Meski Ancaman Badai Mengintai, FIFA Pertahankan Jadwal Laga Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026

FIFA memutuskan laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris di Stadion Azteca tetap sesuai jadwal, meski ada kekhawatiran cuaca ekstrem.

oleh ThomasDiterbitkan 04 Juli 2026, 18:30 WIB
Kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 John Stones, bek Inggris #06, Marc Guehi, gelandang Inggris #04, Declan Rice, bek Inggris #03, Luke Shaw, gelandang Inggris #11, Phil Foden, gelandang Inggris #26, Kobbie Mainoo, penyerang Inggris #07, Bukayo Saka, gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, dan bek Inggris #02, Kyle Walker, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah mengonfirmasi bahwa pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara tim nasional Meksiko dan Inggris akan tetap berlangsung sesuai jadwal semula. Keputusan ini diambil meskipun sebelumnya sempat muncul pertimbangan untuk memajukan waktu kick-off akibat potensi cuaca ekstrem di Mexico City. Laga krusial ini dijadwalkan pada Minggu, 5 Juli 2026, pukul 18.00 waktu setempat, atau Senin, 6 Juli 2026, pukul 07.00 WIB.

Pertandingan penting ini akan digelar di Stadion Azteca, Mexico City, yang berada pada ketinggian sekitar 2.200 hingga 2.240 meter di atas permukaan laut. Kekhawatiran utama muncul dari prakiraan cuaca yang menunjukkan risiko hujan lebat disertai badai petir pada sore hingga malam hari di Mexico City pada tanggal pertandingan.

Kondisi cuaca serupa telah menyebabkan penundaan beberapa pertandingan sebelumnya di Piala Dunia 2026, termasuk laga Meksiko melawan Ekuador di babak 32 besar dan pertandingan Prancis melawan Irak di fase grup yang tertunda lebih dari dua jam di Philadelphia.

Sebelumnya, FIFA sempat mempertimbangkan untuk memajukan jadwal pertandingan menjadi pukul 12.00 waktu setempat, atau Senin, 6 Juli 2026, pukul 01.00 WIB. Perubahan ini bertujuan untuk menghindari jendela waktu badai yang sering terjadi pada sore hari di ibu kota Meksiko tersebut.

Wacana Perubahan Jadwal Akibat Cuaca Ekstrem

Para pemain Timnas Inggris berkumpul usai pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Inggris dan Kongo di Atlanta, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Colin Hubbard)

Wacana pemajuan jadwal pertandingan Meksiko vs Inggris menjadi enam jam lebih awal dari rencana semula, yakni pukul 12.00 waktu setempat, didasari oleh upaya untuk mengantisipasi kondisi cuaca buruk yang diperkirakan. Protokol keselamatan FIFA secara tegas menyatakan bahwa setiap pertandingan harus ditunda minimal 30 menit jika terdeteksi sambaran petir dalam radius delapan mil dari stadion. Hal ini menjadi pertimbangan serius mengingat pengalaman penundaan laga-laga sebelumnya di turnamen ini akibat cuaca ekstrem.

Potensi perubahan jadwal ini tentu akan membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek, mulai dari jadwal siaran televisi, rencana perjalanan para pendukung yang telah diatur, hingga persiapan teknis tim yang bertanding. Pelatih timnas Meksiko, Javier Aguirre, sempat menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana ini karena dapat mengganggu perencanaan tim.

Namun, ia menegaskan akan tetap mematuhi keputusan akhir yang dikeluarkan oleh FIFA. Sementara itu, para pemain timnas Inggris juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk beradaptasi dengan segala keputusan yang akan diambil oleh badan sepak bola dunia tersebut.

Tantangan Ketinggian Stadion Azteca

Stadion Azteca, lokasi pertandingan babak 16 besar ini, bukan hanya menantang karena potensi cuaca, tetapi juga karena ketinggiannya yang signifikan di atas permukaan laut. Bermain di ketinggian 2.200 hingga 2.240 meter dapat menjadi tantangan fisik yang berat bagi para pemain yang tidak terbiasa dengan kondisi tersebut.

Jika jadwal pertandingan dimajukan ke tengah hari, para pemain akan menghadapi suhu yang lebih tinggi dan paparan sinar matahari yang lebih terik, menambah beban fisik di tengah kondisi ketinggian. Kondisi ini dinilai dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi timnas Meksiko, yang para pemainnya lebih terbiasa dan beradaptasi dengan lingkungan bermain di dataran tinggi. Mexico City sendiri dikenal dengan kejadian badai petir pada sore hari yang hampir terjadi setiap hari di bulan Juli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya