Debat Panas Kapten Melbourne Victory dan Suporter usai Dipermalukan Persib Bandung

Jason Davidson bersitegang dengan suporter dan melompati pagar AAMI Park usai Melbourne Victory kalah 1-2 dari Persib Bandung di ACL 2.

Diterbitkan 05 November 2026, 18:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Melbourne - Persib Bandung menaklukkan Melbourne Victory 2-1 pada laga AFC Champions League (ACL) 2 2026/2027, Rabu (4/11/2026) malam waktu setempat. Sesaat setelah pertandingan di AAMI Park, kapten Melbourne Victory, Jason Davidson, terlibat adu mulut dengan sejumlah suporter tim tuan rumah.

Davidson bahkan melompati pagar pembatas di sisi utara stadion untuk menghampiri para pendukung yang meluapkan kekecewaan. Situasi memanas dan petugas keamanan sigap menahan mantan pemain Timnas Australia tersebut.

Ia kemudian digiring menjauh dari lokasi keributan. Pelatih Melbourne Victory, Giovanni Savarese, juga berusaha menenangkan keadaan di area pinggir lapangan. 

Detail Kecil yang Terlewat

Hasil di AAMI Park memperpanjang periode sulit Melbourne Victory. Klub asal Australia itu baru mencatat satu kemenangan dalam delapan laga terakhir di berbagai ajang.

Giovanni Savarese menilai kekalahan dari Persib Bandung tak lepas dari detail kecil yang gagal diantisipasi para pemainnya. Ia menyebut aspek-aspek itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan.

"Pada akhirnya, perbedaan ditentukan oleh detail-detail kecil dari beberapa pemain mereka dan beberapa pemain kami," ujar Savarese.

"Pertandingan ini hanya ditentukan oleh momen-momen kecil dan hal-hal sederhana yang harus kami perbaiki," jelasnya.

Keunggulan Buyar di Menit Akhir

Melbourne Victory sejatinya sempat berada di jalur tiga poin. Mereka unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri bek Persib, Julio Cesar, pada menit ke-71.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Persib menyamakan skor melalui Luka Menalo pada menit ke-85 setelah memanfaatkan momentum di fase akhir laga.

Balsa Sekulic kemudian memastikan kebangkitan Persib. Golnya pada menit ke-90 membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan tim tamu.

Savarese: Tiga Poin Harusnya Milik Kami

Usai laga, Savarese mengakui timnya sudah bekerja keras dan seharusnya mampu mengunci kemenangan. Namun, Melbourne Victory justru kehilangan kendali ketika memasuki menit-menit krusial.

"Setelah mencetak gol dan melalui seluruh kerja keras yang sudah kami lakukan, ini merupakan pertandingan yang seharusnya kami menangkan," kata Savarese.

"Kami seharusnya menemukan cara untuk menuntaskan pertandingan karena kami tidak boleh membiarkan sebuah tim mendapatkan dua peluang untuk menghukum kami."

"Ini menjadi pelajaran bagi kami, seharusnya kami mendapatkan tiga poin, tetapi kenyataannya tidak demikian," ucapnya.

Kekalahan ini membuat Melbourne Victory turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup E ACL 2. Mereka tertinggal delapan poin dari Persib yang memimpin klasemen, serta terpaut dua poin dari FC Seoul di posisi kedua.