Liputan6.com, Jakarta - Freddie Mercury dikenal sebagai salah satu vokalis legendaris yang sukses mengukir sejarah bersama Queen. Namun jauh sebelum mengguncang panggung musik dunia, ia ternyata memiliki bakat olahraga yang jarang diketahui oleh publik.
Semasa muda ia tidak hanya menghabiskan waktunya dengan musik. Mercury juga dikenal dengan memiliki kemampuan di sejumlah cabang olahraga, mulai dari tenis meja, tinju, hoki, hingga atletik.
Bakat tersebut mulai terlihat ketika Mercury menempuh pendidikan di St. Peter's School, sebuah sekolah berasrama di Panchgani, India. Saat berusia 10 tahun, ia bahkan berhasil mejadi juara tenis meja di sekolahnya.
Advertisement
Prestasi ini membuat Mercury mendapat penghargaan Junior All-Rounder, sang junior yang serba bisa, pada rapor sekolahnya. Ia digambarkan sebagai pemain tenis meja yang “tak terkalahkan”.
Freddie Mercury Sulit Dikalahkan di Meja Tenis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2413185/original/007412600_1542787045-67554-rpnxxpccuf-1504529148.jpg)
Kehebatan Mercury dalam tenis meja tidak hanya menjadi cerita masa sekolah. Brian May, gitaris Queen, pernah menyebut bahwa sang vokalis mampu mengalahkan siapa saja di meja tenis.
Reinhold Mack, produser yang pernah menggarap empat album Queen serta album solo Mercury, Mr. Bad Guy, juga mengakui kemampuan tersebut. Dalam wawancara dengan uDiscover Music, Mack menceritakan pengalamannya bermain tenis meja bersama Mercury.
Mack mengatakan bahwa Mercury kerap bermain tenis meja bersama mereka. Ia bahkan mengaku tidak pernah mampu mengalahkan sang vokalis. Julian, rekan mereka yang juga merupakan pemain kuat, disebut mengalami kesulitan serupa saat menghadapi Mercury.
Advertisement
Freddie Mercury Juga Petinju Tangguh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4567138/original/048949400_1694080038-20230907-Lelang_Barang_Freddy_Mercury-AP_2.jpg)
Selain tenis meja, Mercury ternyata memiliki kemampuan dalam olahraga tinju. Mengutip laporan SportBible, rapor sekolahnya di India menggambarkan dirinya sebagai petinju yang cukup terampil. Teman sekolahnya, Victory Rana, juga mengenang Mercury sebagai sosok yang menyukai hoki, atletik, dan tinju.
Sementara itu, Bruce Murray, teman sekolah Mercury lainnya, pernah menceritakan sebuah pertandingan tinju yang melibatkan sang musisi. Dalam pertandingan tersebut, Mercury menerima banyak pukulan hingga wajahnya berdarah. Meski teman-temannya meminta agar ia menyerah, Mercury memilih terus bertarung sampai pertandingan berakhir.
Freddie Mercury Tak Suka Kriket, tetapi Percaya Diri di Atas Ring Tinju
Meski memiliki bakat olahraga, Mercury ternyata tidak menyukai semua cabang. Ia pernah mengaku sangat membenci kriket dan lari jarak jauh, bahkan menyebut dirinya sama sekali tidak berbakat dalam kedua aktivitas tersebut.
Sebaliknya, Mercury memiliki pandangan berbeda terhadap tinju. Ia pernah mengatakan bahwa dirinya mampu berlari cepat, bermain hoki dengan baik, dan sangat hebat di atas ring tinju.
Kisah tersebut memperlihatkan sisi lain Freddie Mercury sebelum namanya mendunia lewat panggung Queen. Dari juara tenis meja hingga petinju yang pantang menyerah, Mercury memiliki pengalaman olahraga yang turut mewarnai perjalanan hidupnya sebelum dikenal sebagai salah satu ikon musik dunia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2397459/original/080630100_1541044142-FREDDIE-MERCURY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356565/original/032261300_1790202502-20260923_174357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356563/original/019046900_1790202076-20260923_190651.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5181371/original/029068300_1743944756-Snapins.ai_488234653_18027316040652533_8814711496011655741_n_1080.jpg)