Viking Row, Fenomena Viral Suporter Norwegia yang Mengguncang Piala Dunia 2026

Viking Row merupakan perayaan yang viral di kalangan suporter timnas Norwegia selama Piala Dunia 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 24 Juni 2026, 09:30 WIB
Pemain Norwegia melaksanakan ritual mendayung (Viking Row) saat pertandingan Grup I Piala Dunia melawan Senegal di East Rutherford, N.J., dekat New York, pada hari Selasa, 23 Juni.

Liputan6.com, Jakarta - Turnamen besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa seringkali menciptakan tren menarik di kalangan suporter. Salah satu yang mencolok pada Piala Dunia 2026 adalah fenomena Viking Row yang diperkenalkan pendukung timnas Norwegia.

Selebrasi ini tidak hanya terbatas pada stadion, tetapi juga menyebar ke berbagai lokasi seperti eskalator, alun-alun kota, dan bahkan gedung parlemen Norwegia selama berlangsungnya turnamen. Tradisi ini menjadi salah satu momen yang viral dan diulang-ulang selama Piala Dunia 2026.

Namun, apa sebenarnya Viking Row itu?

Viking Row adalah sebuah nyanyian dan gerakan kolektif yang dilakukan oleh sekelompok suporter untuk meniru aksi mendayung kapal panjang atau longship.

Tradisi ini dimulai ketika para pendukung berkumpul dan duduk bersama. Mereka kemudian mulai melantunkan kata "ro", yang dalam bahasa Norwegia berarti "mendayung".

Seiring dengan meningkatnya volume nyanyian, suporter mulai menggerakkan tangan mereka ke depan dan ke belakang secara serentak, seolah-olah sedang mengayuh dayung.

Menarik Minat

Penggemar, fans, suporter Timnas Norwegia menyemangati timnya dengan Viking Row selama pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Senegal di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 23 Juni 2026. (Timotius A. CLARY/AFP)

Gerakan tersebut semakin intensif sebelum seluruh anggota kelompok berdiri bersamaan pada puncaknya, seraya mengangkat tangan dan berteriak merayakan kebersamaan. Meskipun terkadang memerlukan waktu agar semua peserta bergerak secara serempak, hasil akhirnya tetap memberikan pemandangan yang sangat menarik.

Viking Row tidak terbatas hanya di tribune stadion. Para suporter sering kali melakukannya di eskalator, stasiun kereta, bahkan di jalanan kota. Salah satu momen yang paling mencolok terjadi setelah kemenangan Norwegia atas Senegal di Piala Dunia 2026, yang memastikan mereka melanjutkan langkah ke fase gugur.

Dalam momen tersebut, Erling Haaland beserta rekan-rekannya dari tim Norwegia turut serta melakukan Viking Row bersama para pendukung. Kapten Arsenal serta Timnas Norwegia, Martin Odegaard, mengambil peran sebagai pemimpin irama tabuhan yang mengiringi perayaan tersebut.

Sejarah Norwegia

Pendukung Norwegia bersorak gembira saat melakukan "Viking Row" di jalanan Oslo pada 23 Juni 2026, setelah pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 melawan Senegal.

Tradisi Viking Row berasal dari sejarah pelayaran yang kaya di Norwegia. Gerakan mendayung yang dilakukan oleh para suporter ini terinspirasi dari kapal panjang yang digunakan oleh pejuang dan penjelajah Viking untuk menjelajahi lautan berabad-abad yang lalu.

Dengan adanya tradisi ini, dukungan terhadap tim nasional menjadi terhubung dengan salah satu warisan sejarah yang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Norwegia. Viking Row bukanlah satu-satunya tradisi suporter yang memiliki akar dalam budaya nasional.

Pada Piala Eropa 2016, suporter dari Islandia menjadi terkenal dengan "Viking Clap", yaitu tepuk tangan berirama yang dilakukan di atas kepala, yang kemudian menjadi viral di seluruh dunia. Selain itu, suporter Belanda juga memiliki tradisi unik berupa tarian sederhana ke kiri dan ke kanan, yang diiringi oleh lagu Snollebollekes, dan pernah melibatkan lebih dari 25.000 orang di jalanan. 

Viral Hingga Gedung Parlemen

Para pemain Norwegia menghormati penggemar dengan melakukan row chany setelah pertandingan Grup I Piala Dunia melawan Senegal di East Rutherford, N.J., dekat New York, pada hari Selasa, 23.

Fenomena Viking Row telah menjadi sangat terkenal, melampaui batasan dunia sepak bola. Bahkan, beberapa politisi di Norwegia pernah menghentikan sidang untuk melakukan Viking Row di dalam gedung parlemen, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh budaya ini.

Ketua parlemen memimpin gerakan tersebut, diikuti oleh anggota lainnya yang turut serta dalam mendayung secara imajiner. Momen unik ini kemudian diabadikan dalam video yang viral di internet, menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia.

Di platform media sosial, cuplikan Viking Row berhasil mengumpulkan jutaan tayangan, menunjukkan betapa populernya tradisi ini. Banyak pendukung dari negara lain pun berharap dapat mengadopsi tradisi serupa dalam komunitas mereka.

Komentator dan mantan pemain yang membahas turnamen ini juga memberikan apresiasi terhadap Viking Row, menilai bahwa ini merupakan salah satu budaya suporter yang paling otentik di Piala Dunia 2026. Dengan demikian, Viking Row tidak hanya menjadi sekadar tradisi, tetapi juga simbol kebersamaan dan semangat juang yang menginspirasi banyak orang.

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya