Liputan6.com, Jakarta - Pelatih kepala Timnas Mesir, Hossam Hassan, belum dapat memastikan apakah penyerang andalannya, Mohamed Salah, akan tampil sebagai starter dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Australia. Hassan menegaskan tidak akan mengambil risiko terhadap kondisi Salah kecuali ia benar-benar siap 100% untuk bermain. Meskipun demikian, ia berencana untuk memasukkan Salah ke dalam pertandingan, namun belum menentukan seberapa besar peran yang akan diberikan.
Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas (AT&T Stadium), Arlington, Amerika Serikat, pada Jumat, 3 Juli 2026, atau Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 01.00 WIB. Laga ini menjadi penentuan bagi Mesir untuk melaju lebih jauh dalam turnamen akbar sepak bola tersebut.
Advertisement
"Salah adalah pemain yang penuh semangat dan dia sangat ingin memberikan kontribusinya sendiri. Saya tidak akan mengambil risiko kecuali saya 100% yakin dia dalam kondisi fit dan siap bermain besok. Kami berharap dia bermain besok, tetapi kami tidak yakin apakah dia akan masuk dalam susunan pemain inti," kata Hassan.
Mohamed Salah, yang kini berusia 34 tahun, merupakan figur sentral bagi Timnas Mesir. Kontribusinya melalui gol dan assist telah membawa Mesir mencapai babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Kehadiran Salah di panggung sepak bola dunia telah mengangkat profil Mesir secara signifikan. Ia bukan hanya seorang pemain, melainkan ikon nasional yang menginspirasi jutaan orang.
Sejak debutnya, Salah telah memecahkan berbagai rekor dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi negaranya. Perjalanan Mesir ke Piala Dunia 2026 ini sendiri merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tim, dengan Salah sebagai motor penggerak utama.
Absennya dia, atau bahkan bermain dalam kondisi tidak fit, tentu akan menjadi pukulan telak bagi moral tim dan harapan para penggemar yang telah lama menantikan momen ini. Oleh karena itu, cedera yang dialaminya menimbulkan kekhawatiran besar menjelang laga penting ini.
Pemulihan Cepat dari Cedera Hamstring
Salah mengalami cedera hamstring saat Mesir bermain imbang 1-1 melawan Iran pada pertandingan terakhir fase grup Piala Dunia 2026. Penyerang tersebut ditarik keluar pada menit ke-57 setelah merasakan ketidaknyamanan pada otot paha belakangnya. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) kemudian mengonfirmasi bahwa Salah mengalami ketegangan otot ringan pada otot paha belakang. Direktur Tim Nasional Mesir, Ibrahim Hassan, menjelaskan bahwa Salah meminta pergantian untuk mencegah cedera tersebut memburuk.
Setelah insiden tersebut, Salah segera menjalani program rehabilitasi intensif yang diimplementasikan oleh EFA. Ia memulai latihan ringan pada hari Rabu, dan kemudian bergabung dalam sebagian sesi latihan bersama rekan-rekan setimnya pada Kamis, 2 Juli 2026, tanpa kendala signifikan. Dokter tim Mesir, Dr. Mohamed Aboul Ela, menyatakan bahwa cedera yang dialami Salah "masih dalam batas yang wajar" dan tidak menimbulkan kekhawatiran serius.
Keyakinan Pelatih dan Kesiapan Lawan
Pelatih Hossam Hassan mengungkapkan bahwa semangat tinggi dimiliki Salah untuk segera kembali membantu negaranya. Meskipun demikian, Hassan menegaskan kepercayaan penuhnya terhadap kedalaman skuad Mesir. "Saya ingin mengatakan kepada seluruh rakyat Mesir bahwa saya memiliki pemain-pemain hebat yang tidak akan mengecewakan. Saya tidak khawatir," ujar Hassan.
Ia juga menambahkan bahwa timnya pernah menghadapi situasi serupa dengan kehilangan banyak pemain saat kualifikasi Piala Dunia dan laga persahabatan. Tekanan besar kini berada di pundak Hossam Hassan. Sebagai pelatih baru, ia harus membuktikan kemampuannya dalam mengelola situasi krisis seperti ini. Keputusan untuk memainkan Salah atau tidak akan menjadi sorotan utama.
Para penggemar Mesir sangat berharap Salah bisa tampil, namun mereka juga memahami pentingnya menjaga kesehatan jangka panjang sang bintang. Keseimbangan antara ambisi meraih kemenangan dan kehati-hatian terhadap kondisi pemain menjadi tantangan terbesar bagi Hassan dan staf pelatihnya.
Hassan juga telah berkomunikasi langsung dengan Salah. "Saya sudah berbicara dengan Salah dan insya Allah cederanya ringan. Kami masih memiliki cukup waktu baginya untuk menjalani pemulihan bersama tim medis," kata Hassan, seraya menambahkan, "Dari percakapan kami, saya merasa dia tidak akan membutuhkan waktu lama untuk pulih."
Di sisi lain, Timnas Australia menyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi Mohamed Salah, bahkan jika ia diturunkan sebagai starter dalam pertandingan babak 32 besar tersebut.
Dengan segala ketidakpastian ini, pertandingan melawan Australia diprediksi akan menjadi laga yang penuh drama dan emosi. Baik Mesir maupun Australia akan berjuang mati-matian untuk mengamankan tempat di babak selanjutnya. Semua mata akan tertuju pada Stadion Dallas, menanti apakah Mohamed Salah akan turun ke lapangan dan membawa Mesir meraih kejayaan, ataukah skuad Mesir akan membuktikan bahwa mereka bisa berprestasi tanpa ketergantungan penuh pada satu pemain bintang.