mengklaim bahwa insiden tersebut dipicu oleh tindakan pemain Spanyol, Gavi, yang memukulnya terlebih dahulu.

Kericuhan Final Piala Dunia Berujung Sanksi Berat

Dalam kekacauan yang terjadi di lapangan setelah peluit akhir, Leandro Paredes terekam mendorong pemain Spanyol Gavi hingga terjatuh. Ia juga dituduh mencekik Eric Garcia dan melayangkan pukulan, yang kemudian menjadi dasar tiga dakwaan penyerangan dari FIFA.

Komite Disipliner FIFA secara resmi mengumumkan sanksi pada 21 Agustus 2026. Akibat tindakannya, Paredes dijatuhi larangan bermain dalam 10 pertandingan serta denda sebesar 90.000 dolar AS.

Skorsing ini secara spesifik berlaku untuk pertandingan tim nasional dan tidak akan memengaruhi partisipasinya bersama klubnya, Boca Juniors. FIFA telah menyetujui permintaan dari Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) agar larangan tersebut dapat dijalani baik dalam pertandingan persahabatan Kelas A maupun pertandingan kompetitif.

Hukuman untuk Beberapa Pihak dan Asosiasi Sepak Bola Argentina

Insiden di final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyeret Paredes. Beberapa pemain dan ofisial lain juga menerima sanksi dari FIFA. Nahuel Molina dari Argentina dijatuhi skorsing tujuh pertandingan dan denda 90.000 dolar AS.

Thiago Almada menerima skorsing satu pertandingan dan denda 30.000 dolar AS. Ofisial tim Argentina, Roberto Ayala, juga diskors tiga pertandingan dan didenda 30.000 dolar AS. Sementara itu, pemain Spanyol Gavi, yang terlibat dalam kericuhan, diskors satu pertandingan dan didenda 30.000 dolar AS.

Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sendiri dikenakan denda total 321.000 dolar AS atas berbagai pelanggaran selama Piala Dunia. Pelanggaran tersebut mencakup penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi non-olahraga, perilaku tim, diskriminasi, pelecehan rasis, serta masalah ketertiban dan keamanan. AFA juga diwajibkan memainkan dua pertandingan kandang berikutnya dengan kapasitas stadion tidak lebih dari 50%.

Spekulasi Pensiun dan Pembicaraan dengan Pelatih Scaloni

Leandro Paredes mengisyaratkan bahwa kelanjutan kariernya di tim nasional akan sulit. Hal ini didasari oleh skorsing panjang yang diterimanya, keputusan Lionel Messi untuk pensiun dari timnas, serta usianya yang kini menginjak 32 tahun.

Meskipun FIFA telah mengizinkan skorsingnya dijalani dalam berbagai jenis pertandingan, Paredes tampaknya enggan untuk menjalani larangan tersebut. Ia merasa sanksi 10 pertandingan itu "berlebihan" dan mengklaim bahwa Gavi-lah yang memukulnya lebih dulu, padahal Gavi hanya menerima skorsing satu pertandingan.

Untuk membahas dan meresmikan masa depannya di tim nasional, Paredes menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan pembicaraan dengan pelatih kepala Lionel Scaloni.