Persaingan Sengit Berburu Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar menyisakan 136 atlet yang masih bertahan dan berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya.

oleh ThomasDiterbitkan 07 Agustus 2026, 06:30 WIB
Persaingan sengit Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Liputan6.com, Jakarta - Semangat pantang menyerah menjadi warna utama pada hari kedua Audisi Umum PB Djarum 2026 regional Makassar yang berlangsung di GOR Dafest, Sulawesi Selatan, Kamis (6/8/2026). Ratusan atlet muda terus berjuang memperebutkan Super Tiket, baik melalui jalur turnamen maupun pilihan tim pencari bakat, demi membuka jalan menuju karantina di Kudus.

Dari total 233 peserta yang mengikuti seleksi, kini tersisa 136 atlet yang masih bertahan dan berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Menariknya, banyak di antara mereka bukan wajah baru. Sejumlah peserta kembali mencoba peruntungan setelah sebelumnya gagal menembus seleksi pada Audisi Umum PB Djarum di tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya adalah Kresensia Lembayung Ubung Mering atau yang akrab disapa Ubung. Atlet yang kini turun di kelompok usia (KU) 12 Putri itu sudah tiga tahun berturut-turut mengikuti Audisi Umum PB Djarum di Kudus.

Perjalanannya dimulai pada 2023 saat langkahnya terhenti di tahap screening. Setahun kemudian, hasil latihan keras membawanya meraih Super Tiket. Namun, impiannya menjadi atlet PB Djarum kembali tertunda setelah gagal lolos dari tahap karantina.

Kegagalan tersebut tak membuat siswi kelas VII itu menyerah. Pada 2025, ia kembali mengikuti audisi, tetapi kondisi fisik yang kurang prima membuat langkahnya lagi-lagi berhenti di screening.

Kini, Ubung memilih Makassar sebagai tempat perjuangan terakhirnya di Audisi Umum PB Djarum 2026. Menurutnya, persaingan di kota tersebut lebih terbuka dibandingkan Kudus yang selalu dipenuhi peserta dengan level kompetisi tinggi.

"Dari pengalaman tiga tahun terakhir itu, saya mencoba evaluasi kekurangan diri sendiri untuk diperbaiki, terutama daya ledak, daya juang, dan mental bertanding. Tahun ini saya memilih bersaing di Makassar karena peluang di KU 12 lebih terbuka untuk kembali melaju ke tahap karantina. Kalau di Kudus biasanya pesertanya jauh lebih banyak dan lawannya juga berat. Saya sangat ingin menjadi atlet PB Djarum untuk membuktikan bahwa saya bisa berprestasi, menjadi juara, dan membanggakan orangtua," ujar atlet binaan PB Champion Klaten tersebut.

Kesempatan Kedua

Persaingan sengit Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Semangat serupa juga ditunjukkan Kartika Madelynne Tambahani yang tampil di KU 11 Putri. Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar menjadi kesempatan keduanya setelah tahun lalu langkahnya terhenti di fase turnamen.

"Di Kudus 2025 sampai di tahap turnamen 64 besar. Tahun ini saya ikut Audisi Umum di Makassar karena lebih dekat dari tempat saya tinggal di Minahasa. Dari dua pertandingan terakhir, saya yakin punya peluang besar mendapatkan Super Tiket dan menjalani tahap karantina di Kudus," kata atlet yang akrab disapa Tika.

Perjuangan Tika pun terus berlanjut. Ia berhasil melaju ke semifinal setelah mengalahkan rekan satu klubnya dari Manguni Badminton Club, Leandra Early Helena Makarau, dengan skor 21-14 dan 21-10.

Meski meraih kemenangan meyakinkan, atlet yang mengidolakan legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, itu mengaku masih harus membenahi sejumlah aspek permainannya.

"Di pertandingan perempat final perasaan saya campur aduk karena harus melawan teman sendiri karena kami berasal dari klub yang sama. Meskipun berhasil menang, pelatih mengatakan penampilan saya belum maksimal karena terlalu banyak memberikan kesempatan lawan mendapatkan poin. Saya juga masih ada kekurangan lain seperti servis yang banyak keluar dan permainan netting yang masih sering nyangkut," tuturnya.

Belajar dari Kegagalan

Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Ari Yuli Wahyu Hartanto, mengapresiasi semangat para atlet muda yang kembali mengikuti audisi meski sebelumnya pernah gagal lolos.

Menurutnya, keberanian untuk kembali mencoba menunjukkan tekad kuat sekaligus kemauan untuk terus berkembang.

"Kita bersyukur mereka masih mau kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum meskipun sempat mengalami kegagalan sebelumnya. Bisa jadi kegagalan yang sebelumnya karena belum memenuhi kriteria yang kami cari. Kami berharap mereka belajar dari pengalaman, berlatih lebih keras agar tujuan masuk ke PB Djarum bisa terwujud," ujar Wahyu.

Selain mengapresiasi semangat para peserta, Wahyu juga melihat potensi besar dari atlet putri yang tampil di Makassar. Dari total 76 peserta putri, ia menilai banyak atlet memiliki teknik dasar yang baik serta didukung postur dan karakter yang menjanjikan.

"Kalau untuk kriteria atlet putri, dasarnya tetap teknik pukulan, footwork, lalu daya juang. Menurut saya, atlet putri itu harus punya ketangguhan. Saya juga melihat dari sisi postur di Audisi Umum PB Djarum 2026 Makassar cukup banyak pemain yang memiliki postur bagus untuk menjadi pemain. Jadi kalau tekniknya bagus, fisiknya menunjang, lalu karakternya kuat, dia akan punya peluang lebih besar untuk berkembang ke depannya," ungkapnya.

Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar dipastikan masih akan berlangsung sengit. Para peserta yang berhasil melangkah ke babak berikutnya kini tinggal selangkah lebih dekat untuk meraih Super Tiket dan mewujudkan impian menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya