Liputan6.com, Jakarta - Kejuaraan berkuda Mandiri Merdeka Master 2026 sukses digelar di The Hub Indonesia, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026).
Ajang yang menjadi salah satu kejuaraan berkuda terbesar di Indonesia tersebut mencatat partisipasi luar biasa dengan total mencapai 1.650 entries. Kompetisi mempertandingkan dua disiplin, yakni show jumping dan dressage.
Advertisement
Mandiri Merdeka Master 2026 merupakan hasil kolaborasi The Hub Indonesia dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) untuk disiplin show jumping. Pertandingan show jumping berlangsung sejak Kamis (6/8/2026) dan berakhir pada Minggu.
Sejumlah kelas bergengsi pun menghadirkan persaingan ketat, termasuk perebutan Piala Presiden dan hadiah utama berupa satu unit mobil.
Salah satu sorotan utama datang dari Jamal Mewengkang dari ZZ Stable. Berpasangan dengan kuda Cleopatra, James tampil impresif pada kelas Show Jumping 100 cm Open.
James berhasil menjadi yang terbaik setelah mencatatkan penampilan bersih. Ia mengungguli Ferry Wahyu Hadiyanto dari Equinara Horse Sports yang berada di posisi kedua dan Fadilla Darus dari K3 Equestrian di tempat ketiga.
Atas kemenangan tersebut, Jamal berhak membawa pulang hadiah utama berupa satu unit mobil.
Sementara itu, kelas bergengsi Show Jumping 120 cm Open yang memperebutkan Piala Presiden RI menjadi milik M. Fahmi Satria Widjaya dari Arthayasa Stable.
Fahmi tampil gemilang bersama dua tunggangannya, Starlight M dan Alabama Z. Ia keluar sebagai juara sekaligus membawa pulang Piala Presiden dan hadiah satu unit motor listrik.
Posisi kedua ditempati Fahmi dengan Alabama Z, sedangkan Nustrdinov Zayan Fatih dari DNV-W Equestrian bersama Lenneke berada di posisi ketiga.
Bagi Jamal maupun Fahmi, kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena bertepatan dengan momentum menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Syukur atas kesempatan meraih hadiah ini. Semua ini jadi berkah dan jadi pemicu lebih baik lagi ke depannya," ujar Satria, Minggu (9/8/2026).
Show Jumping Dipisah dari Dressage
Ketua Harian PP Pordasi, Eddy Saddak, menjelaskan penyelenggaraan show jumping dan dressage sengaja dipisahkan. Show jumping digelar pada 6-9 Agustus, sedangkan dressage akan berlangsung pada 13-16 Agustus 2026.
Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya. Saat itu, pertandingan show jumping bahkan berlangsung hingga dini hari.
"Memang harus dibagi seperti itu karena kita melihat pengalaman tahun lalu yang mana kategori Show Jumping bisa diselenggarakan hingga pukul 03.00 pagi. Karena itu harus kita pisah seperti ini sehingga paling telat jam 21.00 sudah kelar," kata Eddy.
Eddy menambahkan, nomor dressage juga diperkirakan mendapat sambutan besar. Jumlah pesertanya diprediksi mencapai sekitar 600-700 entries.
Piala Presiden Dongkrak Antusiasme
Eddy juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menyumbangkan Piala Presiden untuk diperebutkan dalam kejuaraan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Piala Presiden memberikan dampak signifikan terhadap animo peserta maupun masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan.
"Gelar perebutan Piala Presiden ini sangat berpengaruh sehingga animo masyarakat sangat luar biasa untuk datang menyaksikan event ini. Dari sisi peserta juga animo sangat tinggi," ujar Eddy.
Padahal, sejumlah atlet berkuda papan atas Indonesia saat ini tengah berada di Eropa untuk mempersiapkan diri menghadapi Asian Games Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada September-Oktober mendatang.
Namun, kondisi tersebut ternyata tidak menyurutkan minat atlet-atlet muda untuk ambil bagian.
"Atlet-atlet muda tetap membludak mendaftar dan itu sangat bagus buat perkembangan olahraga berkuda di tanah air," jelasnya.
Regenerasi Atlet Berkuda Dinilai Menjanjikan
Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Ismail Ning, yang turut hadir dalam kejuaraan tersebut, menilai olahraga berkuda, khususnya nomor show jumping, memiliki masa depan cerah di Indonesia.
Menurut Ismail, tingginya jumlah peserta di setiap kelas menjadi indikator positif bagi proses regenerasi atlet.
"Peserta bisa sampai 50 orang sehingga harus dibagi dua kelas saja karena masih penuh. Itu menunjukkan bahwa masa depan olahraga berkuda di Indonesia ini untuk nomor show jumping sangat cerah," kata Ismail.
Ia menilai, dari puluhan peserta tersebut akan selalu muncul bibit-bibit baru yang berpotensi berkembang menjadi atlet elite dan masuk ke tim nasional.
Saat ini, Indonesia memiliki 16 atlet berkuda di tim nasional yang dipersiapkan tampil pada Asian Games. Setelah itu, para atlet tersebut diharapkan bisa naik ke level yang lebih tinggi dengan target Olimpiade.
Dengan demikian, akan terbuka ruang bagi atlet-atlet muda untuk menggantikan posisi mereka di level Asian Games.
"Jadi regenerasi di berkuda ini memang sangat baik," tegas Ismail.
Setelah nomor show jumping rampung, perhatian kini beralih ke disiplin dressage yang akan berlangsung pada 13-16 Agustus 2026. PP Pordasi berharap jumlah peserta dan antusiasme penonton kembali meningkat sehingga Mandiri Merdeka Master 2026 semakin memperkuat geliat olahraga berkuda nasional.