DPMM FC Kandas, Performa Lawan Arema FC Jadi Catatan

DPMM FC gugur di fase grup Piala Presiden 2026 usai kalah 0-2 dari Arema FC di Si Jalak Harupat.

oleh Erwin SnazDiterbitkan 01 Agustus 2026, 16:30 WIB
Duel Arema FC Vs DPMM pada laga terakhir Fase Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026). (Media Piala Presiden 2026)

Liputan6.com, Bandung - DPMM FC asal Brunei Darussalam dipastikan angkat koper dari Piala Presiden 2026 setelah kalah 0-2 dari Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).

Dua gol Arema lahir dari brace Gustavo Henrique Rodrigues pada menit 35 dan 45+4 yang memastikan tim berjulukan Singo Edan melaju ke fase berikutnya.

Meski gagal ke semifinal, pelatih DPMM FC Jamie McAllister tetap memberikan apresiasi kepada timnya yang dinilai tampil kompetitif sepanjang laga.

Tempo Tinggi dan Dua Momen yang Menentukan

Duel Arema FC Vs DPMM pada laga terakhir Fase Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026). (Media Piala Presiden 2026)

McAllister menilai pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan kedua kubu sama-sama agresif, baik ketika menguasai bola maupun saat bertahan.

"Saya pikir ini pertandingan yang sangat bagus. Kedua tim bermain sangat kompetitif. Itulah sepak bola, olahraga yang penuh kontak fisik. Saya melihat kedua tim sama-sama tampil agresif, baik saat menyerang maupun bertahan," kata Jamie McAllister selepas pertandingan.

Menurutnya, DPMM FC sebenarnya menciptakan beberapa peluang pada babak pertama, termasuk satu tembakan yang membentur mistar gawang.

"Sayangnya, kami melakukan satu atau dua kesalahan yang berujung pada gol pertama tim lawan," imbuh McAllister.

"Gol itu bukan berasal dari permainan bagus mereka, tetapi akibat kesalahan individu dari kami. Itu tentu mengecewakan dan membuat kami frustasi," lanjut pelatih asal Skotlandia ini.

Untuk gol kedua, McAllister menyebut pengambilan keputusan timnya keliru pada momen krusial. Saat itu DPMM sudah menempatkan bek tengah di dalam kotak penalti, tetapi memilih memainkan bola pendek pada menit-menit akhir babak pertama.

"Saya kecewa karena kedua gol itu berawal dari pengambilan keputusan yang kurang tepat," tambahnya.

Tetap Bangga pada Performa 90 Menit

Walau hasilnya tidak sesuai harapan, McAllister menyatakan tetap bangga. Selama 90 menit, ia menilai DPMM mampu menunjukkan kualitas dan menyulitkan salah satu tim terbaik di Indonesia.

"Kalau melihat secara keseluruhan pertandingan, saya pikir kami mampu bersaing dengan sangat baik melawan tim yang berkualitas," tegasnya.

"Kami membuat mereka kesulitan dan mampu memberikan ancaman. Saya sangat bangga terhadap para pemain kami sepanjang pertandingan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya