Liputan6.com, Jakarta - Performa wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia masih tersendat. Menurut Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, kombinasi sanksi pembekuan FIFA dan hantaman pandemi COVID-19 menjadi faktor utama yang menahan laju tersebut.
Dua pukulan itu disebut membuat peta kekuatan dan proses transformasi klub-klub Tanah Air tertinggal apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Advertisement
"Kalau ditanya kenapa klub-klub di Asia Tenggara ini bisa lebih maju? Mereka tidak menghadapi pembekuan FIFA dan tidak mengalami masalah akibat COVID-19," ujar Sadikin Aksa.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara Water Break PSSI Pers bertajuk "Membawa Liga Naik Kelas" di Jakarta.
"Sanksi FIFA itulah yang paling berat felt-nya bagi kita," kata Sadikin.
Transformasi Klub Sempat Tertahan
Sadikin Aksa menambahkan, ketika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merombak dan memperbarui regulasi kompetisi antarklub, negara-negara tetangga bisa langsung beradaptasi dengan cepat.
Indonesia justru terkendala karena terkena sanksi pembekuan, sehingga tidak dapat segera menyesuaikan diri dengan perubahan yang berlaku.
Dampaknya, pola pikir dan tata kelola klub-klub sempat berada dalam kondisi stagnan sebelum proses perbaikan berjalan kembali.
"Mindset klub-klub kita baru benar-benar bisa bertransformasi secara serius dalam tiga tahun terakhir ini," imbuhnya.
Penyesuaian Jadwal dan Dukungan Dana dari I.League
Untuk mendongkrak prestasi wakil Indonesia di Asia, I.League memastikan memberikan garansi dukungan penuh kepada klub peserta yang tampil di kompetisi antarklub kawasan.
Salah satu bentuknya adalah fleksibilitas penyesuaian jadwal kompetisi domestik agar perjalanan klub di level Asia tidak terganggu.
"Nanti penyesuaian jadwal pasti ada, terutama jika mereka berhasil menembus babak 16 besar hingga partai final. Pasti akan kami akomodasi demi prestasi klub Indonesia di Asia," tegas Sadikin Aksa.
Selain penjadwalan, dukungan juga mencakup sokongan finansial sebagaimana dijanjikan penyelenggara liga.
Mencari Penerus Jejak Persipura di Asia
Jika merujuk sejarah, lompatan besar klub Indonesia di Asia terbilang jarang. Persipura Jayapura masih memegang rekor menonjol saat mencapai babak semifinal Piala AFC 2014.
Hingga kini belum ada lagi wakil Indonesia yang sanggup menyamai torehan tim Mutiara Hitam tersebut.
Musim lalu, Persib Bandung yang membawa panji Indonesia di pentas kontinental harus puas terhenti di babak 16 besar Liga Champions Asia Dua (ACL 2).
Untuk musim kompetisi 2026/2027, Indonesia mengirimkan dua wakil: Persib Bandung di Liga Champions Asia Dua (ACL 2) dan Borneo FC di AFC Challenge League (level tiga).