Pejabat Gedung Putih Sikapi Protes Iran di Piala Dunia 2026

Pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa timnas Iran telah memahami ketentuan mengenai kehadiran mereka selama Piala Dunia 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 17 Juni 2026, 18:30 WIB
Mohammad Mohebi (8) dari Timnas Iran melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua timnya bersama Mehdi Ghayedi (10) selama pertandingan Grup G Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Mark J. Terrill)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Iran mengungkapkan ketidakpuasan terkait perlakuan yang diterima setelah pertandingan pertama di Piala Dunia 2026. Namun, pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa semua prosedur yang dilalui oleh tim Iran telah sesuai dengan rencana yang telah diuraikan sebelumnya.

"Kami sudah menjelaskan bahwa memang seperti itulah prosesnya," ujar Andrew Giuliani, yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA di Gedung Putih.

Pelatih timnas Iran Amir Ghalenoei sebelumnya menyampaikan rasa kecewa setelah timnya hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada Senin malam atau Selasa pagi waktu Indonesia.

Ghalenoei menambahkan bahwa timnya diminta untuk segera meninggalkan Amerika Serikat hanya beberapa jam setelah pertandingan dan kembali ke tempat latihan mereka di Meksiko.

Padahal, Iran sebenarnya berharap untuk menghabiskan malam di California guna melakukan pemulihan fisik, yang merupakan proses umum setelah pertandingan.

Masalah Visa

Andrew Giuliani berfoto di karpet merah menjelang Pengundian Resmi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC.

Skuad Iran menghadapi tantangan lain yang cukup signifikan. Visa masuk winger Mehdi Torabi telah berakhir setelah pertandingan pertama. Pejabat tim Iran mengungkapkan bahwa mereka sedang berusaha untuk mendapatkan visa baru agar Torabi bisa kembali bergabung dengan tim dalam pertandingan selanjutnya.

Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh CBS News pada Senin malam, Giuliani juga menyatakan bahwa beberapa staf pendukung dan pejabat tim Iran tidak mendapatkan izin untuk memasuki Amerika Serikat. Meskipun demikian, semua pemain serta tim pelatih telah berhasil mendapatkan visa mereka.

Giuliani menjelaskan prosedur yang akan diterapkan bagi Iran saat mereka berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang diadakan di Amerika Serikat. "Tim akan diizinkan masuk satu hari sebelum pertandingan. Mereka kemudian diminta meninggalkan negara ini pada hari pertandingan selesai, yakni pada malam setelah laga berakhir. Prosedur yang sama juga akan berlaku saat mereka bermain di Los Angeles maupun Seattle," ungkap Giuliani. 

Ketika ditanya mengenai alasan penolakan masuk bagi sebagian staf dan pejabat tim Iran, Giuliani tidak memberikan rincian lebih lanjut. Namun, ia mengacu pada pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengenai kebijakan yang ditetapkan untuk individu yang memiliki keterkaitan langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Menteri Rubio sudah menyampaikan dengan sangat jelas. Siapa pun yang memiliki hubungan langsung dengan IRGC tidak akan masuk ke Amerika Serikat, dan mereka tidak akan menjadikan Piala Dunia sebagai alasan untuk bisa masuk," kata Giuliani. "Itulah sebabnya situasinya menjadi sangat jelas," lanjutnya.

Persiapan Iran Terganggu

Iran berhasil mencetak gol penyama kedudukan yang menggagalkan kemenangan Selandia Baru di Piala Dunia 2026 (AFP).

Persiapan tim nasional Iran untuk Piala Dunia 2026 berlangsung dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Proses persiapan mereka terhambat sejak dimulainya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada tanggal 28 Februari yang lalu. Iran sempat mengajukan permohonan kepada FIFA untuk memindahkan tiga pertandingan fase grup mereka dari wilayah Amerika Serikat. Namun, permintaan itu tidak dikabulkan, sehingga Iran memutuskan untuk tetap ikut serta dalam turnamen tersebut.

Kapten Iran Mehdi Taremi mengungkapkan keluhannya mengenai perjalanan yang harus dilalui oleh timnya menjelang pertandingan pertama. Ia menyatakan bahwa rombongan Iran harus menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk perjalanan dan pemeriksaan keamanan saat berangkat dari Tijuana menuju Los Angeles pada minggu lalu. "Karena itu, saya rasa alasan di balik kebijakan tersebut sudah sangat jelas," tambahnya. 

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya