Permintaan Maaf Timnas Korea Selatan yang Tidak Cukup

Timnas Korea Selatan gagal di Piala Dunia 2026. Keputusan kontroversial pelatih Hong Myung-bo dan kekecewaan publik memicu pengunduran dirinya.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 02 Juli 2026, 12:00 WIB
Para pemain Timnas Korea Selatan tiba setelah tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda meskipun pelatih mengundurkan diri. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut. (JADE GAO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Korea Selatan, yang dikenal sebagai Taegeuk Warriors, harus menelan pil pahit setelah dipastikan gagal melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026. Kegagalan ini memicu gelombang kekecewaan mendalam di seluruh negeri, menjadi pukulan telak bagi skuad dan para pendukung setia mereka.

Bertanding di Grup A, Korea Selatan hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan, hasil dari satu kemenangan dan dua kekalahan. Torehan ini tidak cukup untuk mengamankan posisi dua besar atau pun tiket melalui jalur peringkat tiga terbaik.

Situasi ini semakin diperparah dengan sorotan tajam terhadap keputusan pelatih Hong Myung-bo, yang berujung pada pengunduran dirinya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Perjalanan Berat Taegeuk Warriors di Grup A

Gelandang Timnas Korea Selatan, Park Jin-seob, bersama rekan-rekannya bereaksi setelah kalah dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan melawan Korea Selatan di Monterrey Stadium, Guadalupe, Meksiko, pada 24 Juni 2026. (Yuri CORTEZ / AFP)

Dalam ajang Piala Dunia 2026, Korea Selatan tergabung dalam Grup A bersama tim-tim seperti Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko. Perjalanan mereka dimulai dengan harapan setelah berhasil menundukkan Republik Ceko dengan skor 2-1 pada pertandingan perdana.

Namun, momentum positif tersebut tidak dapat dipertahankan. Taegeuk Warriors kemudian menelan kekalahan beruntun pada dua laga berikutnya, masing-masing dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Dengan hanya tiga poin dari satu kemenangan dan dua kekalahan, Korea Selatan menempati posisi ke-10 dari 12 tim yang memperebutkan kuota peringkat ketiga terbaik. Hasil ini secara otomatis menghentikan langkah mereka di babak penyisihan grup.

Blunder Krusial Pelatih Hong Myung-bo dan Mundur dari Jabatan

Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo menyaksikan jalannya laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan vs Korea Selatan di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Rabu, 24 Juni 2026. (AP Photo/Moises Castillo)

Pelatih timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, mendapati dirinya di tengah badai kritik setelah mengambil keputusan kontroversial yang dinilai menjadi salah satu faktor kunci kegagalan. Salah satu keputusan yang paling disorot adalah saat ia mencadangkan penyerang andalan tim, Son Heung-min, dalam pertandingan krusial melawan Afrika Selatan.

Pertaruhan tersebut terbukti menjadi bumerang bagi tim. Menghadapi tekanan publik yang luar biasa, Hong Myung-bo akhirnya resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala. Ia menegaskan bahwa tidak ada penjelasan yang bisa mengesampingkan hasil akhir, dan seluruh tanggung jawab berada di pundaknya.

Pengunduran diri ini menandai berakhirnya periode keduanya bersama tim nasional. Bahkan, Hong Myung-bo sempat disergap oleh kerumunan penggemar di bandara yang menuntutnya untuk "keluar dari Korea Selatan" setelah kegagalan tersebut.

Permintaan Maaf dari Presiden hingga Kapten Tim

Seorang pria memegang spanduk bertuliskan "Hong Myung-bo! Ludahkan uangnya dan keluar! Bubarkan KFA" sambil menunggu kedatangan pelatih kepala Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah timnya tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026, di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda setelah pengunduran diri pelatih. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut. (JADE GAO/AFP)

Menyikapi kegagalan timnas, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat. Presiden Lee mengecam penyingkiran dini tim dan secara terbuka menyalahkan "individu yang tidak berwibawa" atau "orang-orang yang tidak kompeten" atas hasil buruk ini.

Lebih lanjut, Presiden Lee Jae-myung berjanji akan segera mempercepat reformasi tata kelola olahraga di negara tersebut, sekaligus memerintahkan investigasi menyeluruh agar kegagalan serupa tidak terulang kembali.

Kapten timnas, Son Heung-min, juga turut menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026. Son mengakui bahwa kata-kata maafnya mungkin tidak akan cukup untuk menggambarkan kekecewaan dan kepedihan para pendukung, serta menyatakan dirinya merasa terpukul atas kegagalan tersebut.

Son Heung-min berjanji akan memberikan segalanya untuk kembali membawa kebahagiaan kepada para penggemar dan akan terus membela Korea Selatan selama ia dibutuhkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya