2 Legenda Timnas Indonesia Terlibat di Soekarno Cup 2026, Pilih Pemain Terbaik

Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bakal memantua pemain muda di Soekarno Cup 2026. Keduanya akan menentukan peraih man of the match.

oleh ThomasDiterbitkan 09 Agustus 2026, 06:30 WIB
Anang Ma'ruf (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Dua legenda Timnas Indonesia, Anang Maruf dan Yusuf Ekodono, turut ambil bagian dalam penyelenggaraan Soekarno Cup 2026. Keduanya bergabung dalam kepanitiaan turnamen sepak bola U-17 tersebut sebagai bentuk komitmen untuk ikut membangun dan memperluas pembinaan talenta muda di Tanah Air.

Soekarno Cup 2026 akan mempertemukan 400 pemain muda dari 16 provinsi di Indonesia. Turnamen ini berlangsung pada 10-24 Agustus 2026 dengan mengambil lokasi pertandingan di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, Jawa Timur.

Selain menjadi juru bicara, Anang Maruf dan Yusuf Ekodono juga akan terlibat langsung dalam memantau penampilan para pemain. Keduanya akan ikut menilai performa pemain muda untuk menentukan man of the match dalam setiap pertandingan.

Kehadiran dua mantan pemain Timnas Indonesia tersebut tak lepas dari kesamaan visi dengan Soekarno Cup, terutama dalam hal pembinaan pemain usia muda dan pencarian bakat dari berbagai daerah.

Turnamen ini sendiri telah memasuki penyelenggaraan ketiga. Soekarno Cup pertama kali digelar di Jakarta pada 2023, kemudian berlanjut di Bali pada 2025, sebelum tahun ini hadir di Jawa Timur.

Anang Maruf: Pembinaan Usia Muda Investasi Masa Depan

Mantan Pemain Persija Latih Wakil Jakarta di Soekarno Cup 2026

Anang Maruf menilai keberhasilan sepak bola Indonesia pada masa depan sangat bergantung pada seberapa kuat fondasi pembinaan pemain sejak usia dini.

Mantan bek kanan Timnas Indonesia yang mencatatkan 31 penampilan bersama skuad Garuda itu melihat masih banyak pemain muda berbakat di berbagai pelosok Indonesia yang belum memperoleh kesempatan tampil dalam kompetisi resmi.

"Saya bergabung di Soekarno Cup karena saya percaya pembinaan usia muda adalah investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Masih banyak anak-anak bertalenta di pelosok-pelosok Tanah Air yang membutuhkan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Soekarno Cup menjadi wadah untuk itu," kata Anang.

Menurut Anang, keberadaan turnamen seperti Soekarno Cup penting untuk membuka akses yang lebih luas bagi pemain muda agar kemampuan mereka dapat terlihat. Kompetisi juga menjadi sarana bagi pemain untuk membangun mental dan kepercayaan diri sejak usia dini.

Yusuf Ekodono Soroti Regulasi Soekarno Cup

Sementara itu, Yusuf Ekodono mengaku tertarik bergabung karena melihat keseriusan penyelenggara dalam menjaga semangat pembinaan pemain muda.

Salah satu hal yang mendapat apresiasi Yusuf adalah regulasi Soekarno Cup yang memberikan ruang khusus bagi pemain yang belum pernah tampil di Liga 1, Liga 2, Liga 3 maupun Elite Pro Academy (EPA).

Menurut Yusuf, aturan tersebut membuat turnamen benar-benar menjadi panggung bagi pemain yang belum mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi dengan level lebih tinggi.

"Aturan itu menurut saya sangat baik karena benar-benar memberikan ruang kepada pemain yang belum pernah mendapatkan panggung. Mereka inilah yang perlu kita dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan kemampuannya bisa dilihat lebih banyak pihak," kata Yusuf.

Yusuf bukan sosok asing dalam sejarah sepak bola Indonesia. Mantan penyerang Timnas Indonesia itu merupakan bagian dari skuad yang meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina.

Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Bahkan, Timnas Indonesia baru kembali meraih medali emas SEA Games 32 tahun kemudian pada 2023.

Pada final SEA Games 1991 melawan Thailand, Yusuf turut dipercaya menjadi salah satu eksekutor dalam drama adu penalti dan berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Bukan Pesaing Kompetisi Federasi

Yusuf menegaskan Soekarno Cup tidak dimaksudkan untuk menjadi pesaing kompetisi pembinaan yang telah digelar federasi sepak bola Indonesia.

Sebaliknya, ia melihat Soekarno Cup sebagai bagian dari ekosistem yang dapat saling melengkapi dengan kompetisi resmi seperti Piala Soeratin dan Elite Pro Academy.

"Soekarno Cup saling mendukung dengan kompetisi yang didorong federasi, seperti Piala Soeratin maupun Elite Pro Academy. Semakin banyak kompetisi pembinaan yang berkualitas, semakin luas pula proses pencarian bakat. Karena kami menyadari betapa besarnya potensi anak muda yang belum termonitor kompetisi formal federasi," ujarnya.

Menurut Yusuf, semakin banyak kompetisi berkualitas yang tersedia, semakin besar pula peluang pemain muda dari daerah untuk terpantau. Hal ini dinilai penting mengingat tidak semua pemain berbakat memiliki akses yang sama terhadap sistem pembinaan formal.

Ingin Lahirkan Pemain Baru untuk Timnas Indonesia

Dengan pengalaman panjang sebagai mantan pemain Timnas Indonesia, Anang Maruf dan Yusuf Ekodono berharap kehadiran mereka di Soekarno Cup dapat memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi para peserta.

Yusuf berharap turnamen tersebut bisa menjadi jembatan bagi pemain-pemain muda potensial dari berbagai daerah untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

"Saya ingin pengalaman yang pernah saya miliki di sepak bola bisa bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kalau kita ingin Timnas Indonesia semakin kuat di masa depan, pembinaan harus dimulai dari sekarang dan harus menjangkau seluruh daerah. Soekarno Cup menjadi salah satu jalannya," tutur Yusuf.

Bagi kedua legenda tersebut, pembinaan pemain muda bukan pekerjaan instan. Diperlukan kompetisi yang konsisten, kesempatan bermain, serta sistem pemantauan yang mampu menjangkau talenta hingga ke pelosok Tanah Air.

Mereka pun berharap Soekarno Cup 2026 tidak hanya menghasilkan juara turnamen, tetapi juga menemukan pemain-pemain yang mampu melanjutkan karier ke level profesional.

"Kami berharap, dari turnamen ini muncul talenta muda yang kelak mengenakan jersey Garuda kebanggaan Timnas Indonesia," ujar Yusuf.

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya