Liputan6.com, Jakarta - Tim Nasional Mesir menerima sambutan meriah bak pahlawan setibanya di tanah air pada Jumat, 10 Juli 2026. Ribuan penggemar memadati Bandara El-Alamein untuk menyambut skuad yang baru pulang dari Piala Dunia FIFA 2026. Perayaan ini tak lepas dari pencapaian bersejarah Mesir yang untuk pertama kalinya berhasil menembus babak 16 besar turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Para suporter terlihat antusias melambaikan foto bintang tim, Mohamed Salah, serta membentangkan spanduk-spanduk yang mengagungkan prestasi tim. Euforia ini mencerminkan kebanggaan nasional atas perjuangan tim yang telah mengukir rekor baru dalam sejarah sepak bola Mesir.
Advertisement
Sebelumnya, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Perdana Menteri Mostafa Madbouly telah menyampaikan ucapan selamat kepada tim atas penampilan terhormat dan pencapaian historis mereka. Apresiasi tinggi dari pemerintah dan masyarakat ini menjadi bukti betapa berartinya perjalanan Timnas Mesir di Piala Dunia kali ini.
Perjalanan Historis Menuju Babak 16 Besar
Mesir memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026 setelah tampil dominan di kualifikasi CAF. Mereka berhasil menjadi juara Grup A, mengungguli tim-tim seperti Burkina Faso, Sierra Leone, Guinea-Bissau, Ethiopia, dan Djibouti. Timnas Mesir mengumpulkan 26 poin dari kemungkinan 30 poin, dengan catatan delapan kemenangan dan dua hasil imbang, yang mengamankan kualifikasi jauh sebelum babak akhir.
Selama babak kualifikasi, Mesir menunjukkan ketajaman lini serang dengan mencetak 20 gol, sembilan di antaranya disumbangkan oleh kapten tim, Mohamed Salah. Sementara itu, lini pertahanan mereka juga kokoh, hanya kebobolan dua gol. Ini merupakan penampilan keempat Mesir di ajang Piala Dunia FIFA, setelah partisipasi sebelumnya pada tahun 1934, 1990, dan 2018.
Pencapaian menembus babak 16 besar dirayakan secara luas di seluruh Mesir, dengan kerumunan orang berkumpul di jalan-jalan dan kafe-kafe, mengibarkan bendera Mesir dan meneriakkan dukungan. Pelatih kepala tim nasional, Hossam Hassan, mendedikasikan kemenangan bersejarah ini tidak hanya untuk rakyat Mesir tetapi juga untuk rakyat Palestina.
Drama di Babak Gugur dan Kontroversi Wasit
Di babak 32 besar, Mesir menunjukkan ketangguhan mental dengan mengalahkan Australia melalui adu penalti, yang mengantarkan mereka ke babak 16 besar. Namun, perjuangan mereka harus terhenti ketika menghadapi tim kuat Argentina pada 4 Juli 2026.
Dalam pertandingan sengit tersebut, Mesir harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor tipis 3-2. Meskipun demikian, Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menyatakan ketidakpuasan yang besar terhadap kinerja wasit dan keputusan terkait sistem Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan krusial melawan Argentina tersebut.
Sambutan Meriah dan Apresiasi Presiden
Kembalinya tim ke tanah air disambut dengan antusiasme luar biasa. Ribuan penggemar yang berkumpul di Bandara El-Alamein menunjukkan dukungan penuh kepada para pemain. Mohamed Salah, yang telah mengoleksi 119 caps bersama Timnas Mesir per 8 Juli 2026, tetap menjadi andalan di lini depan dan menjadi ikon kebanggaan nasional.
Sebagai bentuk apresiasi lebih lanjut, para pemain dijadwalkan untuk bertemu langsung dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi pada hari Sabtu, 11 Juli 2026. Pertemuan ini diharapkan menjadi puncak dari perayaan dan pengakuan atas dedikasi serta kerja keras tim yang telah membawa nama Mesir bersinar di kancah sepak bola dunia.