Liputan6.com, Jakarta - Chelsea mulai menghadapi situasi yang semakin jelas terkait masa depan sejumlah pemainnya pada awal musim baru Liga Inggris. Dua penyerang muda, Jamie Gittens dan Marc Guiu, kini disebut menjadi incaran klub-klub besar Serie A.
Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, telah memangkas skuad latihan tim utama dengan mencoret hingga 12 pemain. Langkah tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai pemain yang kemungkinan masuk dalam rencana menghadapi laga pembuka Premier League melawan Fulham.
Advertisement
Di tengah proses tersebut, sejumlah pemain Chelsea terus dikaitkan dengan pintu keluar Stamford Bridge. Kendati demikian, BlueCo, pemilik Chelsea, dikenal tidak terburu-buru melepas pemain apabila tawaran yang datang belum sesuai dengan valuasi klub.
Menurut laporan dari Italia, AS Roma telah melakukan pendekatan resmi untuk mendapatkan Jamie Gittens dengan status pinjaman selama satu musim.
Namun, Chelsea sejauh ini belum tertarik melepas pemain internasional Inggris U-21 tersebut secara sementara. Klub masih ingin melihat bagaimana posisi Gittens dalam rencana Alonso dan BlueCo sebelum mengambil keputusan final.
Situasi itu masih berpotensi berubah menjelang penutupan bursa transfer. Gittens sendiri mendapat kesempatan dalam lima dari enam pertandingan uji coba Chelsea pada pramusim. Akan tetapi, ia hanya tampil selama 14 menit ketika Chelsea menghadapi Real Sociedad pada laga pramusim terakhir akhir pekan lalu.
Minimnya menit bermain tersebut tentu membuat masa depan Gittens menarik untuk diperhatikan.
Napoli Jadikan Guiu Target Utama
Sementara itu, Marc Guiu dikabarkan menjadi salah satu target utama Napoli untuk posisi penyerang pada sisa bursa transfer.
Berbeda dengan Gittens, Guiu disebut tidak masuk dalam rencana Chelsea selama pramusim. Klub London tersebut bahkan terbuka untuk melepas striker asal Spanyol itu secara permanen.
Chelsea mendatangkan Guiu dari Barcelona pada 2024 dengan biaya sekitar 5 juta poundsterling. Kini, klub dikabarkan berharap dapat memperoleh sekitar 25 juta poundsterling dari penjualan pemain berusia 20 tahun tersebut.
Napoli sendiri melihat Guiu sebagai investasi untuk masa depan. Klub Serie A itu sebelumnya dikaitkan dengan Nicolas Jackson, tetapi harga yang diminta Chelsea untuk sang penyerang dianggap terlalu tinggi.
Karena itu, Guiu muncul sebagai alternatif yang lebih terjangkau.
Peluang Keuntungan Finansial
Penjualan Guiu dapat menjadi opsi menarik bagi Chelsea dari sisi finansial. Meski sang pemain belum mendapatkan banyak kesempatan bermain pada 2026, klub tetap dikabarkan memasang valuasi yang cukup tinggi.
Jika Chelsea pada akhirnya bersedia menerima tawaran di kisaran 10-20 juta poundsterling, transfer tersebut sudah dapat dianggap sebagai keuntungan finansial yang signifikan dibandingkan biaya awal ketika mereka merekrut Guiu.
Langkah tersebut juga dapat membantu Chelsea dalam memenuhi tuntutan regulasi finansial yang berlaku.
Meski sebagian pendukung Chelsea mungkin kecewa jika Guiu meninggalkan Stamford Bridge tanpa memperoleh kesempatan yang cukup di tim utama, klub tetap harus mempertimbangkan kepentingan finansial dan kebutuhan skuad.
Kini, keputusan berada di tangan BlueCo dan Alonso. Chelsea harus menentukan apakah Gittens dan Guiu masih memiliki masa depan di bawah arahan sang pelatih atau justru akan dilepas sebelum bursa transfer ditutup.