NSL 2026 Bangun Jalur Talenta Basket Pelajar hingga All Star

NSL sudah memasuki musim keempat. Kini digelar di lima kota dari awalnya cuma di Surabaya.

OlehThomas
Diterbitkan 21 September 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nextgen Student League (NSL) terus memperluas perannya sebagai wadah pembinaan talenta basket pelajar Indonesia. Memasuki musim keempat, NSL tak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membangun jalur pembinaan berjenjang hingga kesempatan mendapatkan pengalaman internasional.

Berawal dari Surabaya pada 2023, NSL Season 4 2026-2027 kini digelar di lima kota, yakni Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Tangerang, dan Jakarta. Khusus East Java Zone, kompetisi berlangsung pada 3-25 Oktober 2026 di Nextgen Arena, Ciputra World Mall Lantai 4, Surabaya.

Founder NSL, Sudiantowi Limanauw atau Awen, mengatakan ekspansi tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kompetisi basket pelajar yang dibangunnya sejak empat tahun lalu.

"Dari lima kota penyelenggaraan, NSL 2026 melibatkan lebih dari 500 sekolah, 750 tim, dan lebih dari 8.000 peserta," kata Awen dalam keterangan resmi, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Awen, NSL tidak hanya bertujuan mencari tim terbaik. Kompetisi ini juga dirancang untuk membentuk karakter pemain melalui pengalaman bertanding, kerja sama tim, disiplin, sportivitas, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kemenangan dan kekalahan.

"Kami ingin NSL menjadi tempat anak-anak bukan hanya bermain basket, tetapi juga menemukan potensi dan keberanian untuk bermimpi lebih jauh. Kompetisi adalah awalnya," ujarnya.

Dari Kompetisi Menuju Nextgen Camp

Pengembangan talenta berlanjut melalui program Nextgen Camp. Program ini menjadi tahap pembinaan bagi pemain dan pelatih terbaik dari setiap seri NSL.

Para peserta terpilih akan mendapatkan pengalaman training camp yang memadukan latihan basket dengan materi leadership, teamwork, mental toughness, pendidikan, dan karakter. NSL juga melibatkan sejumlah mentor dari kalangan pelatih basket, mantan atlet nasional, psikolog olahraga, hingga praktisi pendidikan.

"Trofi adalah bentuk apresiasi atas pencapaian hari ini, sementara Nextgen Camp adalah investasi untuk perkembangan mereka setelah pertandingan selesai," kata Awen.

Dari proses kompetisi dan pembinaan tersebut, NSL kemudian menyiapkan NSL All Star sebagai jenjang berikutnya. Pemain terbaik berpeluang mendapatkan pengalaman latihan tanding di luar negeri.

Dengan demikian, NSL membangun jalur pembinaan yang dimulai dari School, Competition, Nextgen Camp, NSL All Star hingga International Experience.

Membuka Jalan Menuju Level Lebih Tinggi

Memasuki musim keempat, NSL menargetkan diri berkembang menjadi salah satu liga basket pelajar junior dengan jangkauan lebih luas di Indonesia.

Namun, bagi penyelenggara, keberhasilan NSL tidak hanya diukur dari jumlah peserta dan pertandingan. Lebih jauh, kompetisi tersebut diharapkan mampu membuat para pemain muda berani bermimpi dan memiliki jalur untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Dari lapangan sekolah di Surabaya, NSL kini membawa mimpi tersebut ke lebih banyak kota. Kompetisi bukan lagi sekadar tentang memenangkan pertandingan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan pemain muda untuk berkembang dan membuka peluang menuju level yang lebih tinggi.