Liputan6.com, Jakarta - Momen tak terduga terjadi di sela-sela gelaran Piala Dunia 2026 ketika pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, terlihat sangat gembira setelah berhasil berswafoto dengan kapten Timnas Inggris, Harry Kane. Video yang merekam interaksi langka ini dengan cepat menyebar luas di media sosial pada sekitar tanggal 19-20 Juni 2026, memicu perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola global.
Kejadian ini memperlihatkan sisi lain dari seorang pelatih kepala tim nasional, yang biasanya dikenal dengan citra serius dan fokus pada strategi pertandingan. Moriyasu tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya, bahkan setelah sesi foto berakhir, wajahnya tampak berseri-seri dan ia terus tersenyum, menunjukkan antusiasme layaknya seorang penggemar sejati.
Advertisement
Interaksi tersebut berlangsung di salah satu venue Piala Dunia 2026, dalam sebuah acara publik, dan berhasil diabadikan oleh kamera dari lembaga penyiaran publik Jepang, NHK.
Momen Spontan di Tengah Piala Dunia 2026
Sebelum pertandingan kedua Jepang di Piala Dunia 2026, Hajime Moriyasu terlihat mendekati Harry Kane, striker andalan yang kini membela Bayern Munchen, dengan ponsel sudah siap di tangan. Moriyasu dengan sopan meminta izin kepada Kane untuk berfoto bersama, yang kemudian disambut ramah oleh kapten Inggris tersebut dengan senyuman ke arah kamera.
Tidak hanya berswafoto, Moriyasu juga sempat berbincang singkat dengan Kane setelah sesi foto. Momen ini terjadi saat Jepang berada di Grup F Piala Dunia 2026, bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia. Tim Samurai Biru sendiri mengawali turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Belanda.
Reaksi Publik dan Sisi Kemanusiaan Sang Pelatih
Video swafoto yang viral ini menuai banyak pujian dari netizen. Mereka mengapresiasi spontanitas dan sisi kemanusiaan Moriyasu, yang menunjukkan bahwa seorang pelatih kepala tim nasional pun bisa memiliki idola dan menjadi penggemar.
Momen ini dianggap unik karena jarang sekali seorang pelatih kepala tim nasional secara pribadi menghampiri pemain dari negara lain hanya untuk meminta foto bersama. Hal ini mencerminkan adanya rasa hormat dan kekaguman yang mendalam antar insan sepak bola, di balik ketatnya persaingan di level internasional.
Menanggapi momen yang tertangkap kamera tersebut, Moriyasu sempat merasa sedikit malu. "Sepertinya swafoto saya dengan Kane tertangkap kamera. Saya mungkin terlihat seperti pelatih yang belum dewasa," ujar Hajime Moriyasu.