Liputan6.com, Jakarta - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Concacaf membuka kritik tajam terhadap rencana FIFA memisahkan bisnis komersial ke entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Keduanya menyebut tidak dilibatkan dalam pembahasan sebelum proposal dipublikasikan, seperti dilaporkan Inside World Football.
Kedua konfederasi menilai proposal itu diposisikan sebagai salah satu perubahan tata kelola dan finansial terbesar dalam sejarah sepak bola, namun diumumkan tanpa proses konsultasi yang semestinya dengan para pemangku kepentingan.
Advertisement
Di sisi lain, FIFA menyatakan administrasinya tengah menjajaki konsep penyatuan hak komersial dengan operasional penyelenggaraan turnamen melalui pembentukan FFE.
Concacaf Klaim Baru Tahu Dari Media
Concacaf menuturkan mereka kali pertama mengetahui rencana tersebut dari pemberitaan, kemudian disusul siaran pers resmi FIFA.
"Kami Baru mengetahui masalah ini melalui laporan media dan selanjutnya melalui siaran pers. Kami sangat prihatin dengab kurangnya proses yang semestinya," tulis pernyataan Concacaf, Kamis (30/7/2026).
"Kami berbagi kekecewaan dengan banyak pihak di kawasan kami dan komunitas sepak bola karena rincian proposal ini sudah dipublikasikan sebelum dibahas dengan badan tata kelola maupun para pemangku kepentingan yang relevan," sambung mereka.
AFC Soroti Tata Kelola dan Proses
AFC menyatakan kecewa karena rencana pembentukan FFE diumumkan lebih dulu ke publik sebelum konfederasi diberikan kewenangan menelaah proposal tersebut melalui saluran tata kelola yang berlaku.
"AFC memahami pentingnya mencari pendekatan baru untuk memperkuat masa depan sepak bola dunia. Namun, inisiatif sebesar ini harus didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna," bunyi pernyataan AFC.
AFC menegaskan, proposal yang berpotensi mengubah masa depan bisnis sepak bola semestinya dibahas secara menyeluruh bersama konfederasi, asosiasi anggota, dan seluruh pihak terkait sebelum dimintakan persetujuan.
Konfederasi Asia itu juga meminta FIFA menyediakan informasi lengkap serta waktu yang memadai agar seluruh pihak dapat menilai proposal dari aspek tata kelola, hukum, komersial, dan dampak strategis.
Rencana FFE, Batas Waktu 19 September dan Insentif
Dalam penjelasannya, FIFA menyebut administrasi organisasi tengah mengkaji penyatuan hak komersial dan operasional turnamen ke FFE.
"Sesuai dengan mandatnya, administrasi FIFA sedang menjajaki konsep menyatukan hak komersial FIFA (yang meliputi penyiaran, sponsor, penjualan tiket, dan perizinan), dengan penyelenggaraan operasional turnamen FIFA melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise," tulis pernyataan FIFA.
Meski masih dalam kajian, FIFA disebut telah menetapkan tenggat hingga 19 September bagi seluruh federasi anggota untuk menyetujui rencana tersebut.
Federasi yang menyetujui proposal FFE dijanjikan tambahan dana hibah sebesar 12 juta dolar AS. Adapun federasi yang menolak tetap akan menerima pendanaan seperti sebelumnya.
Ultimatum ini disampaikan sebelum proposal resmi diajukan kepada Dewan FIFA maupun Kongres FIFA, yang seharusnya menjadi forum pengambilan keputusan melalui persetujuan mayoritas asosiasi anggota.
Dua Wakil Presiden FIFA Tak Mengetahui Rencana
Situasi ini kian menjadi sorotan karena Presiden AFC, Shaikh Salman, dan Presiden Concacaf, Victor Montagliani, merupakan Wakil Presiden FIFA kedua dan ketiga.
Keduanya disebut tidak mengetahui rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk memisahkan hak-hak komersial organisasi ke dalam entitas baru.
Shaikh Salman dan Victor Montagliani selama ini dikenal sebagai pendukung Infantino, termasuk menjelang pemilihan kembali Presiden FIFA pada Maret tahun depan.