Liputan6.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta menyoroti padatnya jadwal BRI Super League 2026/2027 pada akhir tahun. Pelatih Jean-Paul van Gastel menilai beberapa bulan ke depan berpotensi sesak usai kick-off kompetisi ditetapkan pada 4 September.
Kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia itu akan berhenti sementara karena agenda FIFA ASEAN Cup 2026 serta Piala Asia 2027.
Advertisement
Van Gastel, mantan asisten pelatih Besiktas, menggarisbawahi bahwa penundaan kompetisi membuat sejumlah laga menumpuk, sementara PSIM juga harus tampil di ajang League Cup.
November–Desember 2026 Jadi Periode Tersibuk
Pelatih asal Belanda tersebut secara khusus menunjuk dua bulan di pengujung tahun sebagai periode terpadat bagi timnya.
"Kalau lihat jadwalnya, November dan Desember itu gila. Januari tidak ada pertandingan, Maret hanya dua laga. Saya tidak tahu apakah ini pernah terjadi sebelumnya, tapi bagi saya ini gila," katanya.
Pada November, Laskar Mataram dijadwalkan memainkan empat pertandingan Super League. Memasuki Desember, Ze Valente dkk. harus menjalani total enam laga.
Situasi bertambah menantang karena PSIM juga turun di League Cup. Seluruh pertandingan fase grup turnamen tersebut digelar pada hari kerja, yakni 3–5 November, 24–26 November, dan 1–3 Desember 2026.
Jeda Liga karena FIFA ASEAN Cup 2026 dan Piala Asia 2027
Van Gastel menyebut keputusan menunda kompetisi saat turnamen internasional merupakan hal yang wajar.
"Ya, ada FIFA ASEAN Cup, jadi liga ditunda, itu normal. Lalu, Januari ada Asian Cup, liga ditunda lagi, itu juga normal," ujar Van Gastel.
"Dampaknya, ada rentang waktu di mana jumlah pertandingan sangat padat dalam periode singkat, ditambah lagi ada League Cup," lanjut pelatih asal Belanda itu.
Pernyataan tersebut disampaikan pelatih berusia 54 tahun itu saat menilai penjadwalan musim 2026/2027 sekaligus kesiapan tim menghadapi fase-fase krusial.
Kesiapan Skuad PSIM dan Rekrutan Asing
Di tengah kepadatan jadwal, Van Gastel mengaku puas dengan perkembangan tim selama hampir sebulan persiapan terakhir.
"Ya, sama seperti musim lalu. Sangat positif, penuh energi. Nanti pada saatnya, saya harus mengambil keputusan siapa yang main dan siapa yang tidak. Di situ baru menarik melihat respons tim," tutur Van Gastel.
"Musim lalu sangat luar biasa. Kami kompak sebagai tim dan semua orang menjalankan tugasnya dengan baik. Semoga hal itu berlanjut," harapnya.
PSIM membawa modal positif setelah, sebagai tim promosi, finis di peringkat ke-11 dengan 44 poin pada musim lalu. Menatap musim baru, klub memperkuat skuad dengan lima pemain asing anyar: Marvin Loria, Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, dan Mauro Caballero.